15-12-2011, 01:32 PM
Lama gak ngelanjutin lagi trit ini, sekarang saya lanjutin lagi, ya. 
[spoiler=Hari 2][spoiler=Episode 3]Pas udah mulai lelap, cerita lanjut lagi. Di ML, pas baru nyampe dari KA Penataran, kami melihat ada kerumunan orang di ML, ada apa ini? Pas saya liat, loh kok ada P. Jonan (dirut PT KA) & P. Sri W. (kahumas daop 8) di sini? Ternyata, P. Sri ngejelasin kalo lagi ada peresmian daop X ML (gara2 baca2 trit ttg daop X, jadilah kebawa mimpi peresmian daop X ML). Setelah itu, P. Jonan & P. Sri mulai berpidato soal peresmian daop X. Setelah pidato, mereka berdua pun akhirnya meresmikan daop X ML sebagai daop baru!! (memisahkan diri dari daop VIII)
Setelah acara peresmian selesai, P. Sri & P. Jonan mulai ngobrol2 dg kami ber3 (saya, Lala Karmela & Shimokawa Mikuni). Kami saling bertanya tentang tujuan kami, mau ngapain aja, dsb. Akhirnya, kami ber3 pun ditunjukkan sesuatu oleh P[. Sri & P. Jonan. Di jalur 6 (langsiran), ada rangkaian yg dibungkus terpal biru, nah pas dibuka, TARAAAAA.....H..., ternyata ada 1 set KLB Lala Karmela & Shimokawa Mikuni!!
KLB ini terdiri dari 10 K1 pesawat yg diretrofit, 2 MP1 pesawat yg diretrofit, 2 B Parcel Cheetah di ujung2nya & 2 KA Spesial (semacam Nusantara, Bali, ma Toraja gitu, tapi lupa namanya) yg dilengkapi ruang tidur, ruang karaoke, dapur, ruang makan, kamar mandi, & ruang spa. Eksterior KLB ini biasa seperti eksterior K1 pesawat lainnya (Argo), tapi di tengah2nya ada stiker kecil bergambar Lala Karmela & Shimokawa Mikuni. Setelah itu, dateng 2 lok CC 204 keluaran terbaru, buat narik rangkaian ini, tapi sebelumnya dilangsir dulu ke jalur 2. Kami ber3 mengucapkan terima kasih pada P. Sri & P. Jonan, soalnya akhirnya kami gak perlu keluar uang buat naik KA keliling Jawa, malah dikasih gratis & biaya operasionalnya ditanggung PT KA. Kami punya permintaan, gimana kalo orang2 yg pengen ke PB, JR, ma BW yg gak kebagian Tawang Alun biar naik KLB ini aja, biar pada keangkut semua, gratis. P. Sri, P. Jonan, & petinggi2 PT KA lainnya pun setuju, itung2 biar image mereka gak dicap buruk. Akhirnya, KLB Lala-Mikuni itu pun siap di jalur 2, berisi fans2 Lala Karmela & Shimokawa Mikuni (gak tau ceritanya tiba2 mereka nongol di ML), kami ber3, & orang2 yg pengen ke PB, JR, ma BW gratis. BERSAMBUNG.[/spoiler]
[spoiler=Episode 4]LANJUTAN sebelumnya.
