25-11-2011, 11:03 PM
Quote:[spoiler=Banyak Tangan Jahil Rusak Perangkat Stasiun KA]
JAKARTA--MICOM : Pencurian dan pengrusakan terhadap perangkat stasiun kereta api ternyata merupakan kasus yang cukup sering terjadi di sejumlah stasiun dan rel kereta di Jakarta.[/spoiler]
Tangan-tangan jahil kerap beraksi di beberapa stasiun besar di Jakarta di antaranya Palmerah, Pasar Minggu, Manggarai, UI Depok, dan Tanah Abang.
"Tahun 2011 ini, pengrusakan atau pencurian yang terjadi ada sekitar 68 kasus, tersebar di sejumlah stasiun dan rel kereta," kata Manajer Senior Keamanan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi I Akhmad Sujadi, Jumat, (25/11).
Beberapa perangkat yang sering menjadi target pengerusakan atau pencurian di antaranya kabel sinyal, kotak penangkal petir, kotak panel kabel, ataupun kabel perangkat wesel. Perangkat wesel merupakan alat yang berfungsi mengarahkan kereta api sesuai keinginan masinis atau operator stasiun.
Kasus kerusakan wesel terakhir terjadi di Stasiun Manggarai, Jakarta Pusat, pada Rabu (23/11) kemarin. Kerusakan yang terjadi di sisi rel yang mengarah ke Stasiun Cikini itu diduga terjadi karena timbulnya arus pendek yang disebabkan oleh pemutusan kabel penangkal petir secara paksa oleh orang tak dikenal.
"Kabel bermuatan 380 volt itu bergesekan dengan besi kotak panel sehingga menyebabkan korslet yang mempengaruhi kinerja perangkat wesel," ujar dia.
Menurut Akhmad, kasus pencurian rentan terjadi karena lokasi terdapatnya perangkat perkeretaapian tersebar di luar stasiun atau sepanjang rel. Sehingga menyulitkan petugas untuk melakukan pengawasan secara ketat.
Pada satu stasiun, kotak panel bisa berjumlah sepuluh buah yang dilindungi oleh pagar besi berupa kerangkeng.
"Namun sering juga gembok kerangkengnya dirusak. Jadi perangkat listrik di dalamnya bisa dicuri," ujarnya.
Tahun 2008 lalu, lanjut Akhmad, Stasiun Manggarai juga pernah mengalami pencurian. Kabel sinyal sepanjang lima meter dipotong oleh pencuri. Akibatnya Stasiun Manggarai tidak bisa mengirim sinyal ke stasiun lainnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya pencurian berikutnya, Akhmad meminta bantuan warga sekitar stasiun dan petugas porter untuk membantu melakukan pengawasan.
Selain itu, dia juga melakukan pendekatan kepada warga yang mendirikan bangunan semi-permanen di sepanjang rel kereta api agar segera pindah.
"Karena aktivitas mereka juga mempengaruhi perangkat rel kereta. Seperti membakar sampah dekat kabel sinyal yang tertanam di sisi rel," kata Akhmad.

