29-09-2011, 01:53 PM
Laporan dari Hamburg
24 Persen Peti Kemas di Hamburg Diangkut Kereta
HAMBURG, KOMPAS.com - Sekitar 24 persen dari peti kemas yang dibongkarmuat di Pelabuhan Hamburg, Jerman, diangkut dengan rangkaian kereta api. Sehingga, meski Pelabuhan Hamburg terbilang pelabuhan tersibuk di dunia, akan tetapi kemacetan tak menghantui kota perdagangan tersebut.
Tahun 2010 misalnya, dibongkarmuat 7,9 juta peti kemas ukuran 20 kaki (twenty-foot equivalent units/TEUs). Dan kereta memfasilitasi pergerakan 1,9 juta TEUs. Pada tahun 1980, dari 0,8 juta TEUs yang dibongkarmuat, angkutan kereta api membawa 0,2 juta TEUs.
Di Pelabuhan Hamburg nyaris di seluruh dermaga besar, terlihat adanya jaringan rel kereta. Total panjang jaringan rel di pelabuhan tersebut, mencapai 304 kilometer, atau setara jarak rel Jakarta-Bandung pulang-pergi.
Bagaimana di Indonesia? Jaringan rel yang di zaman Belanda sudah dikoneksikan di dermaga, telah "diusir" keluar dari pelabuhan.
"Kami ingin mengembalikan peran kereta api. Nanti kami mengundang PT Kereta Api Indonesia untuk memperpanjang jaringan rel hingga tepi dermaga," kata Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo II (Persero) Ferialdy Noerlan, Kamis (29/9) ditemui di Pelabuhan Valencia, Spanyol, seperti dilaporkan wartawan Kompas Haryo Damardono dari Hamburg, Kamis.
Feri mengisyaratkan kerja cepat Pelindo II untuk menyiapkan dermaga bagi jaringan kereta api. "Namun pemerintah juga harus menuntaskan pembebasan lahan untuk jalur masuk kereta ke pelabuhan Tanjung Priok, misalnya," kata dia.
Di Tanjung Priok, emplasemen kereta peti kemas, akan berada di antara Jakarta International Container Terminal dan Terminal Peti Kemas Koja. Kini, kereta api peti kemas masih harus berhenti di Terminal Pasoso untuk selanjutnya diangkut truk memasuki dermaga.
Kerja cepat Pelindo II, dan keinginan serius direksi PT Kereta Api Indonesia untuk menghubungkan kembali pelabuhan dengan kereta api; sebenarnya harus disikapi dengan kerja keras dan cerdas dari pemerintah untuk menuntaskan pembebasan lahan untuk jar ingan kereta. Tanpa itu, urusan logistik di republik ini takkan pernah efisien.
Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/20...ut.Kereta.
Semoga usul ini bisa diterima segera oleh pemerintah dah masalah pembebasan lahan makam mabh priok bisa diselesaikan... gemes neh gua gara2 lahan makam mbah priok...
24 Persen Peti Kemas di Hamburg Diangkut Kereta
HAMBURG, KOMPAS.com - Sekitar 24 persen dari peti kemas yang dibongkarmuat di Pelabuhan Hamburg, Jerman, diangkut dengan rangkaian kereta api. Sehingga, meski Pelabuhan Hamburg terbilang pelabuhan tersibuk di dunia, akan tetapi kemacetan tak menghantui kota perdagangan tersebut.
Tahun 2010 misalnya, dibongkarmuat 7,9 juta peti kemas ukuran 20 kaki (twenty-foot equivalent units/TEUs). Dan kereta memfasilitasi pergerakan 1,9 juta TEUs. Pada tahun 1980, dari 0,8 juta TEUs yang dibongkarmuat, angkutan kereta api membawa 0,2 juta TEUs.
Di Pelabuhan Hamburg nyaris di seluruh dermaga besar, terlihat adanya jaringan rel kereta. Total panjang jaringan rel di pelabuhan tersebut, mencapai 304 kilometer, atau setara jarak rel Jakarta-Bandung pulang-pergi.
Bagaimana di Indonesia? Jaringan rel yang di zaman Belanda sudah dikoneksikan di dermaga, telah "diusir" keluar dari pelabuhan.
"Kami ingin mengembalikan peran kereta api. Nanti kami mengundang PT Kereta Api Indonesia untuk memperpanjang jaringan rel hingga tepi dermaga," kata Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo II (Persero) Ferialdy Noerlan, Kamis (29/9) ditemui di Pelabuhan Valencia, Spanyol, seperti dilaporkan wartawan Kompas Haryo Damardono dari Hamburg, Kamis.
Feri mengisyaratkan kerja cepat Pelindo II untuk menyiapkan dermaga bagi jaringan kereta api. "Namun pemerintah juga harus menuntaskan pembebasan lahan untuk jalur masuk kereta ke pelabuhan Tanjung Priok, misalnya," kata dia.
Di Tanjung Priok, emplasemen kereta peti kemas, akan berada di antara Jakarta International Container Terminal dan Terminal Peti Kemas Koja. Kini, kereta api peti kemas masih harus berhenti di Terminal Pasoso untuk selanjutnya diangkut truk memasuki dermaga.
Kerja cepat Pelindo II, dan keinginan serius direksi PT Kereta Api Indonesia untuk menghubungkan kembali pelabuhan dengan kereta api; sebenarnya harus disikapi dengan kerja keras dan cerdas dari pemerintah untuk menuntaskan pembebasan lahan untuk jar ingan kereta. Tanpa itu, urusan logistik di republik ini takkan pernah efisien.
Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/20...ut.Kereta.
Semoga usul ini bisa diterima segera oleh pemerintah dah masalah pembebasan lahan makam mabh priok bisa diselesaikan... gemes neh gua gara2 lahan makam mbah priok...

