Rupanya kesuksesan Indonesia mengoperasikan KA uap di Ambarawa, serta kesuksesan menghidupkan lagi KA wisata "Sepur Klutuk Jaladara" di Solo, dan khususnya Mak Itam di Sumatera Barat (rasanya dari sini idenya, karena banyak orang besar di Malaysia dari etnis Minang) menginspirasi KTM Malaysia untuk menghidupkan kembali loko uap terakhir mereka yang beroperasi "Temerloh" untuk dioperasikan untuk KA Wisata.
Harapan saya sih, ada baiknya KA wisata kita dioperasikan di media asing kaya Discovery Travel & Living, BBC, atau National Geography, daripada nantinya di media-media itu, malah Malaysia yang dianggap mempelopori preservasi loko uap di Asia Tenggara....
Mohon agar ditanggapi dengan arif, karena orang Malaysia sebenarnya memandang kita (orang Indonesia) sebagai orang yang lebih senior pengalaman, dan selalu berusaha agar hubungan kedua negara baik.
Ini detailnya.
Harapan saya sih, ada baiknya KA wisata kita dioperasikan di media asing kaya Discovery Travel & Living, BBC, atau National Geography, daripada nantinya di media-media itu, malah Malaysia yang dianggap mempelopori preservasi loko uap di Asia Tenggara....
Mohon agar ditanggapi dengan arif, karena orang Malaysia sebenarnya memandang kita (orang Indonesia) sebagai orang yang lebih senior pengalaman, dan selalu berusaha agar hubungan kedua negara baik.
Ini detailnya.
