15-09-2010, 03:44 PM
koyasdaopVI Wrote:15-Sep-2010, 09:15 AM(Hari ini 09:07 AM)BAMBANG EKO Wrote: [ -> ]
bagus70 Wrote:09-Sep-2010, 06:20 PMSaya kadang kepikiran, bagaimana ya kalau Cirex diganti pakai KRDE? Tentu saja dengan interior yang disesuaikan.
Lumayan juga untuk membantu mengurangi masalah kekurangan loko di CN.
Usul bagus Mas Bagus , tetapi desain pintu jangan terlalu banyak , dan ditempatkan pada ujung gerbong seperti K2/K1 jadi jangan ada ditengah untuk mengurangi kesan KA Lokal / KRD/KRDE.
wah boleh juga tu om
trus kalo pake KRDE untuk membedakan kelasnya gmn om?
Standarisasi pembedaan Jenis , Kelas , Tingkatan . Harga , Suhu/Temperatur , Asam & Basa dari dulu kan sudah menggunakan Warna
Contoh untuk Sampah
Hiaju , Kuning , Biru , dan Merah yang masing2 untuk jenisnya : Organik , Unorganik , Logam dan Limbah B3
Contoh untuk Sampah
Hiaju , Kuning , Biru , dan Merah yang masing2 untuk jenisnya : Organik , Unorganik , Logam dan Limbah B3
Bahkan dahulu saat jamannya PJKA Karcis KA pun dibedakan juga berdasarkan warna , Hijau untuk Ekonomi , Merah untuk Klas Bisnis Ke atas ( CMIIW ) dan juga Warna gerbong dapat digunakan untuk membedakan Kelas . Pernah ada seperti Biru untuk klas Spesial , Hijau untuk Bisnis dan Merah untuk Ekonomi dll , jadi kesimpulannya nggak susah2 amat membedakan kelas Kereta Api berdasarkan Warna apalagi ditambah tulisan di pinggir pintu / dinding jendela misal : 1 , 2 , atau 3 untuk membedakan Kelas. Nggak susah kok. Yang paling susah justru merawat agar kondisi kereta dalam keadaan prima dan siap pakai. Setuju ?

