04-09-2011, 11:29 AM
(This post was last modified: 04-09-2011, 11:30 AM by Adi Sutjipto.)
Turn Table di Depo Traksi Malang
Gambar 01
[spoiler]
[/spoiler]
Menjelang masuk TT Depo Traksi ML
Gambar 02
[spoiler]
[/spoiler]
Alat bantu dorong dan pengait
Gambar 03
[spoiler]
[/spoiler]
Roda penumpu
Gambar 04
[spoiler]
[/spoiler]
Sebentar lagi Loko akan masuk dari Setasiun/ Depo Traksi Malang
Gambar 05
[spoiler]
[/spoiler]
Persiapan.....
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Gambar 06
[spoiler]
[/spoiler]
Perlahan, Loko mulai menempatkan diri,
jadi mirip aba-aba upacara bendera saja.....
Gambar 07
[spoiler]
[/spoiler]
Posisi pengait/ pengikat rel asal dengan pemutar,
harus dalam keadaan terkunci dengan aman.
Gambar 08
[spoiler]
[/spoiler]
Maju dengan perlahan.
Gambar 09
[spoiler]
[/spoiler]
Berusaha agar letak Loko pada posisi imbang,
agar waktu memutar, beban pasing-masing menjadi sama.
Gambar 10
[spoiler]
[/spoiler]
Jika kedudukkan kedua ujung rel sama,
dianggap sudah seimbang, pengaitpun mulai dilepaskan.
persiapan memutar.
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Gambar 11
[spoiler]
[/spoiler]
Salah satu tempat pengunci.
Gambar 12
[spoiler]
[/spoiler]
Mulai diputar, masing-masing dua orang sudah cukup.
[total cukup empat orang]
Gambar 13
[spoiler]
[/spoiler]
Hampir selesai,
posisi Loko sudah menghadap kearah setasiun,
ini hanya untuk loko yang kerarah Jakarta, yang perlu dibalik arah.
Gambar 14
[spoiler]
[/spoiler]
Siap masuk Depo Traksi Malang untuk istirahat,
agar nanti siang/ sore, siap berdinas kembali.
Di Malang, setiap pagi setelah rangkaian masuk,
hanya ada empat loko yang diputar.
Matarmaja, Gajayana, Malabar dan Senja Kediri/ Malang.
Gambar 01
[spoiler]
[/spoiler]Menjelang masuk TT Depo Traksi ML
Gambar 02
[spoiler]
[/spoiler]Alat bantu dorong dan pengait
Gambar 03
[spoiler]
[/spoiler]Roda penumpu
Gambar 04
[spoiler]
[/spoiler]Sebentar lagi Loko akan masuk dari Setasiun/ Depo Traksi Malang
Gambar 05
[spoiler]
[/spoiler]Persiapan.....
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Gambar 06
[spoiler]
[/spoiler]Perlahan, Loko mulai menempatkan diri,
jadi mirip aba-aba upacara bendera saja.....
Gambar 07
[spoiler]
[/spoiler]Posisi pengait/ pengikat rel asal dengan pemutar,
harus dalam keadaan terkunci dengan aman.
Gambar 08
[spoiler]
[/spoiler]Maju dengan perlahan.
Gambar 09
[spoiler]
[/spoiler]Berusaha agar letak Loko pada posisi imbang,
agar waktu memutar, beban pasing-masing menjadi sama.
Gambar 10
[spoiler]
[/spoiler]Jika kedudukkan kedua ujung rel sama,
dianggap sudah seimbang, pengaitpun mulai dilepaskan.
persiapan memutar.
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Gambar 11
[spoiler]
[/spoiler]Salah satu tempat pengunci.
Gambar 12
[spoiler]
[/spoiler]Mulai diputar, masing-masing dua orang sudah cukup.
[total cukup empat orang]
Gambar 13
[spoiler]
[/spoiler]Hampir selesai,
posisi Loko sudah menghadap kearah setasiun,
ini hanya untuk loko yang kerarah Jakarta, yang perlu dibalik arah.
Gambar 14
[spoiler]
[/spoiler]Siap masuk Depo Traksi Malang untuk istirahat,
agar nanti siang/ sore, siap berdinas kembali.
Di Malang, setiap pagi setelah rangkaian masuk,
hanya ada empat loko yang diputar.
Matarmaja, Gajayana, Malabar dan Senja Kediri/ Malang.


![[Image: BonBon.jpg]](http://i1255.photobucket.com/albums/hh636/kadaop_x/BonBon.jpg)