16-12-2011, 03:20 AM
[spoiler=Infrastruktur Rel Ganda Jakarta - Surabaya Dipercepat]
JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempercepat pembangunan infrastruktur jalur ganda (double track) kereta api (KA) ruas Jakarta-Surabaya, baik di lintas utara, tengah, maupun selatan. Total anggaran sekitar Rp 9,1 triliun dengan panjang rel 4.000 kilometer (km).
Proyek yang ditargetkan selesai pada akhir 2013 ini merupakan salah satu prioritas pemerintah. Setidaknya pada awal 2014, jaringan KA Jakarta-Surabaya di lintas utara sudah bisa digunakan. Proyek yang pembangunan konstruksinya dilakukan secara parsial ini dibiayai dengan dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) serta pinjaman lunak jangka panjang dari Jepang.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Tundjung Inderawan di Jakarta, Kamis (15/12), mengatakan, alokasi anggaran untuk perkeretaapian terus meningkat setiap tahunnnya. Pada 2011, total anggaran yang dikucurkan melalui APBN mencapai Rp 4,1 triliun dan khusus untuk konstruksi di lintas utara sebesar Rp 3,2 triliun.
Untuk tahun anggaran 2012 sendiri mencapai Rp 7,1 triliun, sisanya sebesar Rp 3,9 triliun dibagi secara merata pada pengembangan infrastruktur di sejumlah wilayah. Seperti di Medan-Sumatera Utara, Lampung-Sumatera Selatan, Jabodetabek, dan Sukabumi.
Penyediaan infrastruktur KA di Jawa ini bukan hanya disiapkan untuk melayani penumpang, melainkan juga angkutan barang, seperti angkutan peti kemas dari Surabaya menuju Jakarta. Demikian pula di selatan, akan melayani peti kemas yang berasal dari Gedebage, Bandung.
Kemenhub sendiri optimistis, dengan terus meningkatnya anggaran perkeretaapian, pengembangan infrastruktur angkutan massal akan tercapai sesuai jadwal. Minimal untuk lintas utara yang menjadi ruas potensial, baik untuk angkutan penumpang maupun barang. Pembangunan jaringan KA Jakarta-Surabaya di lintas utara sudah dilakukan untuk ruas Jakarta-Cirebon dan Brebes-Pekalongan.
"Untuk jaringan kereta api yang belum selesai dibangun di lintas utara, kita kebut penyelesaiannya hingga 2013 mendatang, seperti ruas Pekalongan-Semarang-Bojonegoro-Surabaya. Sedangkan pengerjaan jaringan rel ganda lintas tengah Jawa sudah dimulai untuk ruas Patuguran-Prupuk-Purwokerto serta di lintas selatan pada ruas Kutoarjo-Solo-Yogyakarta," ucapnya.
[/spoiler]
Proyek yang ditargetkan selesai pada akhir 2013 ini merupakan salah satu prioritas pemerintah. Setidaknya pada awal 2014, jaringan KA Jakarta-Surabaya di lintas utara sudah bisa digunakan. Proyek yang pembangunan konstruksinya dilakukan secara parsial ini dibiayai dengan dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) serta pinjaman lunak jangka panjang dari Jepang.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Tundjung Inderawan di Jakarta, Kamis (15/12), mengatakan, alokasi anggaran untuk perkeretaapian terus meningkat setiap tahunnnya. Pada 2011, total anggaran yang dikucurkan melalui APBN mencapai Rp 4,1 triliun dan khusus untuk konstruksi di lintas utara sebesar Rp 3,2 triliun.
Untuk tahun anggaran 2012 sendiri mencapai Rp 7,1 triliun, sisanya sebesar Rp 3,9 triliun dibagi secara merata pada pengembangan infrastruktur di sejumlah wilayah. Seperti di Medan-Sumatera Utara, Lampung-Sumatera Selatan, Jabodetabek, dan Sukabumi.
Penyediaan infrastruktur KA di Jawa ini bukan hanya disiapkan untuk melayani penumpang, melainkan juga angkutan barang, seperti angkutan peti kemas dari Surabaya menuju Jakarta. Demikian pula di selatan, akan melayani peti kemas yang berasal dari Gedebage, Bandung.
Kemenhub sendiri optimistis, dengan terus meningkatnya anggaran perkeretaapian, pengembangan infrastruktur angkutan massal akan tercapai sesuai jadwal. Minimal untuk lintas utara yang menjadi ruas potensial, baik untuk angkutan penumpang maupun barang. Pembangunan jaringan KA Jakarta-Surabaya di lintas utara sudah dilakukan untuk ruas Jakarta-Cirebon dan Brebes-Pekalongan.
"Untuk jaringan kereta api yang belum selesai dibangun di lintas utara, kita kebut penyelesaiannya hingga 2013 mendatang, seperti ruas Pekalongan-Semarang-Bojonegoro-Surabaya. Sedangkan pengerjaan jaringan rel ganda lintas tengah Jawa sudah dimulai untuk ruas Patuguran-Prupuk-Purwokerto serta di lintas selatan pada ruas Kutoarjo-Solo-Yogyakarta," ucapnya.

