16-10-2011, 07:26 PM
(15-02-2011, 04:29 PM)pardjono Wrote:yang saya bold Pakdhe... emang sangat benar... namun celakanya... sebagai perusahaan jasa, justru sekarang operator hanya profit oriented jangka pendek... bukan profit oriented untuk jangka panjang...Saya menilai perkeretaapian Indonesia sekarang ini sudah menjadi profit oriented. Buktinya, mutu pelayanan di kereta K1, K2, K3 AC dan K3 sangat jauh perbedaannya. Siapa yang mampu membayar mahal, itulah yang akan mendapat pelayanan terbaiknya. Seperti pepatah Jawa 'jer basuki mowo beo', yang artinya 'kalau mau selamat harus keluar biaya'.
buktinya... operator cuman memikirkan untung-rugi jangka pendek terus... tapi mereka lupa, bahwa yang dikerja perusahaan jasa itu seharusnya customers satisfaction.. dari situ, maka akan tercipta loyalitas konsumen... dari konsumen yg loyal, maka operator tinggal menunggu aja profit besar yang bersifat jangka panjang.. yang ada, karna yg dipikirkan cuman profit jangka pendek yg ada di depan mata... mangkanya lupa planning dan pelayanan untuk mendapatkan customer sdatisfaction dan profit jangka panjang... jadinya... ya pada kabur tuh penumpang K-1 nya... dibabat ama sepur mabur, yg selsih tarifnya ga jauh ma sepur beneran
lah ada wacana pemisahan operator KA dan operator prasarana... yang nantinya operator sepur cuman bayar TAC dan dibebaskan dari segala kewajiban IMO.. ini operator juga ngga mau... lah trus pie???
*emang sih opsi ini membuat oiperator existing kehilangan fasilitas monopolistik nya yang nyaman

"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
~just quote~

