14-01-2009, 12:04 PM
Sta. TJP jaman mbiyen...
Stasiun Tanjung Priok dibangun setelah aktifnya Pelabuhan Tanjung Priok yang dibangun sejak 1877-1883, untuk menggantikan Pelabuhan Sunda Kelapa yang sejak dibukanya Terusan Suez (1868) tidak lagi dapat menampung armada kapal-kapal uap antar benua yang menggantikan kapal layar.
Stasiun Tanjung Priok menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan Kota Batavia yang berada di selatan. Alasan pembangunan ini karena pada masa lalu wilayah Tanjung Priok sebagian besar adalah hutan dan rawa-rawa yang berbahaya sehingga dibutuhkan sarana transportasi yang aman pada saat itu (kereta api).
![[Image: 20090114120106_e5gtfo_496d7192302b3-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20090114120106_e5gtfo_496d7192302b3-t.jpg)
Peta Batavia & sekitarnya, 1909 [de Bussy, Amsterdam]
![[Image: 20090114120106_2vkdtw1_496d71922b507-t.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20090114120106_2vkdtw1_496d71922b507-t.jpg)
Peta Batavia dan sekitarnya, 1920an [Official tourist bureau, Weltevreden]
Stasiun Tanjung Priok yang pertama dibangun pada 1885, disebelah utara dari bangunan yang sekarang (lihat peta 1909) untuk mendekati pelabuhan kala itu. Terlihat jaringan kereta-api hingga ke dalam dermaga pelabuhan.
Keramaian pelabuhan Tanjung Priok saat itu membuat stasiun yang pertama dirasa kurang memadai. Hingga tepatnya pada tahun 1914 pada masa Gubernur Jendral A.F.W. Idenburg (1909-1916) dibangun stasiun baru sekitar 1 km di sebelah selatan bangunan lama (lihat peta 1920-an). Arsiteknya adalah C.W. Koch, insinyur utama dari Staats-Spoorwegen (Perusahaan Kereta-api Negara, berdiri sejak 6 April 1875). Untuk menyelesaikan stasiun ini, diperlukan sekitar 1.700 tenaga kerja dan 130 diantaranya adalah pekerja berbangsa Eropa. Stasiun ini merupakan stasiun monumental dengan delapan jalur ganda. Bangunannya bertumpu pada ratusan tiang pancang yang memiliki atap penutup dari beton. Hiasan kaca patri dan ornamen profil keramik pada dinding semakin menambah kecantikan interior stasiun. Juga dilakukan selamatan untuk seluruh karyawan dengan menanam dua kepala kerbau di sisi stasiun.
Tanjung Priok berperan sebagai tempat transit warga Barat yang datang ke Batavia dan sekitarnya. Mereka naik kereta api dari stasiun KA Tanjung Priok. Di salah satu bagian dari stasiun KA itu dulu terdapat fungsi hotel yang cukup baik bagi mereka yang tiba kemalaman. Stasiun ini bukan hanya mengangkut penumpang untuk kota Batavia dan sekitarnya, tapi juga untuk jarak jauh seperti Semarang dan Surabaya.
Tepat pada ulang tahun ke-50 Staats-Spoorwegen, 6 April 1925, Stasiun Tanjung Priok diresmikan dan bersamaan dengan pembukaan jalur elektrifikasi Tanjung Priok - Meester Cornelis yang dilayani Kereta berloko-listrik seri SS-3200 (buatan Werkspoor, Belanda dan perangkat listrik dari Westinghouse-Hemaaf, Jerman).
Seiring waktu dan jaman, kemegahan dan keramaian Stasiun Tanjung Priok mulai surut disamping terbentur regulasi oleh PT. Kerata Api Indonesia (KAI). Sejak tahun 2000-an, dengan alasan tertentu pihak PT. KAI tidak lagi mengoperasikan stasiun yang dulu melayani penumpang kelas ekonomi untuk tujuan Solo, Semarang, dan Surabaya. Kini, stasiun tersebut hanya melayani kereta barang tujuan Bandung dan Surabaya. Itupun frekuensi nya tidak padat, tiga kali sehari untuk kereta barang ke Bandung dan 5-6 kali seminggu ke Surabaya.
Kondisi saat ini sangat tak terawat baik di dalam bangunan stasiun maupun dilingkungan sekitarnya. Di bagian depan dan samping stasiun terdapat loket-loket biro berjalanan ke luar kota. Lengkap dengan spanduk-spanduk dan papan daftar perjalanan yang ditawarkan. Disisi rel telah berdiri gubuk-gubuk liar, bahkan ada yang menempati persis diatas rel yang sudah tak dioperasikan. Di Stasiun Tanjung Priok terdapat delapan rel dengan sistem rel ganda, tapi hanya tiga rel yang masih bisa dipergunakan.
