17-10-2011, 09:44 AM
(17-10-2011, 05:27 AM)Hungry Soul Wrote: Hahaha, filosofi itu benar sekali bung... bahkan Nenek saya merupakan salah satu penawar terkejam dan tersadis yang pernah saya kenal. Eh, rada OOT. BTT! terkait dengan filosofi ini,banyak yang meninggalkan kereta api. Wong dengan harga yang sama atau kurang udah dapet fasilitas lebih di moda lain seperti kereta ban karet. Ckckckckck. apalagi diperparah si kereta ban karet masih bisa beli BBM Subsidi. Lengkaplah sudah alasan untuk meninggalkan si roda besi ini ....
Semoga PT. KAI segera "bertobat" dan menyadari hal ini ....

Yg mestinya bertobat itu Menteri2 yg menaungi kinerja operator kereta api, Mas..Kyk Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan, Menteri BUMN & Menteri ESDM. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu perusahaan milik negara apalg menyangkut pelayanan angkutan massal koq ya BBM-nya nggak disubsidi, sementara perusahaan milik swasta & kendaraan pribadi dibiarkan menikmati BBM bersubsidi. Harusnya kan kalo yg terluka satu ya mesti luka semua, kalo ada yg enak satu ya mestinya enak semua. (Maaf lho ya, saya cuma ngamati kinerja PT. Kereta Api Indonesia (Persero), bukan KCJ)
Kalo KA diadu dgn sepur mabur ya jelas nggak fair karena perbedaan speed otomatis penumpang memilih yg waktu tempuhnya lebih cepat & tdk melelahkan, kecuali dr GMR ada akses rel ke Bandara jadinya ntar Argo Sindoro, Muria, ABA, Lawu, Dwipangga, Taksaka, Bima, Gajayana & Gopar cukup "dititipkan" di dalam pesawat tau2 dah nyampe ke kota tujuan masing2.

Kalo diadu dgn moda transportasi darat dgn catatan BBM dikembalikan disubsidi, TAC dihapuskan tp PT. Kereta Api Indonesia (Persero) masih dibebani suruh nggrawat jalan kayaknya masih bs dibilang fair. Speed bs dibilang sama, tinggal sekarang gimana cara membuat servis memanusiakan penumpang. Yang paling nggak perbandingan 11 : 14 it's OK lah... Monggo, flash back ajah dgn status perusahaan yg sama 3 -4 th yg lalu dibandingkan sekarang. Apakah harga tiket kereta2 komersial sefantastis sekarang...?
Kembali ke judulnya, nggak selamanya PNS gajinya lebih besar dr karyawan BUMN lho. So, tetap optimis ajah menghadapi masa depan yg penuh tantangan.
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe
![[Image: 10p0h7r.jpg]](http://i37.tinypic.com/10p0h7r.jpg)
![[Image: 10p0h7r.jpg]](http://i37.tinypic.com/10p0h7r.jpg)

