26-11-2011, 09:48 AM
(26-11-2011, 09:08 AM)Bangunkarta Wrote:(26-11-2011, 05:24 AM)patub huda agus Wrote: sekarang kembali ke tujuan awal diberikannya subsidi BBM untuk KA,,kan untuk mengurangi beban jalan raya akibat beroperasinya truk,,diharapkan dengan adanya subsidi ini maka pengangkutan barang beralih dari truk ke KA,sehingga jalanan gak semakin rusak,,kalo sampeyan lwt jalan bolong sampeyan jg yg teriak2,,sapa yang tereak2....@ Mas Ady ==> fokus APBN emang untuk pembangunan infrastruktur bandara dan pelabuhan... mohon diinget, ini APBN seh.. di redaksionalnya kan "difokuskan" bukan berarti mengabaikan pembangunan Jawa... pembangunan Jawa udah bisa dicover dengan perimbangan dana APBN dan APBD... terlebih jalan toll... bisa digarap sendiri oleh sektor swasta, hanya butuh perijinan pemda setempat..
toh jalan Toll deket tempat gw, dilewati truk gede2 ga bolong tuh, trus jalanan arterinya juga udah pake concrete construction... hujan2 gini yang lewat banyak, ga bolong juga tuh... ya karna pemda nya (dan dinas PU) ga curang, bangun jalan konstruksinya bagus, disesuaiin ama Pagu nya..
dan sangat benar pemerintah tidak pernah mengabaikan sektor kereta api.. dan seperti postingan njenengan.. pembangunan prasarana yang terus ditingkatkan serta pengadaan sarana Kereta Ekonomi barus ecara terus-menerus.. dan bahkan menurut saya Pemerintah memberikan privilege sangat besar loh buat kereta api.. di Pulau Jawa, kereta api dibantu sepenuhnya dengan APBN.. sebuah keistimewaan bukan, apabila dibanding pembangunan sektor lain di jawa?
gw udah kasih gambaran nih, kalo kereta api itu udah dapet banyak banget privilege dari Pemerintah, dan itu membuktikan Pemerintah sangat memperhatikan kereta api... kurang apa lagi coba...
pertanyaan gw di postingan sebelumnya belom ada yang jawab ya, padahal itu quite important
(26-11-2011, 08:55 AM)morkies Wrote: Apakah prasarana dan st ka itu sekarang sudah dikuasai pemerintah c.q. Dirjen perKA Kemhub ? ...... ~EDITED~lucu juga redaksi kata-katanya, "sekarang dikuasai"bukankah dari dulu aset-aset seperti tanah, bangunan, prasarana, jembatan itu semuanya milik negara..... ga ada tuh yang berstatus hak milik PT. KA.. secara tu perusahaan berbentuk PT Persero kan??? udah bukan lagi bagian dari penyelenggara negara seperti ketika berbentuk PERUM... dan status perusahaan PT itu, maka aset-aset negara yang digunakan bukan hak kepemilikan, tapi sebatas hak guna... karna yang punya jelas negara lah
jadi inget trid sebelah, jalur trem dibuat flyover, pada tereak.... padahal tanah negara, mau diapain juga terserah negara lah, orang digunakan buat kepentingan umum ini.... ngapain musti kasih ganti rugi ke pihak yang statusnya sebatas hak guna lahan
intinya kalo pemerintah masi aj bikin jalan tol daripada jalan rel berarti gak berpihak pada transportasi massal (kaya sampean) yg jelas2 adalah solusi mengatasi kemacetan,,





![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)