14-05-2010, 02:18 PM
(13-05-2010, 10:29 PM)Toto Wrote:(13-05-2010, 06:28 PM)Adolph Wrote:(13-05-2010, 11:27 AM)sepung Wrote:(08-05-2010, 04:18 PM)Adolph Wrote: ga bisa dibayangkan,,kalo ada tol Sby-Ml, gmana nasibnya KA di jalur ini, termasuk penataran,,PT KA HARUS membuat antisipasinya,Parahyangan waktu blumada tol masih berjaya, baru ambruknya setelah ada tol, tapi lihat apa yg terjadi di rute sby-ml,,wong ga ada tol aja Maleks kedodoran, gmana klo ada tol..
heheh saya setujah ama mas tapi kita lihat berubahan macem apa setelah tau ada bencana porong
ya..msalahnya memang kian rumit..krena itu, untuk menginisiasi suatu perubahan, harus dilihat scara multi dimensi, krena memang bnyak faktor yg berhubungan dngan mslah perkeretaapian..
Tol Malang-Surabaya sudah lama ada.... Hanya karena ada Lumpur Lapindo saja tol menjadi terganggu.
Penataran punya pangsa pasar tersendiri. Banyak pedagang maupun pekarja dari Blitar, Malang dan Surabaya yang membutuhkan KA ini.... Termasuk pelajar dan mahasiswa...
Sebagai ilustrasi, bagi seorang pekerja yang tinggal di Kepanjen, tidak praktis jika harus berganti-ganti angkutan bis untuk ke Surabaya atau sebaliknya. Penataran adalah satu pilihan.
Salam Spoor,
sdikit koreksi..
tol sby-malang smpai hari ini belum ada..yang sudah ada adalah tol sby-gempol yg terpotong lumpur mulai dari porong smpai porong..karena tol sby-malang blum ada maka kita msh blum bsa mnyimpulkan klo ada tol sby-malang akan berdampak atau tidak pada pangsa pasar KA sby-malang,,walaupun saya yakin penataran tetep ada pangsa pasarnya sndiri, bgaimanapun PT KA tetap harus waspada dan mengantisipasinya mlai skarang,
Silence Is Golden
But My Eyes Still See
But My Eyes Still See

krena itu, untuk menginisiasi suatu perubahan, harus dilihat scara multi dimensi, krena memang bnyak faktor yg berhubungan dngan mslah perkeretaapian..