18-07-2010, 12:25 AM
(This post was last modified: 18-07-2010, 12:26 AM by black_cutlery.)
Teman2 RF sekalian, mau sedikit curhat nih. Kalo diperhatikan, di antara semua kota besar yang dilalui jalur KA, kok kelihatannya Cirebon itu ada kesan dianaktirikan ya? Kenapa demikian? Karena menurut saya, walaupun Cirebon itu ramai sebagai jalur transit KA dari barat ke timur Pulau Jawa, tapi ga ada satupun KA itu yang berasal dari Cirebon. Selain tentu aja ke Jakarta dengan Cireks dan Argo Jati..Rencana KA ke Bandung (Ppdyn Expres) malah jadi nggak jelas seiring dengan protes awak angkutan darat Bandung Cirebon.
Dalam perjalanan ke YK dengan Taksaka, saya pernah ngobrol dengan seorang penumpang yang naik dari Cirebon. Dia sedikit banyak mengeluhkan, kenapa ya kalau mau ke arah timur selalu harus numpang KA dari Jakarta (dan sekarang Bandung dengan Harina) tanpa kecuali. Karena namanya naik kereta yang transit, tentu saja berhentinya nggak selama kalau kereta itu memang berasal dari tempat itu. Dan menurut dia, jadi masalah kalo misalnya musim2 padat, penumpang Cirebon bisa dapat kursi yang minim banget. Dia bilang, "Kapan ya ada kereta CN-YK, CN-SB, CN-ML yang asli berangkat dari Cirebon dan bukan dari Jakarta. Padahal penumpang dari CN banyak lho". Makanya dia terus bilang, "Stasiun Cirebon itu emang ramai Mas, tapi sebenarnya sepi!"
Jangankan KA jarak jauh, kelihatannya Cirebon nggak punya KA komuter juga ya. Kaligung aja dari Semarang cuma sampe Tegal. Dulu seinget saya pernah ada KA Cisemar, CN-SMT. Tapi kayaknya udah ngga ada lagi (CMIIW). Mau ke SMT harus nunggu Fajut/Senjut atau Harina, mau ke Yk harus naik Taksaka atau Fajut/Senjut Yk, juga mau ke kota lain. Dan semuanya juga tergantung jatah penumpang dari Jakarta.
Apa betul okupansi penumpang dari Cirebon ke timur begitu rendah sehingga DAOP 3 nggak bikin KA ke tempat lain selain ke Jakarta, atau nggak ada DAOP lain yang menyediakan armadanya buat khusus untuk Cirebon? Dan bicara soal DAOP, kayaknya DAOP 3 juga paling kecil ya, kecil wilayah dan 'power' nya. Semua DAOP lain punya lebih stasiun besar di luar pusat DAOP nya. DAOP 5 punya PWT, KYA, dan KTA. DAOP 6 ada YK dan SLO. Daop 4 ada SMT dan Cepu..tapi DAOP 3? Cuma dua stasiun besar, dan itu di Cirebon2 juga, CN dan CNP.
Buat saya ini nggak adil. Bagaimana menurut teman2 semua? Silakan berbagi disini pengetahuan dan pendapatnya...
Dalam perjalanan ke YK dengan Taksaka, saya pernah ngobrol dengan seorang penumpang yang naik dari Cirebon. Dia sedikit banyak mengeluhkan, kenapa ya kalau mau ke arah timur selalu harus numpang KA dari Jakarta (dan sekarang Bandung dengan Harina) tanpa kecuali. Karena namanya naik kereta yang transit, tentu saja berhentinya nggak selama kalau kereta itu memang berasal dari tempat itu. Dan menurut dia, jadi masalah kalo misalnya musim2 padat, penumpang Cirebon bisa dapat kursi yang minim banget. Dia bilang, "Kapan ya ada kereta CN-YK, CN-SB, CN-ML yang asli berangkat dari Cirebon dan bukan dari Jakarta. Padahal penumpang dari CN banyak lho". Makanya dia terus bilang, "Stasiun Cirebon itu emang ramai Mas, tapi sebenarnya sepi!"
Jangankan KA jarak jauh, kelihatannya Cirebon nggak punya KA komuter juga ya. Kaligung aja dari Semarang cuma sampe Tegal. Dulu seinget saya pernah ada KA Cisemar, CN-SMT. Tapi kayaknya udah ngga ada lagi (CMIIW). Mau ke SMT harus nunggu Fajut/Senjut atau Harina, mau ke Yk harus naik Taksaka atau Fajut/Senjut Yk, juga mau ke kota lain. Dan semuanya juga tergantung jatah penumpang dari Jakarta.
Apa betul okupansi penumpang dari Cirebon ke timur begitu rendah sehingga DAOP 3 nggak bikin KA ke tempat lain selain ke Jakarta, atau nggak ada DAOP lain yang menyediakan armadanya buat khusus untuk Cirebon? Dan bicara soal DAOP, kayaknya DAOP 3 juga paling kecil ya, kecil wilayah dan 'power' nya. Semua DAOP lain punya lebih stasiun besar di luar pusat DAOP nya. DAOP 5 punya PWT, KYA, dan KTA. DAOP 6 ada YK dan SLO. Daop 4 ada SMT dan Cepu..tapi DAOP 3? Cuma dua stasiun besar, dan itu di Cirebon2 juga, CN dan CNP.
Buat saya ini nggak adil. Bagaimana menurut teman2 semua? Silakan berbagi disini pengetahuan dan pendapatnya...
Kapan ya rakyat Indonesia diberi kado berupa semua jalur KA hidup lagi oleh pemerintah..
