29-11-2011, 07:33 AM
(28-11-2011, 01:30 PM)ady_mcady Wrote: dilihat saja nanti 2014, waktu BATR (Bukit Asam Transpacific Railways) beroperasi. itu mereka bersaing head-to-head sepertinya. sama2 angkut batubara ke lampung, tapi targetnya BATR sangar: 25 juta ton pertahun atau 2 kalinya kapasitas PT. KAI.
padahal batubara sumsel ini kan sepertiga pendapatan PT. KAI.
o, ya pakdhe kabei, apakah ada sejarahnya didunia ini perusahaan kereta negara bangkrut kalah saingan dengan swasta? mohon pencerahannya...
bisa aja selama tidak ada perbaikan.
*indonesia kan negara dimana semuanya mungkin


sebenarnya sih penyakit BUMN negeri ini ada 2, kebanyakan jumlah pegawai dan masalah klasik korup

jumlah pegawai jelas, menurut gw terlalu banyak. sudah selayaknya ada pengurangan pegawai terutama untuk yang masuk dalam kategori biaya administrasi dan umum (macam tiketing dan sebagainya). selain itu masalah mental juga harus diperbaiki.
saat garuda/merpati jatuh (dulu), DAMRI disusul beberapa BUMN termasuk diantaranya PT pos sebenarnya bisa dijadikan pelajaran kok apalagi liberalisasi perkeretaapian tinggal menghitung hari....
Quote:http://www.inilahjabar.com/read/detail/1...tor-swasta
Rute KA 'Gemuk' Bakal Dijual ke Operator Swasta
INILAH.COM, Bandung - Pemerintah berencana menjual rute kereta api (KA) 'gemuk' kepada pihak swasta. Langkah itu ditempuh guna menggenjot pelayanan di bidang perkeretaapian.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan mengatakan, dijualnya rute KA kepada pihak swasta diharapkan bisa menumbuhkan persaingan yang lebih kompetitif dibanding hanya dikuasai operator tunggal PT Kereta Api Indonesia (KAI).
"Kita tawarkan rute kereta api kepada pihak swasta dan mereka dipersilakan memilih rute mana saja. Mengenai skemanya, nanti akan dibicarakan antara pemerintah dan calon pembelinya. Toh saat ini belum ada penawaran dari pihak swasta," ujar Tundjung usai menghadiri peringatan HUT ke-20 PT LEN Industri di Grha LEN, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Kamis (6/10/2011).
Bagi investor yang berminat menjadi operator layanan KA di jalur padat penumpang tersebut, jelas dia, harus menyediakan armada kereta sendiri. Pasalnya, bentuknya akan berupa investasi bukan kerja sama dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
"Kalau sudah ada operator lain di layanan kereta api, nanti akan tercipta persaingan. Dan secara tidak langsung masing-masing operator akan meningkatkan pelayanannya," ujarnya. [hol]
