24-02-2011, 06:42 PM
Rute KRL Ditata Ulang
Jakarta, Kompas - PT Kereta Api Commuter Jabodetabek menata ulang rute kereta rel listrik tahun 2011. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja KRL yang saat ini menjadi moda transportasi bagi sekitar 500.000 orang setiap hari.
â€ÂTahun ini kami menata ulang rute KRL dari 37 rute menjadi lima rute saja. Dengan penataan ulang ini, akan ada stasiun-stasiun transit yang menjadi tempat pertukaran KRL jurusan yang satu dengan KRL lainnya,†ucap Direktur Utama PT KCJ Bambang Wibiyanto, Rabu (23/2).
Selama ini rute KRL masih mengarah ke stasiun di dalam kota Jakarta, seperti Stasiun Jakarta Kota, Manggarai, dan Tanah Abang. Nantinya, KRL dari Parung Panjang, Tangerang, dan Tanjung Priok akan berhenti di stasiun transit, seperti Stasiun Tanah Abang, Duri, dan Kampung Bandan.
Sementara KRL dari Bogor dan Bekasi akan menjadi kereta lingkar dalam Jakarta yang juga menghubungkan stasiun transit dengan stasiun lain di Jakarta.
Penumpang dari Tangerang, Bekasi, atau Tanjung Priok yang akan melanjutkan perjalanan ke dalam kota bisa menumpang KRL lingkar dalam. Penataan ulang rute KRL selesai akhir 2011. Selain itu, perjalanan KRL lingkar dalam bisa maksimal karena ada lebih banyak rangkaian kereta yang beroperasi.
â€ÂDari sisi perusahaan, kereta kami bisa terus penuh penumpang sehingga lebih efektif dan efisien,†tutur Sekretaris PT KCJ Makmur Syaheran.
Kereta lingkar Jakarta tidak terlampau laku karena seluruh KRL masuk sampai ke stasiun di tengah Jakarta.
Tambah stasiun
Penataan ulang perjalanan KRL juga diikuti penambahan lima stasiun baru di dalam kota, yakni Stasiun Matraman, Mampang, Tomang, Roxy, dan Bandengan.
â€ÂSejumlah stasiun juga akan diintegrasikan dengan moda transportasi lain, seperti di Stasiun Matraman, Mampang, Sudirman, Tomang, Roxy, Pasar Senen, Gambir, Juanda, dan Jakarta Kota,†kata Bambang.
Secara terpisah, Kepala Bidang Prasarana Sarana Jaringan Utilitas Dinas PU DKI Trijoko mengatakan, mass rapid transit (MRT) berbasis kereta api dipastikan terintegrasi dengan moda transportasi lain, khususnya kereta api dan bus transjakarta.
Rute masing-masing moda berbeda dan akan dipertemukan di stasiun-stasiun terintegrasi, seperti Lebak Bulus dan Dukuh Atas. â€ÂPembebasan lahan terkait MRT sudah dimulai sejak 2009 dan diiringi sosialisasi. Sosialisasi tahap dua pada Juni 2010,†kata Trijoko.
MRT tidak akan mengganggu lalu lintas kendaraan bermotor lainnya karena moda ini melayang di atas tanah. Tiang kolom penopang hanya berdiameter 2-3 meter dan ditempatkan persis di median jalan.
Hanya saja, saat pembangunan diperlukan ruang 8 meter tepat di tengah badan jalan untuk keperluan pengerjaan proyek. Jumlah stasiun layang dari Lebak Bulus–Sisingamangaraja tujuh buah dan di bawah tanah dari Senayan hingga Hotel Indonesia enam buah. (NEL/ART)
SUMBER
Jakarta, Kompas - PT Kereta Api Commuter Jabodetabek menata ulang rute kereta rel listrik tahun 2011. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja KRL yang saat ini menjadi moda transportasi bagi sekitar 500.000 orang setiap hari.
â€ÂTahun ini kami menata ulang rute KRL dari 37 rute menjadi lima rute saja. Dengan penataan ulang ini, akan ada stasiun-stasiun transit yang menjadi tempat pertukaran KRL jurusan yang satu dengan KRL lainnya,†ucap Direktur Utama PT KCJ Bambang Wibiyanto, Rabu (23/2).
Selama ini rute KRL masih mengarah ke stasiun di dalam kota Jakarta, seperti Stasiun Jakarta Kota, Manggarai, dan Tanah Abang. Nantinya, KRL dari Parung Panjang, Tangerang, dan Tanjung Priok akan berhenti di stasiun transit, seperti Stasiun Tanah Abang, Duri, dan Kampung Bandan.
Sementara KRL dari Bogor dan Bekasi akan menjadi kereta lingkar dalam Jakarta yang juga menghubungkan stasiun transit dengan stasiun lain di Jakarta.
Penumpang dari Tangerang, Bekasi, atau Tanjung Priok yang akan melanjutkan perjalanan ke dalam kota bisa menumpang KRL lingkar dalam. Penataan ulang rute KRL selesai akhir 2011. Selain itu, perjalanan KRL lingkar dalam bisa maksimal karena ada lebih banyak rangkaian kereta yang beroperasi.
â€ÂDari sisi perusahaan, kereta kami bisa terus penuh penumpang sehingga lebih efektif dan efisien,†tutur Sekretaris PT KCJ Makmur Syaheran.
Kereta lingkar Jakarta tidak terlampau laku karena seluruh KRL masuk sampai ke stasiun di tengah Jakarta.
Tambah stasiun
Penataan ulang perjalanan KRL juga diikuti penambahan lima stasiun baru di dalam kota, yakni Stasiun Matraman, Mampang, Tomang, Roxy, dan Bandengan.
â€ÂSejumlah stasiun juga akan diintegrasikan dengan moda transportasi lain, seperti di Stasiun Matraman, Mampang, Sudirman, Tomang, Roxy, Pasar Senen, Gambir, Juanda, dan Jakarta Kota,†kata Bambang.
Secara terpisah, Kepala Bidang Prasarana Sarana Jaringan Utilitas Dinas PU DKI Trijoko mengatakan, mass rapid transit (MRT) berbasis kereta api dipastikan terintegrasi dengan moda transportasi lain, khususnya kereta api dan bus transjakarta.
Rute masing-masing moda berbeda dan akan dipertemukan di stasiun-stasiun terintegrasi, seperti Lebak Bulus dan Dukuh Atas. â€ÂPembebasan lahan terkait MRT sudah dimulai sejak 2009 dan diiringi sosialisasi. Sosialisasi tahap dua pada Juni 2010,†kata Trijoko.
MRT tidak akan mengganggu lalu lintas kendaraan bermotor lainnya karena moda ini melayang di atas tanah. Tiang kolom penopang hanya berdiameter 2-3 meter dan ditempatkan persis di median jalan.
Hanya saja, saat pembangunan diperlukan ruang 8 meter tepat di tengah badan jalan untuk keperluan pengerjaan proyek. Jumlah stasiun layang dari Lebak Bulus–Sisingamangaraja tujuh buah dan di bawah tanah dari Senayan hingga Hotel Indonesia enam buah. (NEL/ART)
SUMBER
693-5073-893-673

