Posts: 3,387
Threads: 0
Joined: May 2008
Reputation:
2
Sip, diskusi berjalan dinamis....
Tetap dengan kepala dingin guys....
Dan sedapat mungkin sertakan data yang valid dan sah untuk masalah ini.
Dalam diskusi tidak ada penyerangan terhadap satu member (ad hominem) tapi adalah berpendapat yang bebas dan bertanggungjawab.
Mari dilanjut diskusinya....
Posts: 270
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
22
(25-11-2011, 11:35 AM)Gege Wrote: Sip, diskusi berjalan dinamis....
Tetap dengan kepala dingin guys....
Dan sedapat mungkin sertakan data yang valid dan sah untuk masalah ini.
Dalam diskusi tidak ada penyerangan terhadap satu member (ad hominem) tapi adalah berpendapat yang bebas dan bertanggungjawab.
Mari dilanjut diskusinya....
emang ada yang diserang yah ?
cendol donk
Posts: 4,757
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
0
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe
Posts: 144
Threads: 0
Joined: Sep 2011
Reputation:
4
(25-11-2011, 01:28 PM)see_204XX Wrote: 
Borok lama lg diungkap sekarang.... Baguslah kalo begitu...
Cuma yg masih jd pertanyaan saya sekarang adalah apakah Dirut sekarang apakah masih bersih atau main kotor jg mengikuti Dirut2 pendahulunya. Kalo ada yg dah dpt infonya, silakan berbagi lagi... 
Sempat saya baca lg Perpres No. 9 tahun 2006 dr halaman pertama sampe terakhir & tertulis KERETA API (dalam bagian sebagai alat Transportasi) sebagai konsumen utk menikmati BBM seharga Rp 4.300,- (harga jual eceran minyak solar) & tdk tertulis transportasi udara (Pesawat Terbang).
Saya rasa ini hal yg logis & relevan bila PTKA minta haknya sebagaimana yg tertulis di Perpres tsb. Ataukah ada AMANDEMENT mengenai Prespres tsb sehingga sekarang PTKA harus menggunakan BBM non subsidi...?
Ini saya menyinggung dr segi aturan main perundang2an di Indonesia, masa peraturan yg muncul di tingkat Menteri bs mengalahkan Perpres...?
Monggo, kalo ada yg menanggapi. 
lah piye toh,tadi kan ada yg nanya mana bukti dana 100m yg di selewengkan?
mungkin td yg nanya emang ga tau atau udah lupa ya udah ane kasih buktinya
disitu juga ane nulis"semoga kejadian seperti yg diatas ga keulang"
Posts: 6,463
Threads: 0
Joined: Jul 2008
Reputation:
1
25-11-2011, 02:04 PM
(This post was last modified: 25-11-2011, 02:06 PM by eling.)
kalo gak ada Perpres No. 9 tahun 2006 gak bakalan Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia Menuntut Subsidi Bahan Bakar Minyak ke pemerintah.....
Posts: 270
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
22
25-11-2011, 02:11 PM
(This post was last modified: 25-11-2011, 02:38 PM by kabei.)
Posts: 4,757
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
0
(25-11-2011, 02:11 PM)kabei Wrote: ~edited~
ndak mudeng juga nih anak :nohope:
gw ngasih perbandingan ternyata pada ga bisa nangkep dimari :ngakak
pesawat, udah biaya operasional mahal, boros, pake bbm nonsubsidi tapi masih bisa untung bahkan tarif bisa lebih murah dari kereta....
kereta api, katanya efisien, katanya irit, katanya murah tapi mewek ga dapat subsidi, bahkan tiket lebih mahal dari pesawat....
udah ketangkep belum maksud gw????
kembali ke postingan gw sebelumnya, bahwa di dunia ini cuma ada 2 pilihan, jadi pemenang apa pecundang
~edited~

Buang2 energi ajah dah diskusi kyk ginian....
@ Om Bangunkarta : Kalo sampeyan ngerti HUKUM, pasti ngerti dgn postingan saya sebelumnya. Monggo diteruskan ke pihak yg berwenang soalan Perpres ini. Thanks.
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe
Posts: 270
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
22
(25-11-2011, 02:44 PM)see_204XX Wrote: (25-11-2011, 02:11 PM)kabei Wrote: ~edited~
ndak mudeng juga nih anak :nohope:
gw ngasih perbandingan ternyata pada ga bisa nangkep dimari :ngakak
pesawat, udah biaya operasional mahal, boros, pake bbm nonsubsidi tapi masih bisa untung bahkan tarif bisa lebih murah dari kereta....
kereta api, katanya efisien, katanya irit, katanya murah tapi mewek ga dapat subsidi, bahkan tiket lebih mahal dari pesawat....
udah ketangkep belum maksud gw????
kembali ke postingan gw sebelumnya, bahwa di dunia ini cuma ada 2 pilihan, jadi pemenang apa pecundang
~edited~
 
