05-10-2011, 11:10 AM
Memang pembangunan kereta di aceh ada sangkut pautnya dengan Jakarta, kayaknya perlu pendekatan khusus, Aceh jaman dulu sebelum jatuh ke tangan Belanda mempunyai kedekatan dengan ulama, saya yakin sekarang juga pasti mereka mempunyai tokoh masyarakat yang dihormati, tidak ada pembangunan yang tanpa hambatan, sekarang memang dalam kondisi yang tidak mudah untuk menghadirkan perkeretaapian di Aceh, setelah lebih kurang 40-an tahun hilang? Perlu sosialisasi, apa manfaatnya bagi mereka, mungkin diberikan hitung-hitungan ekonomi juga, penolakan terjadi juga pada saat akan dioperasikan komuter Surabaya-Sidoarjo, harus disikapi dengan bijaksana dan hati-hati, suara penolakan belum tentu suara mayoritas, penolakan juga karena ranah ekonomi sebagian masyarakat terganggu misal jasa angkutan. Kebijakan perekeretaapian aceh salah satu upaya pemerataan pembangunan dan meredam gejolak, yang selama ini Aceh sebagai penyumbang gas terbesar Indonesia. Jika mereka sudah merasakan manfaatnya, pasti mereka tentu mencintainya.

