Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jalan tol mengancam potensi kereta api ?
#71
Begitulah kalau orientasinya adalah profit...profit dan profit..padahal dengan membangun jalur kereta api, kontribusi pada lingkungan dan pertanian akan sangat besar. Membangun jalan tol akan memicu pertumbuhan kendaraan pribadi dan akan "menggusur" banyak lahan pertanian. Membangun kereta api akan mengurangi jumlah pemakaian kendaraan pribadi dan tentunya tidak diperlukan banyak lahan...

*berbicara dari perspektif lingkungan, maklum pernah kerja di LSM lingkungan*
"Don't blame me, blame it to the train and the station..."
Reply
#72
railway_athlete Wrote:Begitulah kalau orientasinya adalah profit...profit dan profit..padahal dengan membangun jalur kereta api, kontribusi pada lingkungan dan pertanian akan sangat besar. Membangun jalan tol akan memicu pertumbuhan kendaraan pribadi dan akan "menggusur" banyak lahan pertanian. Membangun kereta api akan mengurangi jumlah pemakaian kendaraan pribadi dan tentunya tidak diperlukan banyak lahan...

*berbicara dari perspektif lingkungan, maklum pernah kerja di LSM lingkungan*

wah bner banget... kalo kndaraan pribadi makin banyak..tentu polusi makin meningkat...
padahal masalah global warming dah d gembor2 kan sjak lama kok malah bikin ssuatu yang memicu..
haduuuh.. musti gmn coba indon?
lahan makin sedikit dnk kalo jalan tol makin merajalela.... indon bakal makin panas.
knapa ga kereta aja c???

ayooo be the Green Generation... cintai lingkungan,,
stop global warming dengan naek KA!
be the GreenGeneration....!!
Reply
#73
memperbaiki KA adalah suatu hal yg harus dilakukan.
karena kalau tidak dilakukan,bisa2 nanti gak ada lagi kereta di indonesia.
(duh...mudah-mudahan sih enggak.)
kapan ya aku bisa ngeliat lok merah lagi.....rindu aku....saat naik K2 ke YK......
Reply
#74
pada dasarnya makin maraknya pembangunan jalan tol dikarenakan adanya kepentingan pihak tertentu yang akan diuntungkan dengan makin panjangnya jalan tol, pihak tersebut ya produsen kendaraan bermotor.
makin panjang jalan tol maka makin banyak mobil terjual di negeri ini, untuk memuluskan agendanya maka produsen kendaraan tersebut tidak segan mengucurkan biaya kepada para wakil rakyat maupun pejabat kita. (masih ingat kasus mobil toyota hybrid yang dihadiahkan kepada wapres)
andai saja di indonesia banyak produsen kereta api, maka mungkin pejabat atau wakil rakyat kita bakal dihadiahi kereta api. Grin Grin
maaf ya kalo agak politis Pisss ahhh...
Reply
#75
bondet Wrote:pada dasarnya makin maraknya pembangunan jalan tol dikarenakan adanya kepentingan pihak tertentu yang akan diuntungkan dengan makin panjangnya jalan tol, pihak tersebut ya produsen kendaraan bermotor.
makin panjang jalan tol maka makin banyak mobil terjual di negeri ini, untuk memuluskan agendanya maka produsen kendaraan tersebut tidak segan mengucurkan biaya kepada para wakil rakyat maupun pejabat kita. (masih ingat kasus mobil toyota hybrid yang dihadiahkan kepada wapres)
andai saja di indonesia banyak produsen kereta api, maka mungkin pejabat atau wakil rakyat kita bakal dihadiahi kereta api. Grin Grin
maaf ya kalo agak politis Pisss ahhh...

1 lagi, kalo wapres di hadiahin kereta api ga bisa bawanya dan ga bisa dibawa ke sulsel, jadi mobil aje deh Ngakak
politis yah Nyengir
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#76
railway_athlete Wrote:Begitulah kalau orientasinya adalah profit...profit dan profit..padahal dengan membangun jalur kereta api, kontribusi pada lingkungan dan pertanian akan sangat besar. Membangun jalan tol akan memicu pertumbuhan kendaraan pribadi dan akan "menggusur" banyak lahan pertanian. Membangun kereta api akan mengurangi jumlah pemakaian kendaraan pribadi dan tentunya tidak diperlukan banyak lahan...
*berbicara dari perspektif lingkungan, maklum pernah kerja di LSM lingkungan*

nah lo pakar lingkungan ngamuk ..... harusnya bangsa ini berkaca pada negara AS .... dulu mereka juga meremehkan yg namanya "railway" (nggak pake athlete) ... kemudian terjadi krisis ekonomi karena beban pembelian BBM yang terlalu tinggi ... en sekarang mereka balik lagi ke angkutan massal dengan biaya murah yaitu kereta api .... kemudian pakar-pakar lingkungan hidup disana mulai teriak-teriak "pemanasan global" dan menganjurkan "naik railway" kalo mau jalan-jalan antar negara bagian atw antar kota ....

