13-06-2011, 09:00 PM
(13-06-2011, 04:55 PM)Warteg Wrote:(13-06-2011, 04:23 PM)CC 203 20 Wrote:Sepertinya kita akan punya kendala.............(11-06-2011, 06:33 AM)Gregoriusparahyangan Wrote:Iyalah,, harus mulai dari 0 lagi,, infrastrukturnya,, gaugenya pun mau-ga-mau harus 1435 mm, ukuran relnya pun klo ga R-60 seperti Shinkansen,, ya R-75,, makin berat aja tuh rel per meternya(10-06-2011, 03:51 PM)Warteg Wrote:gauge nya ? apakah berpengaruh ?(10-06-2011, 03:46 PM)Ken Aditya Wrote: ...........................Setuju............. Optimalisasikan (pembangunan) jalur KA
Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno mengatakan, lebih baik membangun kereta cepat daripada jalan tol. " Penumpangnya naik kereta cepat, sedangkan barang dapat memanfaatkan jalur ganda existing,' ujarnya.
KA argo Cahaya pernah direncanakan pemerintah untuk menempuh Jakarta-Surabaya dengan kecepatan 300 km perjam. Wakt tempuhnya, maksimal 2,5 jam.
.................
Wah, taspat 300Km/jam relnya mesti ganti pake yang tipe R-75 dong kaya yang diluaran negeri sana.......................
Kalo misal pake R75 yang notabene berat, jadi bantalan pun harus diganti yang sesuai, nah sekarang kondisi geografis kita yang notabene tanahnya gembur, apakan nanti gak menimbulkan masalah kalau tumpuan berat sedangkan tanah (gembur, lembek) labil............
Ya klo KA cepat gitu struktur jln rel'a pun wajib slab track, bukan ballasted track seperti skrg ini.




