Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[ASK] MU=Multiply Unit=Double Traksi=DT
(17-02-2012, 07:32 PM)kikansha_otaku Wrote: Up...

Masih penasaran kenapa soket MU di loko dicabutin, termasuk di lok CC203
lok CC201 beberapa selang rem tambahannya malah tertutup semacam tabung besi tambahan di samping coupler.

Paling tidak, si bader c1 45 masih punya soket di belakang

soket tu apa yach Bingung
Make yourself usefull to other.
Reply
(17-02-2012, 07:33 PM)Alifiardi CC204 11 Wrote:
(17-02-2012, 07:32 PM)kikansha_otaku Wrote: Up...

Masih penasaran kenapa soket MU di loko dicabutin, termasuk di lok CC203
lok CC201 beberapa selang rem tambahannya malah tertutup semacam tabung besi tambahan di samping coupler.

Paling tidak, si bader c1 45 masih punya soket di belakang

soket tu apa yach Bingung

colokan... itu loh tonjolan bulat di atas bemper yg dilingkupi semacam wadah persegi panjang. kalau tutupnya dibuka kelihatan bentuknya seperti colokan kabel keyboard ps/2, tapi pin-pinnya segede jari kelingking
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
halo para railfans Tersenyuum
ini trid pertama saya di sini (maklum raildfan baru hahaNgeledek mohon maaf klo trid ini udah ada - saya pake search tapi gak ketemu ya...Sad )

Pertanyaan saya simple - Berapa banyak kru yang dibutuhkan untuk loko ketiak dalam kondisi double traction? misalnya klo cc201 double traction...apa di kedua loko ada masinisnya atau ada semacam mechanical link ang menghubungkan cab 1 sama 2, jadi yang ngontrol cuma di can depan aja gitu?
klo memang pakai mekanisme, seperti apa mekanismenya? terimakasih banyal Bye Bye
Lok Merah BiruLok Merah Biru
Reply
Silahkan kunjungi http://www.semboyan35.com/showthread.php...ode=linear
Reply
(24-02-2012, 03:35 AM)senengnyepur Wrote: Silahkan kunjungi http://www.semboyan35.com/showthread.php...ode=linear

makasih banyak om Big Grin
Reply
Pertanyaan lagi

Apa fungsinya pengaturan eksitasi main generator di kabel elektrik MU? Secara lok yg lashed up bisa beda rating dayanya, lain itu juga ada yang pakai alternator, ada yang pakai generator DC, dan dari yang saya baca tentang mesin diesel elektrik, eksitasi sudah diatur oleh load regulator mekanis/elektronis di masing-masing loko.

Trims ^^
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
(11-03-2012, 12:57 PM)kikansha_otaku Wrote: Pertanyaan lagi

Apa fungsinya pengaturan eksitasi main generator di kabel elektrik MU? Secara lok yg lashed up bisa beda rating dayanya, lain itu juga ada yang pakai alternator, ada yang pakai generator DC, dan dari yang saya baca tentang mesin diesel elektrik, eksitasi sudah diatur oleh load regulator mekanis/elektronis di masing-masing loko.

Trims ^^

Pengaturan eksitasi itu ujung-ujungnya juga jadi pengaturan daya. Yg diatur itu daya secara relatif, bukan absolut, jadi walaupun tipe dan rating generator beda gak jadi masalah.
MENEROBOS PERLINTASAN
DAPAT DIJATUHI
HUKUMAN MATI DI TEMPAT
Reply
(11-04-2012, 01:22 PM)ArdWar Wrote:
(11-03-2012, 12:57 PM)kikansha_otaku Wrote: Pertanyaan lagi

Apa fungsinya pengaturan eksitasi main generator di kabel elektrik MU? Secara lok yg lashed up bisa beda rating dayanya, lain itu juga ada yang pakai alternator, ada yang pakai generator DC, dan dari yang saya baca tentang mesin diesel elektrik, eksitasi sudah diatur oleh load regulator mekanis/elektronis di masing-masing loko.

Trims ^^

Pengaturan eksitasi itu ujung-ujungnya juga jadi pengaturan daya. Yg diatur itu daya secara relatif, bukan absolut, jadi walaupun tipe dan rating generator beda gak jadi masalah.

Ah iya, baru baca... nambahin lagi.

Pin pengatur eksitasi berfungsi untuk on/off eksitasi main generator. Mungkin lebih seperti 'gigi masuk' atau 'gigi netral' daripada pengaturan daya listrik.

Untuk pengaturan daya listrik ada dua pin lagi, satu untuk dynamic braking dan satunya untuk power reduction. Kedua pin ini menggunakan rentang voltase 0-74V, sedangkan pin lainnya hanya on/off 0V atau 74V.

