03-03-2011, 12:41 PM
d'tRAiNeR Wrote:Saya mo nanya nih, kalo K1 eks-Bima yang dari Rumania itu apa sama dengan yang sekarang dikenal sebagai Sembrani New Image (blue retrofit) yang seri K1-845**?
Mohon pencerahannya, trims...
Pada th 1984 PJKA ( Pemerintah ) mendatangkan beberapa Gerbong dari Rumania antara lain :
13 K1 845xx
2 M1 845xx
3 BP ( lupa )
dari gerbong yang datang di atas 10 gerbong K1 dan 2 M1 dan 2 BP dialokasikan Pada KA Bima sehingga paradigma KA Bima berubah dari Kereta Tidur menjadi Kelas Eksekutip dan Kereta Tidur. dengan kedatangan 13 K1 dan 2 M1 ini rangkaian KA Bima yang semula CC 201 , 3 SBGW . 2 SAGW . FWAC . DPW , DW dengan kapasitas 150 penumpang sekali jalan berubah menjadi CC 201. 5 K1 , 2 SBGW ( KT ) , M1 . BP . B yang berkapasitas 260 penumpang kelas Eksekutip plus 72 penumpang Kereta Tidur. Total menjadi 332 penumpang . Sungguh sebuah penambahan kapasitas diatas 100 persen untuk sekali jalan , walaupun ada yang harus turun kelas. Desain K1 845 ini beda dengan K1 667 ... atau para pendahulunya karena tidak menggunakan sistim revolving seat.
sisa 3 K1 847 xx di alokasikan untuk KA Parahyangan yang saat itu memang berada pada jaman keemasan dengan tingkat permintaan penumpang yang begitu tinggi ,
Kini , 26 tahun tlah berlalu dan sang K1 845 xx pun mengalami pasang surut setelah dilepas dari stamformasi KA Bima setelah tergantikan oleh saudara mudanya K1 958xx ex rangkaian KA Argo Bromo non Anggrek yang dirasionalisasi karena surplus rangkaian. dan kini sang K1 845 xx pun sebagian ada yang di Retrofit menjadi " Jendela Pesawat " . bla...bla...bla.....
13 K1 845xx
2 M1 845xx
3 BP ( lupa )
dari gerbong yang datang di atas 10 gerbong K1 dan 2 M1 dan 2 BP dialokasikan Pada KA Bima sehingga paradigma KA Bima berubah dari Kereta Tidur menjadi Kelas Eksekutip dan Kereta Tidur. dengan kedatangan 13 K1 dan 2 M1 ini rangkaian KA Bima yang semula CC 201 , 3 SBGW . 2 SAGW . FWAC . DPW , DW dengan kapasitas 150 penumpang sekali jalan berubah menjadi CC 201. 5 K1 , 2 SBGW ( KT ) , M1 . BP . B yang berkapasitas 260 penumpang kelas Eksekutip plus 72 penumpang Kereta Tidur. Total menjadi 332 penumpang . Sungguh sebuah penambahan kapasitas diatas 100 persen untuk sekali jalan , walaupun ada yang harus turun kelas. Desain K1 845 ini beda dengan K1 667 ... atau para pendahulunya karena tidak menggunakan sistim revolving seat.
sisa 3 K1 847 xx di alokasikan untuk KA Parahyangan yang saat itu memang berada pada jaman keemasan dengan tingkat permintaan penumpang yang begitu tinggi ,
Kini , 26 tahun tlah berlalu dan sang K1 845 xx pun mengalami pasang surut setelah dilepas dari stamformasi KA Bima setelah tergantikan oleh saudara mudanya K1 958xx ex rangkaian KA Argo Bromo non Anggrek yang dirasionalisasi karena surplus rangkaian. dan kini sang K1 845 xx pun sebagian ada yang di Retrofit menjadi " Jendela Pesawat " . bla...bla...bla.....

