22-04-2011, 10:14 PM
(22-04-2011, 06:33 PM)phadeen Wrote:(22-04-2011, 12:51 PM)kukun_KSL Wrote: sebenarnya bisa kalo 2 set. Probo bisa dibatalkan perjalannya, sebab kalo 2 set, TA yg dari Blitar/Tulungagung jadwalnya gakbeda jauh dg Probo, Ingat dulu waktu rengganis 2 set, Jadwalnya yg dari ML mepet dg probo dari Pb, bgitupun keberangkatan BW jadwal mepet. Saya lihat, DAOP JR tu minim inovasi/kresai peluncuran KA baru, (kecuali cantik Ekspress), coba daop lain seperti DAOP 8 ( Rajalawali pag, dl ada Malang Ekspress, Komuter Susi,Sulam Arek Srokerto dsb), kemudian DAOP 7 ( bangunkarta Eksekutif, KRD Madiun jaya). tinggal sekrang kemauan dan keberanian berinovasi koq
Saya tertarik dengan statement anda yang saya BOLD.
Hmm..sebuah statement yang mungkin anda belum tahu dasarnya. Mengapa DAOP IX ga perna meluncurkan kereta baru, sudah menjadi rahasia umum lah kalau dari segi sarana tidak memenuhi. Lokomotif, harus menunggu berapa tahun untuk mendapatkan sebuah CC 201 91. Kalau dari segi lokomotif saja kita belum memadai, mengapa harus memiliki rangkaian kereta baru.
Sekarang meskipun udah ada 2 lokomotif DE yang beroperasi di lingkup daop IX, itu masih jauh dari cukup. Masih harus sering rolling, masih sering Tawang Alun mengalah, dan sebagainya.
Yahh..realistis sajah kawand..semua kereta api yang beroperasi di DAOP IX sedikit banyak telah cukup mengcover kebutuhan kami sebagai pengguna jasa kereta api..ga perlu asal bikin rangkaian baru tanpa perhitungan yang matang. Hasilnya telah anda lihat sendiri..CANTIK EKSPRESS..
Terima Kasih..
Salam Kereta Api
Begitu miris nasib si Cantik Ekspress, KA Eksbis dengan hanya 4 gerbong dikarenakan lokomotif yang sudah tua...
Kalau Tawang Alun mau jalan dengan 2 rangkaian, minimal DAOP IX harus punya 3 lokomotif CC dan perjalanan KA Tawang Alun harus dimundurkan dikit biar gak mepet sama Sri Tanjung...
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...

