22-09-2011, 02:36 PM
Makassar Dahului DKI
MAKASSAR, KOMPAS - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kota Makassar serta Pemerintah Kabupaten Maros dan Gowa akan segera memiliki jalur rel ringan (monorel) untuk mengatasi kemacetan. Pembangunan akan dilakukan PT Hadji Kalla yang menginvestasikan dana sebesar Rp 4 triliun untuk monorel sepanjang 34,3 kilometer.
Sebagai perbandingan, Pemprov DKI Jakarta sebetulnya telah mendirikan tiang-tiang monorel sejak enam tahun lalu, tetapi proyek itu telantar.
Direktur Pengembangan PT Hadji Kalla, Solihin Kalla, Senin (25/7), mengatakan, pembangunan monorel dibagi dalam tiga tahap, yakni rute Terminal Daya-Pasar Sentral (14,1 km), Terminal Daya-Bandara Sultan Hasanuddin (8,1 km), dan lingkar dalam Kota Makassar (12,1 km).
â€Pembangunan tahap pertama akan dimulai setelah studi kelayakan selesai tahun depan,†kata Solihin seusai penandatanganan kesepakatan dengan Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar, Pemkab Maros, dan Gowa. Hadir juga mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan istri.
Menurut Solihin, pembangunan tahap pertama diperkirakan menelan biaya Rp 2 triliun untuk pengerjaan tiang fondasi rel dan pembuatan kereta monorel oleh PT Bukaka Teknik Utama. Kelak, satu rangkaian kereta monorel terdiri atas tiga gerbong berkapasitas 276-329 orang.
Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengatakan, moda transportasi monorel cocok untuk kota metropolitan yang mulai terjangkit kemacetan. Kemacetan antara lain disebabkan pertumbuhan jumlah warga pengguna angkutan umum.
Di kota berpenduduk 1,5 juta jiwa ini, jumlah pengguna angkutan umum per hari terus meningkat dari 516.000 orang pada 2007 menjadi 600.000 orang pada tahun lalu. Pertumbuhan itu tidak sebanding dengan 4.000 angkutan umum yang menjadi satu-satunya moda transportasi publik di Makassar.
Jusuf Kalla berpendapat, biaya pembangunan moda transportasi monorel relatif lebih murah dibandingkan dengan busway dan kereta bawah tanah. Monorel nyaris tidak membutuhkan pembebasan lahan karena fondasi hanya menggunakan median jalan ukuran 1 x 1 meter persegi.
Rel kereta api
Sementara itu, pembangunan rel kereta api antara Puruk Cahu di Kabupaten Murung Raya dan Bangkuang di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, ditargetkan dimulai pada awal tahun 2012. Jalur sepanjang sekitar 185 km itu akan digunakan untuk mengangkut batu bara. Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang di Palangkaraya mengatakan, proses pembangunan sudah tahap request for proposal. (RIZ/BAY)
Sumber: http://megapolitan.kompas.com/read/2011/...ahului.DKI
Uhuyy... bentar lagi di Makassar ada monorail loh... selamat yah untuk kota makassar....
MAKASSAR, KOMPAS - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kota Makassar serta Pemerintah Kabupaten Maros dan Gowa akan segera memiliki jalur rel ringan (monorel) untuk mengatasi kemacetan. Pembangunan akan dilakukan PT Hadji Kalla yang menginvestasikan dana sebesar Rp 4 triliun untuk monorel sepanjang 34,3 kilometer.
Sebagai perbandingan, Pemprov DKI Jakarta sebetulnya telah mendirikan tiang-tiang monorel sejak enam tahun lalu, tetapi proyek itu telantar.
Direktur Pengembangan PT Hadji Kalla, Solihin Kalla, Senin (25/7), mengatakan, pembangunan monorel dibagi dalam tiga tahap, yakni rute Terminal Daya-Pasar Sentral (14,1 km), Terminal Daya-Bandara Sultan Hasanuddin (8,1 km), dan lingkar dalam Kota Makassar (12,1 km).
â€Pembangunan tahap pertama akan dimulai setelah studi kelayakan selesai tahun depan,†kata Solihin seusai penandatanganan kesepakatan dengan Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar, Pemkab Maros, dan Gowa. Hadir juga mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan istri.
Menurut Solihin, pembangunan tahap pertama diperkirakan menelan biaya Rp 2 triliun untuk pengerjaan tiang fondasi rel dan pembuatan kereta monorel oleh PT Bukaka Teknik Utama. Kelak, satu rangkaian kereta monorel terdiri atas tiga gerbong berkapasitas 276-329 orang.
Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengatakan, moda transportasi monorel cocok untuk kota metropolitan yang mulai terjangkit kemacetan. Kemacetan antara lain disebabkan pertumbuhan jumlah warga pengguna angkutan umum.
Di kota berpenduduk 1,5 juta jiwa ini, jumlah pengguna angkutan umum per hari terus meningkat dari 516.000 orang pada 2007 menjadi 600.000 orang pada tahun lalu. Pertumbuhan itu tidak sebanding dengan 4.000 angkutan umum yang menjadi satu-satunya moda transportasi publik di Makassar.
Jusuf Kalla berpendapat, biaya pembangunan moda transportasi monorel relatif lebih murah dibandingkan dengan busway dan kereta bawah tanah. Monorel nyaris tidak membutuhkan pembebasan lahan karena fondasi hanya menggunakan median jalan ukuran 1 x 1 meter persegi.
Rel kereta api
Sementara itu, pembangunan rel kereta api antara Puruk Cahu di Kabupaten Murung Raya dan Bangkuang di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, ditargetkan dimulai pada awal tahun 2012. Jalur sepanjang sekitar 185 km itu akan digunakan untuk mengangkut batu bara. Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang di Palangkaraya mengatakan, proses pembangunan sudah tahap request for proposal. (RIZ/BAY)
Sumber: http://megapolitan.kompas.com/read/2011/...ahului.DKI
Uhuyy... bentar lagi di Makassar ada monorail loh... selamat yah untuk kota makassar....

