Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
lebih baik mana ya perumka atau PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
#21
Kutipan tulisan lama tentang PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Quote:Kinerja Buruk, PT Kereta Indonesia Api (Persero) Tambah 100 Lokomotif Baru

MENGURUS perusahaan jasa angkutan di Indonesia, ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dari beberapa perusahaan pengangkutan pelat merah yang dimiliki Indonesia, mungkin PT Kereta Indonesia Api (Persero) adalah perusahaan pelat merah yang harus berjalan terseok-seok. Di kala PT Garuda Indonesia siap menjadi perusahaan penerbangan udara yang go internasional, PT Kereta Indonesia Api (Persero) malah berkutat dengan permasalahan operasional dan pendanaan.

Selama 28 tahun saya hidup, baru tiga bulan terakhir menggunakan jasa PT Kereta Indonesia Api (Persero) secara rutin. Kenapa? Karena kantor pindah ke daerah Menteng (dekat Stasiun Gondang Dia), akhirnya saya kerap menggunakan kereta api. Tidak seperti bus TransJakarta yang menjadi alat transportasi andalan saya selama ini, layanan kereta api memang tergolong buruk. Harga tiket kereta api (dalam kota) yang tergolong murah (dari Manggarai-Gondang dia hanya Rp 1.000) membuat layanan PT Kereta Indonesia Api (Persero) menjadi ala kadarnya.

Kereta api yang sering saya tumpangi sudah tua, dengan beberapa lubang di lantainya dan penutup pintunya sudah tidak berfungsi dengan baik. Belum lagi, kondisi stasiun yang memang tidak memadai. Kotor, banyak calo, tukang bajai dan ojek yang bebas nongkrong di dalam stasiun dan "menghantui" penumpang, sampai tukang jualan yang bebas berkeliaran di dalam kereta. Lalu di mana petugas kereta? Jangan tanya, karena itu sangat sesuai dengan uang yang Anda keluarkan. Seribu rupiah ... cringgg ...

Penasaran dengan permasalahan kinerja PT Kereta Indonesia Api (Persero), saya pun menghubungi Tundjung Inderawan, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, 26 Februari lalu. Menurut dia, ada dua masalah utama yang kerap membelit PT Kereta Api Indonesia (Persero). Pertama, masalah pendanaan. Menurut Tundjung, sebenarnya mekanisme pendanaan untuk PT Kereta Indonesia Api (Persero) sudak jelas. Selain dana Public Service Obligation (PSO), PT Kereta Indonesia Api (Persero) juga didukung dengan dana pemeliharaan jalur (rel) kereta api.

Kedua, masalah fasilitas. Menurut Tundjung, dari 348 unit kereta kelas ekonomi yang dimiliki PT Kereta Indonesia Api (Persero) saat ini, hampir semuanya berusia uzur. ”Bayangkan umur kereta kelas ekonomi itu sudah lebih dari 30 tahun loh. Sampai sekarang PT Kereta Indonesia Api (Persero) belum mendatangkan unit-unit kereta baru untuk menopang kinerja mereka,” katanya.

Nah, masalah-masalah yang membelit PT Kereta Indonesia Api (Persero) itu tidak dipusingkan oleh Ignasius Jonan, Direktur Utama PT Kereta Indonesia Api (Persero). Dia tetap optimistis perusahaan yang dipimpinnya dapat berperforma positif tahun ini. Dia menjelaskan, PT Kereta Indonesia Api (Persero) akan menambah 100 lokomotif baru secara bertahap hingga 2014.

”Penambahan lokomotif kami lakukan, karena sudah banyak lokomotif yang berusia tua. Sebenarnya, usia maksimal sebuah lokomotif berkisar 24 tahun. Tetapi, dengan perawatan yang baik, usia lokomotif dapat bertambah 15 hingga 20 tahun,” katanya ketika ditemui Jurnal Nasional, 16 Februari 2011. Jonan menjelaskan, penambahan lokomotif baru tersebut akan difokuskan untuk melayani Pulau Jawa, dengan aktifitas lalu lintas kereta api yang lebih padat.

Untuk memuluskan rencana penambahan 100 lokomotif baru tersebut, Jonan mengaku PT Kereta Indonesia Api (Persero) menganggarkan dana belanja modal sekitar Rp 200 miliar. Angka itu melonjak hampir 100 persen apabila dibandingkan tahun sebelumnya, yang hanya Rp 100 miliar.

“Anggaran belanja modal itu berasal dari dana internal kami, serta dari pinjaman perbankan,” katanya. Selain untuk menambah lokomotif baru, dana belanja modal tersebut akan digunakan untuk menambah rangkaian gerbong kereta api, serta menutupi kerugian akibat selisih harga tiket ekonomi serta biaya operasional yang terus meningkat setiap tahunnya.

