07-12-2011, 01:21 PM
ada yg hit 'n run neh :siul:
dadaaah juga...
oh ya ada sedikit saran dari ane nubitol yg hina dina ini
"wise while online, think before posting,once posted you can never take it back"
maaf bila ada salah2 kata "smile"
yah ane juga tau,yg ane bingung kan dari masalah KRL,Istana Negara eh malah ke NPWP
berhubung orang yg ngasih argumen tersebut udah dadaaah...yo wees lah nevermind ,case closed and then Bek Tu Taufik
(07-12-2011, 12:09 PM)see_204XX Wrote:
Back to topic
dadaaah juga...
oh ya ada sedikit saran dari ane nubitol yg hina dina ini

"wise while online, think before posting,once posted you can never take it back"
maaf bila ada salah2 kata "smile"
(07-12-2011, 12:20 PM)pardjono Wrote:BTT aja deh. Kembali ke soal sepur dan persepuran .... Teng Kyu.@ RF Kutukupret
NPWP = Nomor Pokok Wajib Pajak.
Idealnya : Orang atau badan hukum yang punya atau harus punya NPWP berarti menjadi atau harus menjadi wajib pajak terdaftar yang akan memperoleh hak dengan wajib memenuhi kewajibannya.
yah ane juga tau,yg ane bingung kan dari masalah KRL,Istana Negara eh malah ke NPWP

berhubung orang yg ngasih argumen tersebut udah dadaaah...yo wees lah nevermind ,case closed and then Bek Tu Taufik
Quote:KRL Mania Harap Dahlan Tularkan Semangat Naik Kereta ke Bos KAI & KCJ
Jakarta - Komunitas penggguna kereta api atau KRL Mania mengapresiasi Menteri BUMN Dahlan Iskan yang mau mencoba kereta ekonomi. Namun diharapkan langkah Dahlan tidak berhenti di sana. Dia harus menularkan semangat naik kereta ke bos PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT KCJ (Kereta Api Commuter Jabodetabek).
"Kita harapkan bos PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan KCJ bisa merasakan penderitaan penumpang," jelas aktivis KRL Mania, Agam Fatchurrohman saat dihubungi detikcom, Selasa (6/12/2011).
Agam menjelaskan, bila ada pejabat KAI atau KCJ yang naik kereta, diharapkan bisa membawa manfaat juga bagi penumpang. Biasanya stasiun akan menjadi bersih dan pelaku kejahatan yang biasa beroperasi di kereta disingkirkan.
"Salah satu ciri Pak Dahlan itu turun ke bawah, dan itu penting agar tahu kondisi di bawah. Pengguna kereta itu sangat menderita dengan jadwal yang terlambat dan kondisi kereta. Nah direksi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan KCJ harus meninggalkan mobil dinasnya dan merasakan kereta," jelasnya.
Penting bagi bos PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dan KCJ untuk bisa merasakan apa yang dialami penumpang. Nantinya perbaikan prasarana pelayanan kereta akan maksimal.
"Saya ingat di blog Pak Dahlan menyebut soal pelayanan PLN. Pak Dahlan meminta agar genset di kantor PLN disumbangkan ke masjid terdekat. Itu agar pihak PLN merasakan rasanya mati lampu," jelasnya.
Dahlan Iskan diketahui menjajal KRL Ekonomi dari Stasiun Depok Baru pada Senin (5/12) pagi. Dahlan sengaja tidak menggunakan pengawalan saat naik KRL yang biasanya padat penumpang itu.
"Saya dapat informasi Pak Dahlan naik KRL Ekonomi dari Stasiun Depok Baru pada pukul 08.10 WIB," kata Kahumas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops I Mateta Rizalulhaq.
Mateta mengatakan, Dahlan membeli tiket seperti penumpang biasa. Dahlan kemudian menaiki KRL Ekonomi tanpa dikawal petugas keamanan. Menurut Mateta, salah seorang petugas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sempat mengenali Dahlan ketika menaiki kereta tersebut. Petugas itu sedang memantau penerapan rute melingkar yang baru saja diterapkan.
"Salah seorang petugas mengenalinya, tapi beliau menolak untuk dikawal," sambungnya.
SOURCE



