13-12-2011, 07:57 PM
[spoiler=Jika Diberi Subsidi, Tarif Kereta Barang Bakal Turun]
TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bakal menurunkan tarif angkutan kereta barang bila pemerintah memberikan subsidi kepada perusahaan BUMN tersebut.
Rencana subsidi BBM kereta barang akan dilakukan pada awal Januari 2012 mendatang. Subsidi dilakukan agar ada kesetaraan antara angkutan kereta barang dengan truk barang.
"Rencananya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan menurunkan tarifnya agar bisa bersaing dengan truk barang," kata Kepala Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Sugeng Priyono di Jakarta, Kamis (8/12).
Selama ini kereta barang tidak disubsidi, sementara BBM truk barang disubsidi yaitu BBM solar seharga Rp 4.500 per liter, sementara kereta barang harus menanggung BBM seharga Rp 9.000 per liter. Akibatnya, kereta barang tidak mampu bersaing dan ditinggalkan konsumen.
"Kereta barang dari Gedebage (Bandung) saja dulu ada delapan kereta, sekarang tinggal satu kereta, karena tidak bisa bersaing dengan truk," ujarnya.
Turunnya tarif tersebut, jelasnya, terjadi karena dalam perhitungan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) terjadi efisiensi sebesar Rp 300 miliar. "Tetapi tarif akan diturunkan jadi berapa, belum bisa diungkapkan. Yang jelas bisa bersaing dengan truk barang," jelasnya.
[/spoiler]
Rencana subsidi BBM kereta barang akan dilakukan pada awal Januari 2012 mendatang. Subsidi dilakukan agar ada kesetaraan antara angkutan kereta barang dengan truk barang.
"Rencananya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan menurunkan tarifnya agar bisa bersaing dengan truk barang," kata Kepala Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Sugeng Priyono di Jakarta, Kamis (8/12).
Selama ini kereta barang tidak disubsidi, sementara BBM truk barang disubsidi yaitu BBM solar seharga Rp 4.500 per liter, sementara kereta barang harus menanggung BBM seharga Rp 9.000 per liter. Akibatnya, kereta barang tidak mampu bersaing dan ditinggalkan konsumen.
"Kereta barang dari Gedebage (Bandung) saja dulu ada delapan kereta, sekarang tinggal satu kereta, karena tidak bisa bersaing dengan truk," ujarnya.
Turunnya tarif tersebut, jelasnya, terjadi karena dalam perhitungan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) terjadi efisiensi sebesar Rp 300 miliar. "Tetapi tarif akan diturunkan jadi berapa, belum bisa diungkapkan. Yang jelas bisa bersaing dengan truk barang," jelasnya.