Tepat jam 4 sore (16:00), KLB Lala Karmela & Shimokawa Mikuni (selanjutnya disebut KLB Lala-Mikuni) berangkat dari jalur 2 ML menuju BW. Sepanjang perjalanan, terutama petak ML-BG, kami serasa naik ekspres, cuman berhenti di Lawang aja buat naikin penumpang KLB gratisan ini. Bahkan, saat silangan dg kereta lain, KLB ini malah yg menang (jelas, soalnya KLB ini kan panjang bgt, 2 lok+16 kereta, jadi sepur beloknya jelas gak cukup nampung ni KLB). Sedangkan sepanjang petak BG-BW, kereta berhenti di Pasuruan, Probolinggo, Klakah, Jatiroto, Tanggul, Rambipuji, Jember, Kalisat, Kalibaru, Kalisetail, Temuguruh, Rogojampi, Karangasem, & Banyuwangi Baru (BW). Sepanjang perjalanan, baik Lala Karmela maupun Shimokawa Mikuni sama2 menghibur penumpang gratisan & fans2nya dg nyanyi lagu2 mereka & lagu yg lain. Uniknya, waktu itu KLB ini BLB sebentar (5 menit) di Sempolan, soalnya masinisnya gak tahan pingin ke toilet. Padahal, saat itu sudah pukul 23:19, walhasil nantinya Muttim bakal nungguin KLB ini di Kalibaru lama sekali. Dugaan saya bener, pukul 00:00, KLB ini masuk Kalibaru, ditunggu Muttim yg datang sejak 23:10 (menurut KPnya Muttim pas ngobrol2 bentar ma KPnya KLB). Lah, pas udah 15 menit berhenti di Kalibaru, kok KLBnya gak berangkat2 juga? Ternyata loknya kehabisan HSD, jadi ya harus nunggu hingga 30 menit lagi biar bisa lanjut ke BW. (saya jadi ngebayangin saat itu, gimana nasib penumpang Muttim gara2 KLB ini, ya? Bisa2, alamat telat parah & ketinggalan Sancaka atawa Argo Wilis ini) Setelah selesai ngisi HSD, akhirnya KLB ini lanjut ke BW. KLB ini akhirnya tiba di BW pukul 01:30, & semua penumpang gratisan akhirnya turun. Tinggal saya, Lala Karmela & Shimokawa Mikuni beserta fans2 mereka yg tetap di kereta, soalnya habis itu kereta itu dipake buat tidur. Begitu kira2 cerita mimpinya sampai akhirnya saya terbangun gara2 udah adzan Subuh. Akhirnya, BERSAMBUNG lagi ceritanya.[/spoiler][/spoiler]

[spoiler=Hari 2][spoiler=Episode 3]Pas udah mulai lelap, cerita lanjut lagi. Di ML, pas baru nyampe dari KA Penataran, kami melihat ada kerumunan orang di ML, ada apa ini? Pas saya liat, loh kok ada P. Jonan (dirut PT KA) & P. Sri W. (kahumas daop 8) di sini? Ternyata, P. Sri ngejelasin kalo lagi ada peresmian daop X ML (gara2 baca2 trit ttg daop X, jadilah kebawa mimpi peresmian daop X ML). Setelah itu, P. Jonan & P. Sri mulai berpidato soal peresmian daop X. Setelah pidato, mereka berdua pun akhirnya meresmikan daop X ML sebagai daop baru!! (memisahkan diri dari daop VIII)
Setelah acara peresmian selesai, P. Sri & P. Jonan mulai ngobrol2 dg kami ber3 (saya, Lala Karmela & Shimokawa Mikuni). Kami saling bertanya tentang tujuan kami, mau ngapain aja, dsb. Akhirnya, kami ber3 pun ditunjukkan sesuatu oleh P[. Sri & P. Jonan. Di jalur 6 (langsiran), ada rangkaian yg dibungkus terpal biru, nah pas dibuka, TARAAAAA.....H..., ternyata ada 1 set KLB Lala Karmela & Shimokawa Mikuni!!
