14-12-2011, 11:50 PM
[spoiler=Dahlan Iskan : PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Nggak Mungkin Untung Dari Jualan Karcis]
Jakarta - PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak akan bisa untung hanya dengan mengandalkan penjualan karcis. BUMN kereta api itu bisa meraup untung dari pengelolaan propertinya jika dikelola dengan benar. Hal tersebut diutarakan Menteri BUMN Dahlan Iskan usai mengikuti rapat koordinasi di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (14/12/2011).
"Di seluruh dunia, perusahaan kereta api itu tidak mungkin bisa untung dari jualan karcis, pasti dari pengelolaan propertinya. Kedepannya tidak apa-apa ada 2 bidang usaha dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero)," urai Dahlan.
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan salah satu BUMN yang akan ditumbuhkembangkan menjadi sangat besar, selain Perum Perumnas. Menurut Dahlan, hal itu bisa dilakukan mengingat properti milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sangat besar. "Properti PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu luar biasa besar dan strategis-strategis semua," ujar Dahlan.
"Artinya, jangan sampai kereta api ini jelek karena memang tidak pernah bisa punya uang dan tidak bisa melayani penumpang dengan baik, tidak bisa memperbaiki keretanya. Misalnya di Hong Kong, penghasilan dari propertinya itu besar sekali," imbuhnya.
[/spoiler]
"Di seluruh dunia, perusahaan kereta api itu tidak mungkin bisa untung dari jualan karcis, pasti dari pengelolaan propertinya. Kedepannya tidak apa-apa ada 2 bidang usaha dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero)," urai Dahlan.
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan salah satu BUMN yang akan ditumbuhkembangkan menjadi sangat besar, selain Perum Perumnas. Menurut Dahlan, hal itu bisa dilakukan mengingat properti milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sangat besar. "Properti PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu luar biasa besar dan strategis-strategis semua," ujar Dahlan.
"Artinya, jangan sampai kereta api ini jelek karena memang tidak pernah bisa punya uang dan tidak bisa melayani penumpang dengan baik, tidak bisa memperbaiki keretanya. Misalnya di Hong Kong, penghasilan dari propertinya itu besar sekali," imbuhnya.

