07-09-2010, 11:05 AM
07 September 2010 | 07:14 wib | Berita Mudik
Masyarakat Diminta Tidak Lempari Kereta Api
Solo, CyberNews. Selama arus mudik dan balik Lebaran 2010, intensitas perjalanan kereta api (KA) diperkirakan cukup padat. Karenanya, PT KA Daop VI Yogyakarta meminta masyarakat yang bertempat tinggal tak jauh dari rel terus berhati- hati.
Instansi tersebut juga meminta warga tidak iseng melempari kereta dengan bebatuan.
Menurut Kepala Depo Lokomotif PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VI Yogyakarta Area Solo Balapan Jumarno, selama ini masih sering terjadi pelemparan kereta dengan bebatuan. Oleh karenanya, pihaknya meminta agar masyarakat Solo dan sekitarnya menghentikan perilaku buruk semacam itu. “Kami berharap pada masyarakat tidak melempari kereta dengan batu. Hal itu sangat berbahaya,†kata Jumarno, beberapa waktu lalu.
Dia menuturkan, peristiwa semacam itu sering dilakukan oleh anak yang belum dewasa. Terkadang, beberapa diantaranya juga sudah dewasa. “Namun, kebanyakan masih anak-anak. Mereka biasanya jalan-jalan di dekat rel kereta sambil melihat, selanjutnya iseng melempari dengan kerikil dan bebatuan,†jelasnya.
Tak menutup kemungkinan, arus mudik dan balik ini masih terjadi perilaku iseng tersebut. Karenanya, pihaknya juga meminta kepada para orang tua agar membimbing anak-anaknya agar tidak melakukan tindakan merugikan seperti itu. Sebab, alat transportasi darat tersebut sedang mengangkut penumpang yang sedang bepergian.
"Mereka kan membutuhkan ketenangan. Jadi, kami mohon tidak ada aksi pelemparan meski hanya iseng belaka," paparnya.
Pihaknya juga mengaku rugi seandainya aksi lempar batu sampai memecahkan kaca jendela. Lagipula, petugas yang biasanya memeriksa kereta di depo sudah ditugaskan di luar seperti stasiun dan posko lebaran sejak H-7 lalu. "Misal benar ada aksi pelemparan batu, pemeriksaan tidak bisa dilakukan di depo. Mungkin akan dicek di stasiun, karena jadwal kereta sangat padat. Nah, kondisi seperti itu akan merugikan penumpang karena kereta-nya harus dicek dulu," tandasnya.
Dia menambakan, pihaknya berkewenangan memeriksa KA Argo Dwipangga, Argo Lawu, Senja Utama, Senja Bengawan dan Prambanan Ekspres (Prameks). Pemeriksaan dilakukan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Dengan demikian, keselamatan penumpang bisa terjamin selama perjalanan.
( Arif M Iqbal /CN13 )
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/rea...Kereta-Api
Masyarakat Diminta Tidak Lempari Kereta Api
Solo, CyberNews. Selama arus mudik dan balik Lebaran 2010, intensitas perjalanan kereta api (KA) diperkirakan cukup padat. Karenanya, PT KA Daop VI Yogyakarta meminta masyarakat yang bertempat tinggal tak jauh dari rel terus berhati- hati.
Instansi tersebut juga meminta warga tidak iseng melempari kereta dengan bebatuan.
Menurut Kepala Depo Lokomotif PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VI Yogyakarta Area Solo Balapan Jumarno, selama ini masih sering terjadi pelemparan kereta dengan bebatuan. Oleh karenanya, pihaknya meminta agar masyarakat Solo dan sekitarnya menghentikan perilaku buruk semacam itu. “Kami berharap pada masyarakat tidak melempari kereta dengan batu. Hal itu sangat berbahaya,†kata Jumarno, beberapa waktu lalu.
Dia menuturkan, peristiwa semacam itu sering dilakukan oleh anak yang belum dewasa. Terkadang, beberapa diantaranya juga sudah dewasa. “Namun, kebanyakan masih anak-anak. Mereka biasanya jalan-jalan di dekat rel kereta sambil melihat, selanjutnya iseng melempari dengan kerikil dan bebatuan,†jelasnya.
Tak menutup kemungkinan, arus mudik dan balik ini masih terjadi perilaku iseng tersebut. Karenanya, pihaknya juga meminta kepada para orang tua agar membimbing anak-anaknya agar tidak melakukan tindakan merugikan seperti itu. Sebab, alat transportasi darat tersebut sedang mengangkut penumpang yang sedang bepergian.
"Mereka kan membutuhkan ketenangan. Jadi, kami mohon tidak ada aksi pelemparan meski hanya iseng belaka," paparnya.
Pihaknya juga mengaku rugi seandainya aksi lempar batu sampai memecahkan kaca jendela. Lagipula, petugas yang biasanya memeriksa kereta di depo sudah ditugaskan di luar seperti stasiun dan posko lebaran sejak H-7 lalu. "Misal benar ada aksi pelemparan batu, pemeriksaan tidak bisa dilakukan di depo. Mungkin akan dicek di stasiun, karena jadwal kereta sangat padat. Nah, kondisi seperti itu akan merugikan penumpang karena kereta-nya harus dicek dulu," tandasnya.
Dia menambakan, pihaknya berkewenangan memeriksa KA Argo Dwipangga, Argo Lawu, Senja Utama, Senja Bengawan dan Prambanan Ekspres (Prameks). Pemeriksaan dilakukan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Dengan demikian, keselamatan penumpang bisa terjamin selama perjalanan.
( Arif M Iqbal /CN13 )
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/rea...Kereta-Api
.

