Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berita Umum Menyangkut Kereta Api
namanya juga truk, pasti jalannya pelan apalagi kalo full isinya....
udh sering ngalamin yg kaya gini makanya harus sabar dan ngeri kalo ngedahuluin antrian di belakang truk yang panjang bgt
youtube bagusrailfans
I hope my speed as CC 204 03 02 JNG " The Speed maker " and flying high like A340-600
Reply
Lagian kalo misalnya Truk Trailer saya rasa berbahaya bagi kendaraaan lain karena ukurannya terlalu besar.......... Mending pake KA aja....... Ayo tingkatkan terus potensi KA Barang
...............Bye ByeLok Merah BiruBye Bye
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
itulah kalau yang ada di kepala pemerintah adalah terlalu bergantung jalan raya. sekalinya kapasitasnya sudah jenuh, baru kelabakan cari tukang sapu buat bersih2.

tinggal berani atau tidak pemerintah merevisi kebijakan2 yang selama ini membuat kereta api tidak kompetitif terhadap moda darat yang lain. kalau tidak berani, ya banci namanya. dan persoalan tidak bakalan selesai mengenai kemacetan, pemborosan, ekonomi biaya tinggi, dll.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
Oya, kebetulan saya dulu waktu buka warung di bilangan Cakung pernah ngobrol dengan sopir truk yang lagi makan "Mas, Itu kontainer mau diangkut kemana?" dia jawab "Ke Surabaya, perjalanan dari sini ke Surabaya hampir 3 hari lho Mas" ...........Heran
Dalam benak saya......... gila ah pake truk lamanya sampai segitu, coba bayangkan kalo pakai KA (KA Barang Serebuan) gak nyampai segitu lama paling cuma 18 jam.........
Terus coba bayangkan kalo pake truk Trailer kan sekali bawa cuma segitu thok, coba pakai KA sekali angkut bisa nyampai 20 gerbong............
Jadi Intinya LEBIH EFISIEN PAKAI KERETA API ..............Lok Merah Biru
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
Baca Kompas hari ini..

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) coba melakukan lobi kepada Jerman dengan target Hibah Trem untuk Jalur Karangpiliang-Ujung,untuk mencegah penyerobotan aset..
693-5073-893-673
Reply
Wah, kalau gitu caranya jalur tremnya nanti dibikin gauge 1435mm dong, padahal yang asli 1067mm...
Rumah bata en semen. Minum cendol..segarrr
Reply
Susah kalau sudah politik dagang.Sedih
Pemerintah punya duit dari mana buat bangun jalan tol&jalan layang? Pastinya dari pinjaman lunak luar negeri, khususnya negeri asal pabrikan kendaraan bermotor,seperti Jepang. coba lihat berapa banyak jalan tol yang dibiayai oleh Jepang? Kalau mereka tidak beri pinjaman lunak untuk bangun jalan bagaimana produk mereka mau laku?
Walau harus belah bukit,tanah rawan longsor,termasuk serobot jalur trem. Mabok pemerintah pasti dijabanin .

[Image: stasiunkeretaapibogor.jpg]
Reply
(27-05-2011, 10:34 PM)tomrys Wrote: Baca Kompas hari ini..

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) coba melakukan lobi kepada Jerman dengan target Hibah Trem untuk Jalur Karangpiliang-Ujung,untuk mencegah penyerobotan aset..

walaupun terkesan percuma kalau pemerintah tidak menanggapi (ingat sikap pemerintah yang mempersilahkan bekas rel trem digusur buat flyover beberapa waktu lalu), saya sangat menghargai inisiatif MTI tersebut.

atau sebenarnya ini hanyalah sindiran MTI terhadap pemerintah yang terkesan bebal untuk mengurusi transportasi massal berbasis rel?

mestinya pemerintahlah yang tanggap soal urusan ini. lha wong yang punya rel itu pemerintah sendiri.

"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
Ah, om, buat apa pemerintah disindir, bukan sekedar bebal, diteriakin aja pura-pura tak mendengar... Bukanya ngurusin jalur mati, malah utak-atik nomor loko.. Sakit
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...Ngiler
Reply
Code:
Calon Penumpang KA di Stasiun Bandung Naik 100 persen
Bisnis Hari Ini / Ekonomi - / Kamis, 2 Juni 2011 15:23 WIB

Metrotvnews.com, Bandung: Lonjakan penumpang menuju wilayah timur Pulau Jawak, terjadi di Stasiun Bandung, Kamis (2/6) siang. Lonjakan penumpang itu mencapai 100 persen dari jumlah penumpang di hari biasa.

Lonjakan penumpang sudah terjadi sejak Rabu (1/6) kemarin. Sejak pagi tadi, ratusan calojn penumpang sudah menunggu kereta yang akan mereka naiki. Mereka mengaku rela berdesak-desakan dengan penumpang lain, asalkan sampai ke tujuan.

Sejumlah kereta yang akan mengangkut mereka dan melaju ke wilayah timur sudah melebihi batas. Kereta itu antara lain Kereta Argo Wilis menganggkut penumpang hingga 156 persen. Mutiara Selatan 106 persen, Turangga 107 persen, Harina 110, Malabar 110 persen dan Lodaya Malam 100 persen. Menurut Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional II Bandung Bambang Prayitno, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah menyediakan gerbong tambahan untuk mengangkut penumpang. Selain itu, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga telah menaikkan tarif hingga Rp10 hingga Rp50 ribu.(****)
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)