19-11-2010, 11:01 PM
Jalan tol itu hanya bisa dinikmati oleh orang yang punya mobil, sedangkan petani jarang ada yang punya mobil. Kalaupun ada, mereka jelas harus ke pusat kota atau kawasan strategis untuk masuk tol karena hampir tidak mungkin pintu tol dibangun di kawasan terpencil seperti di Sengon, Sukorejo, dll. Hanya kereta api yang mampu menembus kawasan terpencil yang kebanyakan masyarakatnya hidup menengah kebawah dan merupakan satu - satunya transportasi multi level dimana di dalam 1 rangkaian kereta api bukan tidak mungkin akan terdapat penumpang dari yang berpeci sampai berdasi, dari ransel sampai koper. Mengenai harga tanah yang rendah, itu bukan karena dipotong oleh rel, tapi karena memang itu tanah letaknya di tempat terpencil. Coba jika tanah yang dipotong rel berada di tengah kota, misalnya di daerah Gubeng atau Pasar Turi.
Jangankan kalian, saya dan ribuan manajer dan karyawan PLN sendiri BENCI sama tuh orang. Tanya saja sama orang - orang PLN, pasti jawabannya sama, "Tuh orang goblok yang gak tau perjuangan orang PLN asli karena dia bukan orang PLN". Memang tuh orang asal ngomong saja.
Jangankan kalian, saya dan ribuan manajer dan karyawan PLN sendiri BENCI sama tuh orang. Tanya saja sama orang - orang PLN, pasti jawabannya sama, "Tuh orang goblok yang gak tau perjuangan orang PLN asli karena dia bukan orang PLN". Memang tuh orang asal ngomong saja.
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...

