19-10-2011, 08:39 AM
(18-10-2011, 10:26 PM)Warteg Wrote: Tapi ventilasi atas dan ventilasi samping (tepat diatas jendela) masih ada kan
Eh?
still, saya masih mikir, apa gak kepanasan? Demi mendapatkan tempat yang luas sampe harus begitu. Hahahaha ....(18-10-2011, 10:45 PM)evolution_inside Wrote: Gerbong aling-aling sekarang tampaknya hanya di taruh di rangkaian KA paling akhir kalau di perhatikan, sebagai gerbong aling2 sekarang digunakan BP, atau B yang berfungsi sebagai layanan expedisi, K2 yang ada masalah tehnis maka di jadikan aling2 dengan ditutupi lapisan almunium foil di tiap kaca yang berfungsi sebagai penanda bahwa itu rangkaian dines dan mengurangi penyusupan pnp lewat pintu dan jendela, informasi terakhir untuk K3 atau kelas ekonomi gerbong aling2nya tidak boleh menggunakan rangkaian k3 karena itu di subsidi pemerintah jadi kalo mau ada aling2 ya pake B atau k2.
(18-10-2011, 10:50 PM)Warteg Wrote: Oh gak boleh pakai aling-aling K3 tho,
Pantesan KA 175/176 selalu pakai aling-aling K2 dan atau B
Yup. Sepanjang penglihatan saya, aling-alingnya adalah K2 yang dibuntetin pintu dan jendelanya gitu Dan hanya ada di rangkaian paling akhir. Sekalinya aling-aling bukan K2, malah gerbong barang warna ijo yang sama sekali gak matching dengan warna rangkaian di depannya itu

(19-10-2011, 12:58 AM)alin_masuk sepur 5 Wrote: setiap akhir rangkaian? berarti setiap mau brgkt harus dipindah dan dilangsir dahulu?
Nah lo, saya baru nyadar. Berarti apa aling-aling ini harus "diseret" kesana kemari dulu sebelum berangkat ya? Misalnya saat Brantas dari Jakarta yang di Kediri dan mau berangkat lagi ke Jakarta ....
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013




