14-11-2009, 06:25 AM
Kayaknya koran Kompas lagi demen mberitain tentang kereta api 
Beritanya lumayan panjang..jadi baca terusannya di Sumbernya yaa

Quote:Mari Menelusuri Kejayaan Kereta Masa Silam
KOMPAS/YOGA PUTRA
Stasiun Kedundang di Kulon Progo, DIY
Sabtu, 14 November 2009 | 06:05 WIB
KOMPAS.com- Tembok semen itu sedikit demi sedikit rontok digerogoti usia. Kayu dan genting atap pun berguguran, seolah tidak kuat menahan perubahan zaman. Hanya tulisan besar warna biru "Kalimenur" yang bertahan dan membuat bangunan itu dikenang sebagai stasiun tua.
Kumuh dan kotor. Begitulah kesan yang tertangkap saat Kompas datang ke Stasiun Kalimenur, Jumat (13/11). Stasiun itu terletak di tepi rel ganda yang membelah wilayah Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo,Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, sekitar 15 kilometer barat Kota Yogyakarta.
Tidak hanya kondisi bangunan yang mengenaskan, lingkungan di sekitarnya pun seolah luput dari perhatian. Stasiun seluas kira-kira 40 meter persegi itu penuh tertutup sampah dan belukar. Menurut Bambang Sumitro (71), seorang warga sekitar, Stasiun Kalimenur memang sudah 35 tahun tak berfungsi. Alasannya, tidak ada lagi kereta yang berhenti di sana.
Sebelumnya, stasiun ini selalu ramai. Setiap hari, kereta uap jurusan Yogyakarta-Kutoarjo dan sebaliknya selalu singgah di Kalimenur. "Masyarakat menyebut kereta itu sepur bumel atau sepur grenjeng," ujar Bambang yang mantan petugas kereta api ini.
Sepur bumel atau kereta uap ekonomi hanyalah secuil nostalgia dari Stasiun Kalimenur. Stasiun ini diperkirakan dibangun antara 1876-1888, atau bersamaan dengan pembangunan rel lintas selatan Cilacap-Surabaya oleh Pemerintah Kolonial Belanda.
.....................................
(YOGA PUTRA)
YOP
Editor: lou
Beritanya lumayan panjang..jadi baca terusannya di Sumbernya yaa
Kumpulan poto2 gw di Flickr