Seperti yang diketahui, dana PSO PT Kereta Indonesia Api (Persero) 2010, belum sepenuhnya disetorkan pemerintah. Dari total Rp 535 miliar yang diajukan tahun lalu, PT Kereta Indonesia Api (Persero) baru menerima 75 persennya, atau sekitar Rp 401 miliar. Itu sebabnya, Jonan berharap dana PSO dapat segera dikucurkan. ”Kalau dana PSO telat seperti itu, maka kami harus menggunakan kas internal dan pinjaman perbankan. Ini kan membebani operasional perseroan,” katanya. Jonan menambahkan, untuk 2011, PT Kereta Indonesia Api (Persero) mengusulkan PSO sebesar Rp 775 miliar. Namun, pemerintah hanya meng-acc sebesar Rp 639 miliar.

Selain itu, dari segi pelayanan, akhir Januari lalu, PT Kereta Indonesia Api (Persero) menggandeng PT Arta Jasa untuk melaunching layanan online payment. Layanan tersebut menurut Jonan dapat dilakukan pada gerai anjungan tunai mandiri (ATM) bersama. Dia menambahkan, jasa online payment dilakukan untuk mempermudah penumpang kereta api untuk mendapatkan serta membayar tiket. “Dengan memberlakukan online ticketing, kami berharap dapat mengurangi praktek percaloan tiket kereta api,” tuturnya.

BY: SISKA MARIA EVILINE

Semoga bermanfaat.
Reply
#22
Quote:Kedua, masalah fasilitas. Menurut Tundjung, dari 348 unit kereta kelas ekonomi yang dimiliki PT Kereta Indonesia Api (Persero) saat ini, hampir semuanya berusia uzur. ”Bayangkan umur kereta kelas ekonomi itu sudah lebih dari 30 tahun loh. Sampai sekarang PT Kereta Indonesia Api (Persero) belum mendatangkan unit-unit kereta baru untuk menopang kinerja mereka ,” katanya.
sebenarnya yang berwenang mendatangkan (mengadakan) unit kereta kelas ekonomi itu PT. Kereta Api Indonesia (Persero) atau Pemerintah cq Kementerian Perhubungan ya? Bingung
KA Sumber Kentjono
Reply
#23
(17-10-2011, 08:16 PM)hendraibrahim Wrote: Kalo saya jadi pegawai PT KA, saya lebih memilih perusahaan tempat bekerja saya balik kembali menjadi PJKA. Nggak usah terlalu memikirkan profit. yg penting pelayanan kepada masyarakat. Yg paling penting lagi, hidup saya nyaman dgn status sebagai PNS krn gaji ditanggung negara, nggak peduli ini perusahaan mau untung apa rugi.

yup,karena memang menururt saya belum saatnya PT KA menjadi PT yg profit oriented, mengingat dia tidak memiliki pesaing..akibatnya sudah profit oriented, tidak ada saingannya pula..jadinya serba nanggung, karena profit oriented maka hargaaya dinaikin n banyak KA yg jadi korban, tapi karena ga ada saingan yg sekelas, maka tidak ada (atau kurangnya) motivasi untuk berkompetisi(CMIIW, ini berdasarkan yg saya amati) dalam hal pelayanan Sakit..
sejauh ini PT KA memang sudah banyak berupaya unutk bertahan dan memperbaiki diri, dilihat dari berbagai macam inovasi yg ditawarkan,,tapi memang masih belum maksimal
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#24
(18-10-2011, 08:34 AM)Adolph Wrote: yup,karena memang menururt saya belum saatnya PT KA menjadi PT yg profit oriented, mengingat dia tidak memiliki pesaing..akibatnya sudah profit oriented, tidak ada saingannya pula..jadinya serba nanggung, karena profit oriented maka hargaaya dinaikin n banyak KA yg jadi korban, tapi karena ga ada saingan yg sekelas, maka tidak ada (atau kurangnya) motivasi untuk berkompetisi(CMIIW, ini berdasarkan yg saya amati) dalam hal pelayanan Sakit..
sejauh ini PT KA memang sudah banyak berupaya unutk bertahan dan memperbaiki diri, dilihat dari berbagai macam inovasi yg ditawarkan,,tapi memang masih belum maksimal

Wah, mesti nyalahin oknum yg berambisi memprivatisasi operator kereta api dr Perum jd PT dong...? Nggak tau dech, apa masih hidup ato malah sudah wafat. Ngakak