Buang2 energi ajah dah diskusi kyk ginian.... 
@ Om Bangunkarta : Kalo sampeyan ngerti HUKUM, pasti ngerti dgn postingan saya sebelumnya. Monggo diteruskan ke pihak yg berwenang soalan Perpres ini. Thanks.  sama halnya yu buang buang energi, ga bakalan di approve permintaan BBM subsidi buat kereta api biseks
trust me :ngakak
Posts: 54
Threads: 0
Joined: Sep 2011
Reputation:
0
25-11-2011, 03:02 PM
(This post was last modified: 25-11-2011, 04:26 PM by patub huda agus.)
siiiipp....mantapp....lanjutkan mas kabei !!!
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
siiiipp....mantapp....lanjutkan mas kabei !!!
(25-11-2011, 02:48 PM)kabei Wrote: (25-11-2011, 02:44 PM)see_204XX Wrote: (25-11-2011, 02:11 PM)kabei Wrote: ~edited~
ndak mudeng juga nih anak :nohope:
gw ngasih perbandingan ternyata pada ga bisa nangkep dimari :ngakak
pesawat, udah biaya operasional mahal, boros, pake bbm nonsubsidi tapi masih bisa untung bahkan tarif bisa lebih murah dari kereta....
kereta api, katanya efisien, katanya irit, katanya murah tapi mewek ga dapat subsidi, bahkan tiket lebih mahal dari pesawat....
udah ketangkep belum maksud gw????
kembali ke postingan gw sebelumnya, bahwa di dunia ini cuma ada 2 pilihan, jadi pemenang apa pecundang
~edited~
 
Buang2 energi ajah dah diskusi kyk ginian.... 
@ Om Bangunkarta : Kalo sampeyan ngerti HUKUM, pasti ngerti dgn postingan saya sebelumnya. Monggo diteruskan ke pihak yg berwenang soalan Perpres ini. Thanks.  sama halnya yu buang buang energi, ga bakalan di approve permintaan BBM subsidi buat kereta api biseks
trust me :ngakak
@kabei : subsidi BBM utk KA barang udah disetujui dan efektif mulai 1 januari 2012,,sumber : tribunnews.com
#ngakak guling-guling
Posts: 121
Threads: 0
Joined: Oct 2008
Reputation:
3
Heheheee ... seru nih ... !!!
Kalo saya sih coba mikir terbalik. Saya coba lontarkan lagi yang pernah saya sampaikan di milis KA.
Idenya : Kalau BBM non subsidi juga diterapkan di angkutan umum, misalnya Bis AKAP.
Beberapa bulan lalu, ayah saya pulang dari Bogor ke Madiun naik klas SuperExe dengan harga Rp 210rb, dengan fasilitas seat 2-1, dan makan malam prasmanan, n snack-kopi pas subuhnya ...
Nah saya bandingkan dengan KA, taruhlah Argo Lawu ke Solo dengan harga Rp300rb, atau Bima ke Madiun dengan harga Rp 320rb, fasilitas seat 2-2, n tanpa ada makan-minum selama perjalanan, semua harus berbayar.
Seandainya bis harus pakai bbm non subsidi, taruhlah akan naik harganya ke Rp 400rb. Nah, bisa ndak tuh KA bersaing disitu (berapa harga yang akan diberikan), dengan catatan kondisi/fasilitas : seat 2-1, plus free meal (prasmanan n snack) ya ... hayuuu monggooo ...
*Pertimbangan lain : KA : harus ke Gambir dulu, kalau bis, poolnya ada di Bogor ... kalau di tujuan (Madiun) sih sama2 aja harganya n ribetnya dari stasiun/terminal ke tujuan akhir (rumah) ...
Btw,
Saya setuju, KA harus dikomparasi tidak hanya dengan angkutan darat, tapi juga dengan angkutan udara ... lha secara ndak langsung saling bunuh2an kok ...
|