Hingga ada wacana beberapa tahun terakhir bahwa stasiun kereta ini akan difungsikan kembali melayani rute dalam kota dengan menggunakan kereta api listrik (KRL). Rute yang direncanakan adalah Tanjung Priok-Jakarta kota dan Tanjung Priok- Jatinegara. Namun melihat banyaknya rel kereta api yang tertutup bangunan liar baik di stasiun kereta api maupun disepanjang jalur yang akan difungsikan kembali. Artinya, dibutuhkan dana besar untuk menjadikan stasiun tersebut sebagai bagian dari program transportasi dalam kota.
![[Image: 1885_Station%20te%20Tandjoengpriok%20bij...d=86668873]](http://images.masoye.multiply.com/image/23/photos/68/500x500/1/1885_Station%20te%20Tandjoengpriok%20bij%20Batavia%20(woodbury%20&%20page).jpg?et=cveKgKistjTgpKPhCTzCvA&nmid=86668873)
1885 Stasiun Tg.Priok lama
Woodbury & Page (KITLV) mengabadikan Stasiun Tandjong Priok pada awal selesai dibangun pada tahun 1885.
Lokasi stasiun berada di sebelah utara dari posisi bangunan stasiun Tanjung Priuk saat ini. Silahkan lihat peta pada 1909.
![[Image: 1895_Het%20station%20van%20Tandjong%20Pr...d=86668873]](http://images.masoye.multiply.com/image/20/photos/68/500x500/2/1895_Het%20station%20van%20Tandjong%20Priok.JPG?et=M4FZ5LD8uIXdB2cRfq2LWg&nmid=86668873)
1895 Sisi dalam Stasiun Tg.Priok
Sisi dalam dari stasiun Tg. Priok lama yang dibangun pada 1885. Lokasi stasiun berada di sebelah utara dari posisi bangunan stasiun Tanjung Priuk saat ini. Silahkan lihat peta pada 1909.
![[Image: 1910_St%20Tandjong%20Priok.jpg?et=mAPfVd...d=86668873]](http://images.masoye.multiply.com/image/18/photos/68/500x500/3/1910_St%20Tandjong%20Priok.jpg?et=mAPfVdcrpEmUQsmoNqfElQ&nmid=86668873)
1910 Stasiun Tandjong Priok lama
Sebuah kartu pos pada 1910-an mengabadikan suasana didepan Stasiun Tandjong Priok yang dibangun pada tahun 1885. Lokasi stasiun berada di sebelah utara dari posisi bangunan stasiun Tanjung Priuk saat ini. Silahkan lihat peta pada 1909.
![[Image: 1915_St.%20Tandjong%20Priok.jpg?et=Y7bee...d=86668873]](http://images.masoye.multiply.com/image/18/photos/68/500x500/4/1915_St.%20Tandjong%20Priok.jpg?et=Y7beeRIjGqf6KC%2CcHA9ojA&nmid=86668873)
1915
[img]http://images.masoye.multiply.com/image/21/photos/68/500x500/5/1930an_Het%20spoorwegstation%20van%20de%20'SS%20en%20T'%20in%20Tandjong%20Priok.JPG?et=WuoLvcW0UZLjYRH5w%2Cyc3Q&nmid=86668873[/img]
1930-an
Bangunan baru stasiun Tandjong Priok sekitar 1 km di sebelah selatan dari bangunan stasiun lama (lihat peta 1920-an).
![[Image: 1930s_Stasiun%20Tj.%20Priok.JPG?et=klmNc...d=86668873]](http://images.masoye.multiply.com/image/18/photos/68/500x500/6/1930s_Stasiun%20Tj.%20Priok.JPG?et=klmNcYHPXSMBSOBLFADTXA&nmid=86668873)
1930an
Bangunan baru stasiun Tandjong Priok sekitar 1 km di sebelah selatan dari bangunan stasiun lama (lihat peta 1920-an).
[img]http://images.masoye.multiply.com/image/14/photos/68/500x500/53/1930_Spoorwegemplacement%20van%20de%20'SS%20en%20T'%20te%20Tandjoengpriok.JPG?et=ZD9uzDOsdQ6ZWV9YEzBrQw&nmid=86668873[/img]
1930_8 jalur ganda
[img]http://images.masoye.multiply.com/image/18/photos/68/500x500/7/1947_Gerepatrieerde%20Romusha''s%20in%20spoorwegstation%20van%20Tanjung%20Priok%20na%20hun%20aankomst%20in%20de%20haven%202.jp?et=GFP3bF7Ve2ZWg%2CwfbwaChQ&nmid=86668873[/img]
1947_kedatangan eks-Romusha
Pengembalian para pekerja bekas Romusha ke daerah asal masing-masing setelah kedatangan mereka dari pelabuhan Tandjong Priok.
