23-11-2010, 12:01 PM
(23-11-2010, 11:34 AM)dedy vh Wrote:Quote: Unstoppable, Film Inspiratif bagi Dunia Perkeretaapiansaksikan film action tersebut di bioskop kesayangan anda
16/11/2010 16:06:50 WIB
JAKARTA, investorindonesia.com
Banyak film yang mengambil seting lokasi di sebuah kereta api. Sebut saja di antaranya Money Train (Wesley Snipes dan Woody Harrelson), atau Undersiege 2 (Steven Seagal). Namun, tidak ada di antara mereka yang berkisah tentang kereta api itu sendiri.
Nah, Unstoppable boleh jadi film yang pertama. Sebuah kerjasama baik antara masinis senior, Frank Barnes (Dansel Washington) dan kondektur muda Will Colson (Chris Pine) dalam menyelamatkan sebuah rangkaian kereta yang membawa bahan-bahan kimia berbahaya, yang sebenarnya rangkaian kereta yang akan diselamatkan itu berjalan dengan sendirinya tanpa dikenalikan oleh masinis.
Unstoppable disutradarai oleh Tony Scott dan ditulis oleh Mark Bomback. Bercerita bagaimana kedua pekerja perkeretaapian ini baru pertama kali bekerjasama dalam sebuah pekerjaan membawa rangkaian kereta api barang. Dan dengan rasa tanggung jawab yang tinggi, mereka mau menyelamatkan rangkaian kereta api tanpa dikendalikan oleh masinis walau taruhannya pemecatan dari boss mereka, Galvin (Kevin Dunn).
Karena kecerobohan masinis Dewey (Ethan Suplee) rangkaian kereta barang dengan nama 777 melaju tanpa terkendali lagi. Peran Connie Hooper (Rosario Dawson) sangat besar dalam masalah ini, karena dia yang bertugas mengatur lalu lintas kereta api yang cukup padat. Sementara itu peran Ned Oldham (Lew Temple), seorang tukang las rel kereta api juga cukup diperhitungkan saat mobil yang dikendarainya membawa Will Colson menghentikan kereta 777.
Unstoppable dibumbui dengan adegan-adegan romantis, seputar kurang mesranya hubungan suami istri antara Will Colson dan istrinya Darcy Colson (Jessy Schram). Juga adanya sedikit permasalahan antara Frank Barnes dengan kedua putrinya Nicole (Elizabeth Mathis) dan Maya (Meagan Tandy) yang bekerja sebagai pelayan di Hooters Club.
Unstoppable diperkirakan menghabiskan dana US$ 85 juta dalam masa produksinya. Kota Pennsylvania menjadi lokasi diproduksinya film tersebut.
Bila menyaksikan Unstoppable, kita hanya bisa berharap agar manajemen pengaturan lalu lintas perkretaapian di Indonesia dapat lebih baik dalam pelaksanaannya. Kecelakaan karena masalah teknis dan orang atau human error dapat dikurangi bahkan dihilangkan. (gor/hrb
Dijaringan 21 cineplex dan XXI masih coming soon, premiere nya sabtu kemarin sudah diputar sebagai midnight session,
kemungkinan minggu depan sudah bisa dinikmati di jaringan bioskop kesayangan RF masing masing.
Film yg hukum nya wajib di tonton bagi RF .