Dapat info lengkap dari link ini:
http://www.railway-technical.com/us-musp.shtml

Seperti penjelasan di situ, peralatan kontrol yang tersedia lumayan canggih (termasuk wheel slip dsb). Ngenes sekali lihat lok2 di tanah Jawa pada kehilangan aksesori canggih macam itu.

Xie Xie
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
(23-02-2012, 11:33 PM)Agasbagas Wrote: Pertanyaan saya simple - Berapa banyak kru yang dibutuhkan untuk loko ketiak dalam kondisi double traction? misalnya klo cc201 double traction...apa di kedua loko ada masinisnya atau ada semacam mechanical link ang menghubungkan cab 1 sama 2, jadi yang ngontrol cuma di can depan aja gitu?
klo memang pakai mekanisme, seperti apa mekanismenya? terimakasih banyak

Kalau di Amrik sih minimal 3 orang, 1 orang lead engineer dan 1 org conductor di loko pling dpan, plus 1 org brakemen di loko blakang.

Skalian meluruskan.

Multiple Unit itu konfigurasi rangkaian KA yang menggunakan 2 loko atau lebih dan dihubungkan dgn kabel (scr fisik) untuk mgndalikan loko lain dr loko plg dpan. Kalau DT di Jawa itu nggak bisa disebut sbg MU karena tiap loko dioperasikan scr manual.

Kalau lokonya disebar dlm rangkaian (misal. 1 di dpan, 1 di tengah, 1 di blkang) dan dikendalikan scr remote dari dpan itu disebut Distributed Power (DP).

Nah, kalo ada rangkaian yg pake 4 loko di dpan (misal. A, B, C, D), 2 loko di tengah (E, F) dan 2 di blakang (G, H) maka istilahnya:
Grup loko depan, tengah sma blakang disebut distributed power, dikendalikan pke radio.
Loko A, B, C, D masing masing dihubungkan scr MU. Loko E dihubungkan ke loko F pke kabel MU. Loko G dihubungkan ke loko H pake kabel MU.

Jadi ane gak stuju kalo MU=DT
CMIIW
MENEROBOS PERLINTASAN
DAPAT DIJATUHI
HUKUMAN MATI DI TEMPAT
Reply
(17-04-2012, 07:33 PM)ArdWar Wrote:
(23-02-2012, 11:33 PM)Agasbagas Wrote: Pertanyaan saya simple - Berapa banyak kru yang dibutuhkan untuk loko ketiak dalam kondisi double traction? misalnya klo cc201 double traction...apa di kedua loko ada masinisnya atau ada semacam mechanical link ang menghubungkan cab 1 sama 2, jadi yang ngontrol cuma di can depan aja gitu?
klo memang pakai mekanisme, seperti apa mekanismenya? terimakasih banyak

Kalau di Amrik sih minimal 3 orang, 1 orang lead engineer dan 1 org conductor di loko pling dpan, plus 1 org brakemen di loko blakang.

Skalian meluruskan.

Multiple Unit itu konfigurasi rangkaian KA yang menggunakan 2 loko atau lebih dan dihubungkan dgn kabel (scr fisik) untuk mgndalikan loko lain dr loko plg dpan. Kalau DT di Jawa itu nggak bisa disebut sbg MU karena tiap loko dioperasikan scr manual.

Kalau lokonya disebar dlm rangkaian (misal. 1 di dpan, 1 di tengah, 1 di blkang) dan dikendalikan scr remote dari dpan itu disebut Distributed Power (DP).

Nah, kalo ada rangkaian yg pake 4 loko di dpan (misal. A, B, C, D), 2 loko di tengah (E, F) dan 2 di blakang (G, H) maka istilahnya:
Grup loko depan, tengah sma blakang disebut distributed power, dikendalikan pke radio.
Loko A, B, C, D masing masing dihubungkan scr MU. Loko E dihubungkan ke loko F pke kabel MU. Loko G dihubungkan ke loko H pake kabel MU.

Jadi ane gak stuju kalo MU=DT
CMIIW

Nah, bahasannya bisa diperluas ke DP nih Xie Xie

Selain Locotrol dari GE, ada lagi nggak sistem DP lainnya? Penasaran juga ama konsol lokotrol, apakah konsolnya pakai 4 set tuas terpisah buat rem/throttle masing-masing consist atau ada kombinasi lain.

Bonus gambar komputer Locotrol

[Image: locotrol.jpg]

Ntar klo ada yang nemu gambar konsol pengendalinya tolong share yah Xie Xie
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)