![[Image: 1955_Station%20Tandjoengpriok.JPG?et=Uw%...d=86668873]](http://images.masoye.multiply.com/image/18/photos/68/500x500/8/1955_Station%20Tandjoengpriok.JPG?et=Uw%2ByOHn4IWBDAKzaqzZWpg&nmid=86668873)
1955
Sumber
Stasiun Tanjung Priok dibangun setelah aktifnya Pelabuhan Tanjung Priok yang dibangun sejak 1877-1883, untuk menggantikan Pelabuhan Sunda Kelapa yang sejak dibukanya Terusan Suez (1868) tidak lagi dapat menampung armada kapal-kapal uap antar benua yang menggantikan kapal layar.
Stasiun Tanjung Priok menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan Kota Batavia yang berada di selatan. Alasan pembangunan ini karena pada masa lalu wilayah Tanjung Priok sebagian besar adalah hutan dan rawa-rawa yang berbahaya sehingga dibutuhkan sarana transportasi yang aman pada saat itu (kereta api).
Peta Batavia & sekitarnya, 1909 [de Bussy, Amsterdam]
Peta Batavia dan sekitarnya, 1920an [Official tourist bureau, Weltevreden]
Stasiun Tanjung Priok yang pertama dibangun pada 1885, disebelah utara dari bangunan yang sekarang (lihat peta 1909) untuk mendekati pelabuhan kala itu. Terlihat jaringan kereta-api hingga ke dalam dermaga pelabuhan.
Keramaian pelabuhan Tanjung Priok saat itu membuat stasiun yang pertama dirasa kurang memadai. Hingga tepatnya pada tahun 1914 pada masa Gubernur Jendral A.F.W. Idenburg (1909-1916) dibangun stasiun baru sekitar 1 km di sebelah selatan bangunan lama (lihat peta 1920-an). Arsiteknya adalah C.W. Koch, insinyur utama dari Staats-Spoorwegen (Perusahaan Kereta-api Negara, berdiri sejak 6 April 1875). Untuk menyelesaikan stasiun ini, diperlukan sekitar 1.700 tenaga kerja dan 130 diantaranya adalah pekerja berbangsa Eropa. Stasiun ini merupakan stasiun monumental dengan delapan jalur ganda. Bangunannya bertumpu pada ratusan tiang pancang yang memiliki atap penutup dari beton. Hiasan kaca patri dan ornamen profil keramik pada dinding semakin menambah kecantikan interior stasiun. Juga dilakukan selamatan untuk seluruh karyawan dengan menanam dua kepala kerbau di sisi stasiun.
Tanjung Priok berperan sebagai tempat transit warga Barat yang datang ke Batavia dan sekitarnya. Mereka naik kereta api dari stasiun KA Tanjung Priok. Di salah satu bagian dari stasiun KA itu dulu terdapat fungsi hotel yang cukup baik bagi mereka yang tiba kemalaman. Stasiun ini bukan hanya mengangkut penumpang untuk kota Batavia dan sekitarnya, tapi juga untuk jarak jauh seperti Semarang dan Surabaya.
Tepat pada ulang tahun ke-50 Staats-Spoorwegen, 6 April 1925, Stasiun Tanjung Priok diresmikan dan bersamaan dengan pembukaan jalur elektrifikasi Tanjung Priok - Meester Cornelis yang dilayani Kereta berloko-listrik seri SS-3200 (buatan Werkspoor, Belanda dan perangkat listrik dari Westinghouse-Hemaaf, Jerman).
Seiring waktu dan jaman, kemegahan dan keramaian Stasiun Tanjung Priok mulai surut disamping terbentur regulasi oleh PT. Kerata Api Indonesia (KAI). Sejak tahun 2000-an, dengan alasan tertentu pihak PT. KAI tidak lagi mengoperasikan stasiun yang dulu melayani penumpang kelas ekonomi untuk tujuan Solo, Semarang, dan Surabaya. Kini, stasiun tersebut hanya melayani kereta barang tujuan Bandung dan Surabaya. Itupun frekuensi nya tidak padat, tiga kali sehari untuk kereta barang ke Bandung dan 5-6 kali seminggu ke Surabaya.
