27-02-2010, 11:06 AM
(27-02-2010, 10:39 AM)bagus70 Wrote: Dulu di jaman loko uap banyak sekali variasi lokomotif uap. Ada yang khusus untuk KA penumpang ekspress, ada yang khusus KA barang, ada yang khusus jalur tanjakan, ada yang khusus jalur cabang, ada yang khusus langsir, dan lain sebagainya. Dan ini membuat para railfans takjub melihatnya. Seakan-akan colorful begitu.
Tapi bagi perusahaan KA, ini akan menjadi beban keuangan dan teknis, karena rating untuk masing-masing lokomotif berbeda. Selain itu ketidak tersediaan satu jenis lokomotif tidak bisa digantikan oleh jenis lokomotif yang lain. Mempelajari teknik perawatan akan jadi hal yang sangat memusingkan.
Belum lagi alokasi biaya yang harus dikeluarkan untuk masing-masing jenis loko, serta kehilangan pendapatan karena perbedaan jenis loko.
Dengan standardisasi, pekerjaan bagi perusahaan KA akan lebih mudah. Selain itu generalisasi jenis loko berarti satu jenis loko bisa melakukan segala jenis tugas. Perawatan lebih mudah karena spare part bisa interchangeable. Dan secara teknis tidak memusingkan karena hanya satu jenis loko yang dipelajari.
Otomatis biaya bisa ditekan, dan pendapatan bisa maksimal karena kekurangan loko bisa ditekan.
Tapi bagi railfans itu terkesan sangatlah membosankan....
Sebuah ironi memang....
Bukannya memang seharusnya begitu??! mn ada operator kereta api di dunia yg lokomotif utk penumpang, barang, dan langsiran berbeda??!
Scr kebutuhan masing2 jg beda, lokomotif penumpang butuh kecepatan, lokomotif barang butuh tenaga besar, lokomotif langsiran butuh fleksibilitas...
Tambah kecepatan kereta api agar tdk kalah bersaing setelah Toll Trans-Jawa rampung...