lucunya lagi di negara ini .... premium aja kadang ada kadang nggak ... terus subsidi BBM sering jadi masalah pemerataan ... eh malah mbangun jalan tol ..... gile bener ..... ape bener-bener gileee ???
Reply
#77
totok purwo Wrote:nah lo pakar lingkungan ngamuk ..... harusnya bangsa ini berkaca pada negara AS .... dulu mereka juga meremehkan yg namanya "railway" (nggak pake athlete) ... kemudian terjadi krisis ekonomi karena beban pembelian BBM yang terlalu tinggi ... en sekarang mereka balik lagi ke angkutan massal dengan biaya murah yaitu kereta api .... kemudian pakar-pakar lingkungan hidup disana mulai teriak-teriak "pemanasan global" dan menganjurkan "naik railway" kalo mau jalan-jalan antar negara bagian atw antar kota ....

lucunya lagi di negara ini .... premium aja kadang ada kadang nggak ... terus subsidi BBM sering jadi masalah pemerataan ... eh malah mbangun jalan tol ..... gile bener ..... ape bener-bener gileee ???

yah beginilah negara donor mas....
negara penerima donor tepatnya....
hampir semua ( atau bahkan semua ) jalan tol yang sudah dan akan dibangun dibiayai oleh konsorsium asing terutama?????
jepang!!!!!!
kenapa jepang??
karena mereka punya kepentinagan di Indonesia agar kendaraaan mereka laku....
lucu ya....
di jepang aja yang ditonjolin dan diutamakan adalah kereta api....
tapi di luar negeri.....
INdonesia tepatnya,,,
mereka malah buat jalan..... Tepuk Tangan
Reply
#78
big bro Wrote:yah beginilah negara donor mas....
negara penerima donor tepatnya....
hampir semua ( atau bahkan semua ) jalan tol yang sudah dan akan dibangun dibiayai oleh konsorsium asing terutama????? jepang!!!!!! kenapa jepang?? karena mereka punya kepentinagan di Indonesia agar kendaraaan mereka laku.... lucu ya.... di jepang aja yang ditonjolin dan diutamakan adalah kereta api....
tapi di luar negeri..... INdonesia tepatnya,,, mereka malah buat jalan..... Tepuk Tangan

bro ... loe jangan bikin gw jadi Huaaaa.....hik..hik
dulu nenek moyang gw dipaksa kerja rodi bikin "jalan raya" anyer - panarukan sama belanda biat hasil rempahnya bisa diangkut ke belanda oleh Daendels .... bangsa belanda tuh ...
sekarang .... gw dipaksa bikin "jalan tol" sama jepang supaya produksi mobilnya laku .... bangsa jepang tuh ...

KAPAN KITA MERDEKA BRO .......... HOOOOOIIII KITA DAH MERDEKA BELOM ????
Reply
#79
Sebenarnya keberadaan jalan tol bisa membantu transportasi dan ekonomi daerah - daerah terpencil yg. sulit menggunakan jasa kereta api. Tetapi, yg. menjadi masalah kalo jalan tol itu selesai dibangun adalah penggunaannya yg. sebagian besar dari kota2 besar. Kepemilikan kendaraan pribadi masih dianggap "bergengsi". Jadi, yg. mengancam perkeretaapian, serta angkutan umum lainnya, di Indonesia adalah tata nilai (values), bukan keberadaan jalan tol.
Reply
#80
iya om totok...saatnya kita bangkit dari penjajahan.
memang jepang dari dulu licik, selama ini di baek2in, dikasih hadiah...eh gak taunya belakangnya....niatnya menjajah jg... Red Bull

yg penting tetep semangat om totok..di sisi lain, potensi KA tetap bagus asal PT.KAI jg mau ngembangin sektor non inti nya om..

spa tahu sektor non inti nya ini yg mensupport inti nya ketika PT.KAI sedang kesulitan..

iya gak om... Ceria
Kepala Divisi Bangunan, Jembatan dan Rel MSTS
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)