17-10-2011, 05:27 AM
(16-10-2011, 09:28 PM)see_204XX Wrote: Yach...itulah "keunikan" kementrian2 di Indonesia. Gimana akan ada konsumen yg loyal & mau bikin customer satisfaction kalo harga pokoknya dah dibuat beda & tanggung, Om... Tau sendiri masyarakat Indonesia pada umumnya pola pikirnya kyk apa. Mesti ingat filosofi Ibu2 rumah tangga..., "kalo di pasar ada lombok yg harganya bs selisih 1000 lbh murah pasti akan mubeng2 dl di pasar kan...?"
Hahaha, filosofi itu benar sekali bung
bahkan Nenek saya merupakan salah satu penawar terkejam dan tersadis yang pernah saya kenal
Eh, rada OOT. BTT! terkait dengan filosofi ini,banyak yang meninggalkan kereta api. Wong dengan harga yang sama atau kurang udah dapet fasilitas lebih di moda lain seperti kereta ban karet. Ckckckckck. apalagi diperparah si kereta ban karet masih bisa beli BBM Subsidi. Lengkaplah sudah alasan untuk meninggalkan si roda besi ini .... 
Semoga PT. KAI segera "bertobat" dan menyadari hal ini ....
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang
==========
My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