KLB ini terdiri dari 10 K1 pesawat yg diretrofit, 2 MP1 pesawat yg diretrofit, 2 B Parcel Cheetah di ujung2nya & 2 KA Spesial (semacam Nusantara, Bali, ma Toraja gitu, tapi lupa namanya) yg dilengkapi ruang tidur, ruang karaoke, dapur, ruang makan, kamar mandi, & ruang spa. Eksterior KLB ini biasa seperti eksterior K1 pesawat lainnya (Argo), tapi di tengah2nya ada stiker kecil bergambar Lala Karmela & Shimokawa Mikuni. Setelah itu, dateng 2 lok CC 204 keluaran terbaru, buat narik rangkaian ini, tapi sebelumnya dilangsir dulu ke jalur 2. Kami ber3 mengucapkan terima kasih pada P. Sri & P. Jonan, soalnya akhirnya kami gak perlu keluar uang buat naik KA keliling Jawa, malah dikasih gratis & biaya operasionalnya ditanggung PT KA. Kami punya permintaan, gimana kalo orang2 yg pengen ke PB, JR, ma BW yg gak kebagian Tawang Alun biar naik KLB ini aja, biar pada keangkut semua, gratis. P. Sri, P. Jonan, & petinggi2 PT KA lainnya pun setuju, itung2 biar image mereka gak dicap buruk. Akhirnya, KLB Lala-Mikuni itu pun siap di jalur 2, berisi fans2 Lala Karmela & Shimokawa Mikuni (gak tau ceritanya tiba2 mereka nongol di ML), kami ber3, & orang2 yg pengen ke PB, JR, ma BW gratis. BERSAMBUNG.[/spoiler][spoiler=Episode 4]LANJUTAN sebelumnya.
Tepat jam 4 sore (16:00), KLB Lala Karmela & Shimokawa Mikuni (selanjutnya disebut KLB Lala-Mikuni) berangkat dari jalur 2 ML menuju BW. Sepanjang perjalanan, terutama petak ML-BG, kami serasa naik ekspres, cuman berhenti di Lawang aja buat naikin penumpang KLB gratisan ini. Bahkan, saat silangan dg kereta lain, KLB ini malah yg menang (jelas, soalnya KLB ini kan panjang bgt, 2 lok+16 kereta, jadi sepur beloknya jelas gak cukup nampung ni KLB). Sedangkan sepanjang petak BG-BW, kereta berhenti di Pasuruan, Probolinggo, Klakah, Jatiroto, Tanggul, Rambipuji, Jember, Kalisat, Kalibaru, Kalisetail, Temuguruh, Rogojampi, Karangasem, & Banyuwangi Baru (BW). Sepanjang perjalanan, baik Lala Karmela maupun Shimokawa Mikuni sama2 menghibur penumpang gratisan & fans2nya dg nyanyi lagu2 mereka & lagu yg lain. Uniknya, waktu itu KLB ini BLB sebentar (5 menit) di Sempolan, soalnya masinisnya gak tahan pingin ke toilet. Padahal, saat itu sudah pukul 23:19, walhasil nantinya Muttim bakal nungguin KLB ini di Kalibaru lama sekali. Dugaan saya bener, pukul 00:00, KLB ini masuk Kalibaru, ditunggu Muttim yg datang sejak 23:10 (menurut KPnya Muttim pas ngobrol2 bentar ma KPnya KLB). Lah, pas udah 15 menit berhenti di Kalibaru, kok KLBnya gak berangkat2 juga? Ternyata loknya kehabisan HSD, jadi ya harus nunggu hingga 30 menit lagi biar bisa lanjut ke BW. (saya jadi ngebayangin saat itu, gimana nasib penumpang Muttim gara2 KLB ini, ya? Bisa2, alamat telat parah & ketinggalan Sancaka atawa Argo Wilis ini) Setelah selesai ngisi HSD, akhirnya KLB ini lanjut ke BW. KLB ini akhirnya tiba di BW pukul 01:30, & semua penumpang gratisan akhirnya turun. Tinggal saya, Lala Karmela & Shimokawa Mikuni beserta fans2 mereka yg tetap di kereta, soalnya habis itu kereta itu dipake buat tidur. Begitu kira2 cerita mimpinya sampai akhirnya saya terbangun gara2 udah adzan Subuh. Akhirnya, BERSAMBUNG lagi ceritanya.[/spoiler][/spoiler]
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya
FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya
FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie

