24-11-2009, 03:49 PM
Tentang revitalisasi lagi nih:
Quote:Pengaplingan Lahan Tidur Hambat Revitalisasi Jalur KASUMBER
CILACAP, (PRLM).- Pengaplingan lahan tidur milik PT Kerata Api (KA) oleh masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota setempat menghambat revitalisasi jalur KA antardaerah (regional).
Dirjen Perkeretaapian Wendy Aritenang mengakui kesulitan untuk menghidupkan kembali jalur kereta api antardaerah akibat maraknya pengaplingan lahan milik PT KA oleh masyarakat dan Pemkab setempat.
"Hasil peninjaun sejumlah lokasi jalur kereta api yang direncanakan akan direvitalisasi ternyata di atasnya sudah dipenuhi dengan bangunan permanen rumah penduduk, jalan beraspal serta perkantoran," katanya usai peresmian pengoperasian gudang logistik Kroya dan Pekalongan serta Gerbong PPCW, ZZOW, dan NNW di Kroya, Selasa (20/1).
Jalur kereta api antar daerah yang sulit dihidupkan dengan alasan telah terjadi pengusaan lintasan oleh penduduk dijumpai di jalur KA yang menghubungkan tiga daerah yakni Wonosobo – Banjarnegara – Purwokerto serta jalur antara Yogyakarta – Magelang.
Sehingga lintasan Wonosobo – Banjarnegara – Purwokerto sejauh 96 km serta jalur Yogyakarta – Magelang tidak masuk dalam skala prioritas revitalisasi.
"Pengaplingan lahan akan menghambat rencana revitalisasi. Kita tidak mungkin menghidupkan jalur tersebut kecuali lintasannya sudah bersih dari bangunan, akan tetapi pembersihan pun membutuhkan biaya tidak sedikit " jelasnya.
Disamping itu secara teknis kondisi lintasan sudah mengalami kerusakan cukup parah setelah jalur tersebut tertidur selama 20 - 25 tahun dan tidak pernah tersentuh oleh proses pemeliharaan.
Ia menambahkan sejauh ini jalur kereta api yang telah dihidupkan kembali adalah Bogor Sukabumi. Tahun ini, jalur itu akan diteruskan hingga ke Cianjur.
"Jalur Sukabumi - Cianjur tahun ini kita harapkan selesai, tapi kemungkinan bisa molor enam bulan ke depan sebab beberapa titik rawan longsor," tambahnya.
Lintasan lain yang akan dihidupkan adalah Bandung-Jatinangor (Jabar) kini sedang disurvey. Jalur antara Bondowoso - Situbondo – Panarukan (Jatim), kondisi rel masih bagus dan bisa diselamatkan..
Selain mengaktifkan kembali jalur selama puluhan tahun tidak berfungsi. Program revitalisasi juga dilakukan dengan membangun jalur ganda.
Pemerintah mengagendakan pembangunan dua proyek rel ganda, yakni Tegal-Pekalongan sepanjang 62 km dan Cirebon-Kroya 160 km.
Kepala Satuan Kerja Jalur Ganda Cirebon-Kroya Hendy Siswanto mengatakan, Pembangunan jalur ganda antara Cirebon - Kroya dibagi dalam tiga segmen.
Segmen pertama antara Cirebon - Prupuk, kedua Prupuk - Purwokerto yang kini dalam proses pembangunan dan ketiga antara Purwokerto - Kroya.
Sesuai rencana segmen kedua dimulai 2007 dan selesai akhir 2009. Diakui untuk segmen kedua sejauh 25 km merupakan etape terberat, karena harus memotong atau mengepras bukit serta pembangunan jembatan baru.
"Dari Cirebon - Kroya kita sudah buatkan under pass baru di 22 titik. Under pas dibuat untuk kepentingan seiring dengan perkembangan jalan kereta api sebidang , "jelasnya.(A-99/kur)***
Penulis:

