19-11-2011, 11:12 AM
Kalo tak salah aceh dulu pakai rel 750 mm, terus waktu jaman habibi dibuat lagi dengan lebar standar 1435. Jadi nanti ada dua peron di stasiun penggantian. kalau kereta penumpang ya pindah kereta (seperti stassiun jogja, solo dan kedungjati jaman belanda dulu) tapi mungkin jadi ribet harus pindah2 barang, kalau di negara dengan lalu lintas ramai (seperti pindah gauge antara rusia dan eropa yang lebar treknya beda), gerbongnya yang diangkat terus dipindah ke bogie yang sesuai. Jadi penumpang tetap naik kereta yang sama, bogienya yang ganti. Jadi harus ada crane diantara peron. kalau gerbong barang ya ganti bogie. kontainernya yang diangkat pakai crane pindah ke flatcar baru. asyik banget tuh.
RF Nashiruddin, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Aug 2010.

