25-11-2011, 04:50 PM
Heheheee ... seru nih ... !!! 
Kalo saya sih coba mikir terbalik. Saya coba lontarkan lagi yang pernah saya sampaikan di milis KA.
Idenya : Kalau BBM non subsidi juga diterapkan di angkutan umum, misalnya Bis AKAP.
Beberapa bulan lalu, ayah saya pulang dari Bogor ke Madiun naik klas SuperExe dengan harga Rp 210rb, dengan fasilitas seat 2-1, dan makan malam prasmanan, n snack-kopi pas subuhnya ...
Nah saya bandingkan dengan KA, taruhlah Argo Lawu ke Solo dengan harga Rp300rb, atau Bima ke Madiun dengan harga Rp 320rb, fasilitas seat 2-2, n tanpa ada makan-minum selama perjalanan, semua harus berbayar.
Seandainya bis harus pakai bbm non subsidi, taruhlah akan naik harganya ke Rp 400rb. Nah, bisa ndak tuh KA bersaing disitu (berapa harga yang akan diberikan), dengan catatan kondisi/fasilitas : seat 2-1, plus free meal (prasmanan n snack) ya ... hayuuu monggooo ...
*Pertimbangan lain : KA : harus ke Gambir dulu, kalau bis, poolnya ada di Bogor ... kalau di tujuan (Madiun) sih sama2 aja harganya n ribetnya dari stasiun/terminal ke tujuan akhir (rumah) ...
Btw,
Saya setuju, KA harus dikomparasi tidak hanya dengan angkutan darat, tapi juga dengan angkutan udara ... lha secara ndak langsung saling bunuh2an kok ...

Kalo saya sih coba mikir terbalik. Saya coba lontarkan lagi yang pernah saya sampaikan di milis KA.
Idenya : Kalau BBM non subsidi juga diterapkan di angkutan umum, misalnya Bis AKAP.
Beberapa bulan lalu, ayah saya pulang dari Bogor ke Madiun naik klas SuperExe dengan harga Rp 210rb, dengan fasilitas seat 2-1, dan makan malam prasmanan, n snack-kopi pas subuhnya ...
Nah saya bandingkan dengan KA, taruhlah Argo Lawu ke Solo dengan harga Rp300rb, atau Bima ke Madiun dengan harga Rp 320rb, fasilitas seat 2-2, n tanpa ada makan-minum selama perjalanan, semua harus berbayar.
Seandainya bis harus pakai bbm non subsidi, taruhlah akan naik harganya ke Rp 400rb. Nah, bisa ndak tuh KA bersaing disitu (berapa harga yang akan diberikan), dengan catatan kondisi/fasilitas : seat 2-1, plus free meal (prasmanan n snack) ya ... hayuuu monggooo ...
*Pertimbangan lain : KA : harus ke Gambir dulu, kalau bis, poolnya ada di Bogor ... kalau di tujuan (Madiun) sih sama2 aja harganya n ribetnya dari stasiun/terminal ke tujuan akhir (rumah) ...
Btw,
Saya setuju, KA harus dikomparasi tidak hanya dengan angkutan darat, tapi juga dengan angkutan udara ... lha secara ndak langsung saling bunuh2an kok ...

