21-01-2010, 12:04 PM
Pelajar tewas Tertabrak KA
SEMARANG--MI: Pelajar SMA Al Islam Semarang Muhammad Fahruddin, 19, Rabu (20/1), tewas akibat tertabrak kereta api (KA) Agrobromo jurusan Surabaya-Jakarta di perlintasan kawasan Bugen, Tlogosari, Semarang Timur, Jawa Tengah.
Korban yang beralamat di Jalan Parangkesit VIII, Perumahan Tlogosari, tewas setelah sempat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang karena luka parah di kepala.
Saksi mata, Wahid, 40, mengatakan korban yang mengendarai sepeda motor Suzuki Smash dengan nomor polisi H 2448 NP melaju dari arah selatan hendak menyeberang ke utara melalui perlintasan KA tanpa palang pintu itu.
"Beberapa pengendara lain yang juga hendak melalui perlintasan KA tanpa palang pintu tersebut sudah berhenti karena melihat ada kereta api yang melaju kencang dari arah timur. Tetapi, tiba-tiba korban langsung menyeberang hingga tertabrak," katanya.
Saat tertabrak KA, lanjut Wahid, korban langsung terpental sejauh 200 meter dari lokasi tabrakan, sedangkan sepeda motor yang dikendarainya terseret beberapa meter hingga rusak parah.
Menurutnya, beberapa warga sekitar sempat memperingatkan korban saat hendak menyeberang, bahwa ada KA yang akan melintas. Namun korban tidak mempedulikan peringatan tersebut.
Warga yang melihat peristiwa langsung melarikan korban ke IGD RS Sultan Agung, namun nyawa korban tidak tertolong. (Ant/OL-01)
SEMARANG--MI: Pelajar SMA Al Islam Semarang Muhammad Fahruddin, 19, Rabu (20/1), tewas akibat tertabrak kereta api (KA) Agrobromo jurusan Surabaya-Jakarta di perlintasan kawasan Bugen, Tlogosari, Semarang Timur, Jawa Tengah.
Korban yang beralamat di Jalan Parangkesit VIII, Perumahan Tlogosari, tewas setelah sempat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang karena luka parah di kepala.
Saksi mata, Wahid, 40, mengatakan korban yang mengendarai sepeda motor Suzuki Smash dengan nomor polisi H 2448 NP melaju dari arah selatan hendak menyeberang ke utara melalui perlintasan KA tanpa palang pintu itu.
"Beberapa pengendara lain yang juga hendak melalui perlintasan KA tanpa palang pintu tersebut sudah berhenti karena melihat ada kereta api yang melaju kencang dari arah timur. Tetapi, tiba-tiba korban langsung menyeberang hingga tertabrak," katanya.
Saat tertabrak KA, lanjut Wahid, korban langsung terpental sejauh 200 meter dari lokasi tabrakan, sedangkan sepeda motor yang dikendarainya terseret beberapa meter hingga rusak parah.
Menurutnya, beberapa warga sekitar sempat memperingatkan korban saat hendak menyeberang, bahwa ada KA yang akan melintas. Namun korban tidak mempedulikan peringatan tersebut.
Warga yang melihat peristiwa langsung melarikan korban ke IGD RS Sultan Agung, namun nyawa korban tidak tertolong. (Ant/OL-01)

