20-11-2011, 10:39 PM
(20-11-2011, 06:36 PM)dany cristian Wrote:Suara Merdeka Wrote:PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Berlakukan Larangan Merokok di Keretaudah ada realisasinya apa belum ya?
Semarang, CyberNews. Guna meningkatkan kenyamanan penumpang kereta api, PT Kereta Api melarang penumpang merokok di dalam kereta api mulai 11 November 2011. Kebijakan dilarang merokok di dalam kereta api tersebut berlaku semua kelas baik ekonomi, bisnis, maupun eksekutif.
Humas PT KA Daop IV Semarang, Sapto Hartoyo mengatakan, kebijakan ini berlaku untuk semua ruangan di kereta api. "Mulai sekarang para penumpang yang merokok tak lagi bisa merokok di restorasi. Sebab selama ini perokok kerap pindah ke gerbong restorasi untuk sekedar merokok," ujarnya, Minggu (20/11).
Larangan ini, lanjutnya, merupakan langkah untuk meningkatkan pelayanan bagi penumpang saat melakukan perjalanan dengan moda transportasi kereta api. Sebelumnya, PT KA telah menerapkan pembatasan jumlah okupansi penumpang kereta jarak jauh maksimal 100 persen.
"Alasan larangan merokok ini karena ruang kereta yang tertutup menyebabkan asap rokok tidak mudah keluar. Selain itu, aroma asap rokok juga dinilai sangat menggangu kesehatan penumpang lain khususnya bagi penumpang yang tidak merokok," tutur Sapto.
Pakar transportasi dari Universitas Katholik Soegiyapranata, Djoko Setijowarno mengatakan, larangan merokok di atas kereta sangat baik untuk penumpang. Sebab hal ini jelas akan membuat penumpang kereta lebih merasa nyaman.
Meski begitu, perusahaan transportasi pelat merah ini diminta tetap menyediakan ruangan khusus bagi perokok untuk menghormati para penumpang yang merokok. "Tidak ada salahnya jika di kereta disediakan ruang untuk merokok bagi para perokok," sarannya.
terutama K3
Saya seorang perokok, tiada hari tanpa merokok.
Kalau diperingati orang yang dirumah, paling-paling saya bilang,
Merokok baik, tidak merokok, lebih baik.
Smoking is good, no smoking, is better,
kira-kira begitulah, hingga KDT dirumah,
sampai bosan mengingatkan.
Tapi,
jika ada larangan merokok di kereta/ gerbong,
saya dukung penuh !
Walau saya seorang perokok,
biasanya saya selalu menjauh dari yang bukan perokok,
terutama jika ada anak kecil, wanita, atau wanita hamil,
melihat posisi arah asap rokok saya, berusaha pada posisi
terpinggir,
dan ini selalu saya perhatikan dan lakukan.
Sering saya lihat,
seorang perokok yang tidak peduli didekatnya ada anak kecil,
atau yang didepan sudah menyindir dengan kipas-kipas atau
batuk-batuk, masih ndableg juga !
Ada juga seorang ayah,
sambil menggoncengkan istri dan bayinya,
tetap santai merokok, ketika naik motor.
Juga mereka yang naik mobil,
santai merokok, padahal penuh dengan penumpang
yang umurnya beragam, dll.
Bagi saya,
ini orang tua yang sangat egois,
tidak peduli dengan anak dan isterinya.
Jadi,
jika ada larangan merokok didalam gerbong,
pasti saya dukung penuh.
Seperti pada restaurant besar atau bus malam eks. ,
bisa saja nanti disediakan kompartemen khusus,
buat yang hobby jadi Argo Sedot ?
Bagi yang masih belum bisa berhenti merokok,
masih ada tempat untuk melakukan aktifitasnya,
atau, bisa juga duduk sebentar di KM bukan ?
Dilarang merokok dalam gerbong,
bukan persoalan yang besar dan berat kok,
jika kita tidak hanya memikirkan kenikmatan diri sendiri saja !
Saya dukung penuh, jangan kuatir,
terutama bagi mereka yang bukan perokok.




![[Image: BonBon.jpg]](http://i1255.photobucket.com/albums/hh636/kadaop_x/BonBon.jpg)