13-05-2010, 02:01 PM
Dahlan Iskan sepertinya belum membaca buku Ekspedisi Pantai Utara Jawa terbitan Kompas. Padahal jelas-jelas keberadaan jalan tol di Pulau Jawa walaupun dari sudut pandang ekonomi dianggap menguntungkan tetapi justru menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.
1. Banyak usaha kecil menengah yang rugi maupun bangkrut di daerah Cianjur dan Purwakarta, Jawa Barat karena keberadaan jalan tol Cipularang.
2. Lahan pertanian yang berubah fungsi menjadi jalan tol untuk proyek jalan tol Kanci-Pejagan mengancam ketahanan pangan khususnya untuk penduduk di Pulau Jawa
3. Memang benar, kalau suatu daerah yang terdapat akses jalan tol nilai tanahnya akan meningkat berkali-kali lipat. Tetapi siapa yang akan menikmatinya? masyarakat kebanyakan atau pengusaha oprtunis macam bapak Dahlan Iskan ini?
4. Pulau Jawa adalah pulau tersubur di Indonesia dan juga di dunia. Jauh lebih subur dibandingkan dengan Sumatra, Kalimantan, atau Papua sekalipun. Makanya sejak dulu Belanda sudah merancang moda transportasi yang cocok untuk Jawa adalah kereta api. Buktinya untuk membangun jalur ganda dari Cirebon sampai Kroya tidak perlu susah-susah untuk menggusur lahan karena Pemerintah Belanda sudah merancang jalur tersebut untuk dua jalur.
Ya, wajarlah kalau seorang Dahlan Iskan berpikir demikian, karena kepemilikan jalan tol adalah individu. Berbeda dengan kepemilikan jalan kereta api yang murni 100 % milik negara yang artinya milik semua rakyat Indonesia.
1. Banyak usaha kecil menengah yang rugi maupun bangkrut di daerah Cianjur dan Purwakarta, Jawa Barat karena keberadaan jalan tol Cipularang.
2. Lahan pertanian yang berubah fungsi menjadi jalan tol untuk proyek jalan tol Kanci-Pejagan mengancam ketahanan pangan khususnya untuk penduduk di Pulau Jawa
3. Memang benar, kalau suatu daerah yang terdapat akses jalan tol nilai tanahnya akan meningkat berkali-kali lipat. Tetapi siapa yang akan menikmatinya? masyarakat kebanyakan atau pengusaha oprtunis macam bapak Dahlan Iskan ini?
4. Pulau Jawa adalah pulau tersubur di Indonesia dan juga di dunia. Jauh lebih subur dibandingkan dengan Sumatra, Kalimantan, atau Papua sekalipun. Makanya sejak dulu Belanda sudah merancang moda transportasi yang cocok untuk Jawa adalah kereta api. Buktinya untuk membangun jalur ganda dari Cirebon sampai Kroya tidak perlu susah-susah untuk menggusur lahan karena Pemerintah Belanda sudah merancang jalur tersebut untuk dua jalur.
Ya, wajarlah kalau seorang Dahlan Iskan berpikir demikian, karena kepemilikan jalan tol adalah individu. Berbeda dengan kepemilikan jalan kereta api yang murni 100 % milik negara yang artinya milik semua rakyat Indonesia.

