26-11-2008, 09:49 PM
spoorsoni Wrote:Kalo menurut saya pribadi, bila wacana swastanisasi perkeretaapian Indonesia jadi digulirkan, maka pemerintah harus mau turun campur tangan. Jika selama ini perawatan jaringan rel yang notabene milik pemerintah di sub-kontrakkan pada PTKA, harus diambil alih dan dikelola sendiri melalui dirjen kereta api. Biarkan PTKA kembali ke inti bisnis awalnya. Sehingga terjadi persaingan sehat antara PTKA yang BUMN dengan pemain swasta lain yang sama2 menyewa jaringan rel kepada pemerintah.
Hal lain adalah masalah perka. Perlu dibuat aturan yang lebih ketat mengenai keterlambatan, atau kejadian luar biasa. Hal ini sekali lagi demi keadilan bagi masing2 operator. Jika perlu seluruh petugas stasiun dikelola oleh pemerintah sebagai satu paket dengan jaringan jalan rel. Dan sekali kalau bisa dibuat sebuah perusahaan BUMN baru lagi yang bernama kurang lebih: PT. Pengelola Jalan Rel Indonesia. Perusahaan ini adalah perpanjangan tangan dirjen kereta api untuk merawat, mengawasi, mengatur, dan meregulasi penggunaan dan penyewaab jaringan jalan rel milik pemerintah.
Terakhir berkaitan perawatan rolling stock, balai-balai yasa pun harus diswastakan terpisah dari PTKA. Hal ini demi kesehatan PTKA sendiri, dan fokus pada inti bisnisnya. Perusahaan2 kereta api kelak bisa melakukan kontrak perawatan lokomotif kepada "PT. Balai Yasa Traksi Yogyakarta", atau perawatan gerbong/kereta di "PT BY Manggarai" atau "PT BY Gubeng" atau "PT BY Tegal". Masing-masing BY ini saling bersaing untuk mendapatkan kontrak melalui penawaran harga yang terbaik dengan kualitas pekerjaan standar internasional. Nah hal ini tidak menutup kemungkinan INKA bisa bersaing memperebutkan kontrak perawatan ini dengan BY-BY itu.
Sekarang terlihat bahwa swastanisasi kereta api bukanlah hal sederhana. Apa yang dibayangkan oleh pembesar-pembesar kita tentang mudahnya swastanisasi kereta api itu adalah ilusi belaka. Bila tidak disertai perubahan sistem yang menyeluruh, saya dengan yakin akan meramalkan, swastanisasi kereta api Indonesia akan mengalami kemandekan dan kekusutan parah. Tapi kita tak usah heran bukan, bukankah itu yang selalu terjadi di Indonesia.
Soni
jadi inget waktu mas soni masuk kompas di taun 2005 dulu.....
cita2nya mas soni mau bikin perusahaan KA sendiri....
slut2...
semuanya udah dipikirin dengan terperinci.....

![[Image: ooters.jpg]](http://i872.photobucket.com/albums/ab285/ardianpuput/ooters.jpg)