"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe


[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply
#25
Kalau moda KA ini banyak yang berjiwa sosialnya, memang belum saatnya jadi PT. Di BUMN perhubungan ada PT penerbangan yang masih diharuskan melayani secara sosial. Akibatnya harus subsidi silang dan sakit ga ketulungan, sampai mau diembargo sama juragan minyak di makassar dan surabaya karena nunggak avgas ! Sistem subsidi silang sepertinya masih bisa untuk Perum, seperti sepupu KAI yang harus terguncang-guncang melayani warga di pedalaman papua, kalimantan, sulawesi dengan kereta ban karetnya, tapi juga bisa tampil bersih, wangi dan sejuk di jalur Bandara soekarno hatta ke arah jabotabek.
Reply
#26
(18-10-2011, 10:00 AM)see_204XX Wrote: Wah, mesti nyalahin oknum yg berambisi memprivatisasi operator kereta api dr Perum jd PT dong...? Nggak tau dech, apa masih hidup ato malah sudah wafat. Ngakak

ini menurut saya lho. kalo salah mohon koreksinya. privatisasi perumka ke bentuk pt adalah karena ada hubungannya dengan pengaruh imf yang dulu menalangi indonesia sewaktu krisis moneter 98. waktu itu kita memang nggak punya pilihan mesti minta bantuan imf, karena kalo menerbitkan obligasi, siapa yang mau beli karena peringkat utang indonesia waktu itu sudah jatuh dibawah B. (yang pernah main tycoon railroad pasti ngerti, kalo peringkat utang dibawah B pasti nggak bisa nge-bond. hehehe...)

model imf itu kalau menalangi negara2 bermasalah, maka harus ada penghematan dari sektor2 publik yang menyedot subsidi yang besar untuk efisiensi keuangan.

masih untung dulu kita nggak separah yunani sekarang krisisnya, yang mesti memecat dan mengurangi gaji pns sampai separuh, yang menimbulkan demo dimana2.

"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#27
(18-10-2011, 08:34 AM)Adolph Wrote: yup,karena memang menururt saya belum saatnya PT KA menjadi PT yg profit oriented, mengingat dia tidak memiliki pesaing..akibatnya sudah profit oriented, tidak ada saingannya pula..jadinya serba nanggung, karena profit oriented maka hargaaya dinaikin n banyak KA yg jadi korban, tapi karena ga ada saingan yg sekelas, maka tidak ada (atau kurangnya) motivasi untuk berkompetisi(CMIIW, ini berdasarkan yg saya amati) dalam hal pelayanan Sakit..
sejauh ini PT KA memang sudah banyak berupaya unutk bertahan dan memperbaiki diri, dilihat dari berbagai macam inovasi yg ditawarkan,,tapi memang masih belum maksimal

Hmm, usul saya, kalau pengen PT. KAI "nyadar", bagaimana jika rencana buat "menghilangkan" monopoli PT. KAI itu direalisasikan. Biar mereka punya motivasi buat meningkatkan pelayanan, gak cuma profit oriented saja karena sudah ada pesaingnya ...
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
#28
(18-10-2011, 07:29 PM)ady_mcady Wrote: ini menurut saya lho. kalo salah mohon koreksinya. privatisasi perumka ke bentuk pt adalah karena ada hubungannya dengan pengaruh imf yang dulu menalangi indonesia sewaktu krisis moneter 98. waktu itu kita memang nggak punya pilihan mesti minta bantuan imf, karena kalo menerbitkan obligasi, siapa yang mau beli karena peringkat utang indonesia waktu itu sudah jatuh dibawah B. (yang pernah main tycoon railroad pasti ngerti, kalo peringkat utang dibawah B pasti nggak bisa nge-bond. hehehe...)

model imf itu kalau menalangi negara2 bermasalah, maka harus ada penghematan dari sektor2 publik yang menyedot subsidi yang besar untuk efisiensi keuangan.

masih untung dulu kita nggak separah yunani sekarang krisisnya, yang mesti memecat dan mengurangi gaji pns sampai separuh, yang menimbulkan demo dimana2.

Nah ini..., jawabannya mangstab Gan...
Jd Pemerintah pada dasarnya pingin Badan Usaha yg dimilikinya bs berdiri mandiri & akhirnya bs menjadi tiang penopang pendapatan negara kan...? Xie Xie
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe


[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply
#29
tapi semoga nggak sampai terpuruk seperti si merpati Big Grin mudah2an PT. Kereta Api Indonesia (Persero) nggak ada utang HSD ke Pertamina, jgn sampe loko-loko di grounding di dipo krn HSD nya di "cekal"
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#30
kalau itu seperti nya jauh sih ! malah sekarang sedang mendekati on the track alias mengarah ke arah perusahaan sehat karena sudah dapat mencatak laba yang lumayan lah dari pada rugi.
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
http://www.flickr.com/photos/36503981@N02/

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)