Kondisi saat ini sangat tak terawat baik di dalam bangunan stasiun maupun dilingkungan sekitarnya. Di bagian depan dan samping stasiun terdapat loket-loket biro berjalanan ke luar kota. Lengkap dengan spanduk-spanduk dan papan daftar perjalanan yang ditawarkan. Disisi rel telah berdiri gubuk-gubuk liar, bahkan ada yang menempati persis diatas rel yang sudah tak dioperasikan. Di Stasiun Tanjung Priok terdapat delapan rel dengan sistem rel ganda, tapi hanya tiga rel yang masih bisa dipergunakan.
Hingga ada wacana beberapa tahun terakhir bahwa stasiun kereta ini akan difungsikan kembali melayani rute dalam kota dengan menggunakan kereta api listrik (KRL). Rute yang direncanakan adalah Tanjung Priok-Jakarta kota dan Tanjung Priok- Jatinegara. Namun melihat banyaknya rel kereta api yang tertutup bangunan liar baik di stasiun kereta api maupun disepanjang jalur yang akan difungsikan kembali. Artinya, dibutuhkan dana besar untuk menjadikan stasiun tersebut sebagai bagian dari program transportasi dalam kota.
![[Image: 1885_Station%20te%20Tandjoengpriok%20bij...d=86668873]](http://images.masoye.multiply.com/image/23/photos/68/500x500/1/1885_Station%20te%20Tandjoengpriok%20bij%20Batavia%20(woodbury%20&%20page).jpg?et=cveKgKistjTgpKPhCTzCvA&nmid=86668873)
1885 Stasiun Tg.Priok lama
Woodbury & Page (KITLV) mengabadikan Stasiun Tandjong Priok pada awal selesai dibangun pada tahun 1885.
Lokasi stasiun berada di sebelah utara dari posisi bangunan stasiun Tanjung Priuk saat ini. Silahkan lihat peta pada 1909.
1895 Sisi dalam Stasiun Tg.Priok
Sisi dalam dari stasiun Tg. Priok lama yang dibangun pada 1885. Lokasi stasiun berada di sebelah utara dari posisi bangunan stasiun Tanjung Priuk saat ini. Silahkan lihat peta pada 1909.
![[Image: 1910_St%20Tandjong%20Priok.jpg?et=mAPfVd...d=86668873]](http://images.masoye.multiply.com/image/18/photos/68/500x500/3/1910_St%20Tandjong%20Priok.jpg?et=mAPfVdcrpEmUQsmoNqfElQ&nmid=86668873)
1910 Stasiun Tandjong Priok lama
Sebuah kartu pos pada 1910-an mengabadikan suasana didepan Stasiun Tandjong Priok yang dibangun pada tahun 1885. Lokasi stasiun berada di sebelah utara dari posisi bangunan stasiun Tanjung Priuk saat ini. Silahkan lihat peta pada 1909.
![[Image: 1915_St.%20Tandjong%20Priok.jpg?et=Y7bee...d=86668873]](http://images.masoye.multiply.com/image/18/photos/68/500x500/4/1915_St.%20Tandjong%20Priok.jpg?et=Y7beeRIjGqf6KC%2CcHA9ojA&nmid=86668873)
1915
[img]http://images.masoye.multiply.com/image/21/photos/68/500x500/5/1930an_Het%20spoorwegstation%20van%20de%20'SS%20en%20T'%20in%20Tandjong%20Priok.JPG?et=WuoLvcW0UZLjYRH5w%2Cyc3Q&nmid=86668873[/img]
1930-an
Bangunan baru stasiun Tandjong Priok sekitar 1 km di sebelah selatan dari bangunan stasiun lama (lihat peta 1920-an).
1930an
Bangunan baru stasiun Tandjong Priok sekitar 1 km di sebelah selatan dari bangunan stasiun lama (lihat peta 1920-an).
[img]http://images.masoye.multiply.com/image/14/photos/68/500x500/53/1930_Spoorwegemplacement%20van%20de%20'SS%20en%20T'%20te%20Tandjoengpriok.JPG?et=ZD9uzDOsdQ6ZWV9YEzBrQw&nmid=86668873[/img]
1930_8 jalur ganda
[img]http://images.masoye.multiply.com/image/18/photos/68/500x500/7/1947_Gerepatrieerde%20Romusha''s%20in%20spoorwegstation%20van%20Tanjung%20Priok%20na%20hun%20aankomst%20in%20de%20haven%202.jp?et=GFP3bF7Ve2ZWg%2CwfbwaChQ&nmid=86668873[/img]
1947_kedatangan eks-Romusha
Pengembalian para pekerja bekas Romusha ke daerah asal masing-masing setelah kedatangan mereka dari pelabuhan Tandjong Priok.
1955
Sumber
![[Image: spammingsj0.gif]](http://i1211.photobucket.com/albums/cc423/gegenugroho/spammingsj0.gif)

