Poll: Gerbong paling depan dan paling belakang bukan untuk penumpang. Setuju?
You do not have permission to vote in this poll.
Sangat setuju
5.77%
12 5.77%
Setuju
10.10%
21 10.10%
Tidak berpendapat
2.40%
5 2.40%
Tidak setuju
27.40%
57 27.40%
Sangat tidak setuju
54.33%
113 54.33%
Total 208 vote(s) 100%
* You voted for this item. [Show Results]

Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[Diskusi] Gerbong Aling Aling

[Image: kartun-antown1.jpg]
[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

[/spoiler]
k2 lodaya ga di prutul2 tuh,, k1 wilis jg kaga.. Cuma pasundan,kahuripan daaaaaaannnn KUTOJAYA SELATAN pastinya..
seandainya ada kereta ke Pangandaran... mungkin bisa lebih hidup pariwisata di wilayah priangan timur, sedikit emisi untuk menyelamatkan bumi kita, naiklah kereta api....
maksudnya gak diprutul-prutul gimana?

mulai minggu ini buat tulisan "opini" semoga dimuat ya? doakanOK
At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya Playboy

kmren sabtu waktu pulang dri PSE naik Fajrut SMT dapat gerbong 6... Bye Bye.. dah gt d luar gerbong gak ada no nya lagi,,,

tak kirain d tengah,, eh gak taunya d gerbong barisan belakangBethe capek jalan dari depan k belakang, apalagi ada asongan yang menghambat.. tambahBethe

lepas Weleri iseng2 k bordes, eh taunya ada aling2... pintunya cuman dikunci make kawat tebal, hingga akhirnya gw jebol aja tuh,, bisa dibuka akhirnya...waktu masuk k gerbong aling2, ternyata eh ternyata ka nya kotor banget, kursi2nya dah dicabutin,, pintu2 dpasang teralis.. kayak gerbong penjara ajah.... trus akhirnya kawat tebalnya guwe buang aja selama dijalan... sebel sih kereta api guwe dibeginikan.. sungguh sangat2 mubazir...

ditambah lagi konsumen seakan-akan hanya diam aja tak ada refleks sama sekali terkait kebijakan tolol ini....

At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya Playboy

(24-02-2011, 05:35 PM)rapih_dhoho Wrote: Kepada
Yth. Dirjen Perkeretaapian Indonesia
di Tempat

[spoiler]Assalamualaikum Wr. Wb.

Saya adalah seorang pelnaggan KA setia, sejak dari saya kuliah sampai saat ini bekerja disalah satu kota di Jawa Timur saya selalu menggunakan angkutan KA. Mulai dari KA eksekutif termahal Argo, Bromo Anggrek, sampai KA lokal ekonomi termurah, KRD Surabaya-Kertosono, sudah pernah saya naiki. Saya selalu menggunakan moda angkutan KA karena sifatnya yang massal dan bebas macet sehingga saya dapat menikmati perjalanan saya.

Beberapa saat ini saya merasa ada hal yang aneh dalam perjlanan KA, dan ini saya rasa sangat mengganggu keselurahan penumpang. Hal ini berkaitan dengan peraturan pengosongan gerbong paling depan dan paling belakang kereta penumpang yang sering disebut gerbong aling-aling. Tujuan peraturan "aneh" ini memang bertujuan baik, yaitu untuk meminimalkan jumlah korban jiwa jikalau terjadi kecelakaan kereta api khususnya yang disebabkan oleh tabrakan frontal kereta api dari depan atau pun dari belakang. Menilik dari beberapa kecelakaan KA akhir-akhir ini (Senja Utama vs Argo Bromo dan Mutiara Selatan vs Kutojaya selatan) memang korban terbanyak adalah penumpang di gerbong paling depan dan belakang.

Akan tetapi menurut saya peraturan ini seakan-akan adalah bentuk kepanikan jajaran PT. KAI Persero dalam menyikapi kecelakaan tabrakan frontal yang akhir-akhir ini terjadi. Peraturan gerbong aling-aling ini seakan-akan jajaran PT. KAI Persero yakin bahwa cepat atau lambat kecelakaan tabrakan KA pasti akan terjadi lagi. Apakah bukan lebih baik kita memikirkan kebijakan yang lebih tepat lagi untuk mengindari kecelakaan KA daripada menerapakan peraturan gerbong aling-aling yang menurut saya menimbulkan masalah baru baik terhadap pengguna jasa dan penyedia jasa. Sebuah ironi dimana pada kenyataannya PT. KAI masih mengalami kekurangan gerbong.

Dampak buruk utama dengan diterpakannya peraturan gerbong aling-aling adalah jumlah gerbong yang dapat dinaiki penumpang menjadi berkurang sehingga penumpang berdesak-desakkan dan menjadi sangat tidak nyaman.
Mungkin jika peraturan ini diterapkan di KA Eksekutif tidak terlalu mengganggu penumpang dikarenakan gerbong paling depan adalah gerbong barang sedang paling belakang adalah gerbong pembangkit sehingga tidak mengurangi jatah tempat duduk penumpang. Akan tetapi jika hal ini diterapkan di KA Eksekutif-Bisnis, Bisnis, dan Ekonomi jelas peraturan ini sangat mengganggu. Beberapa hari yang lalu saya naik KA Probowangi dan pada saat itu saya menemui hal yang sanagat aneh, jumlah gerbong Probowangi cuma 4 gerbonng sedangkan gerbong terdepan dan terbelakang tidak boleh dinaiki penumpang tentu saja penumpang saling berdesak-desakkan di 2 gerbong tengah dan bahkan sampai banyak yang tak terangkut. Para penumpang pun cuma bisa terheran-heran dan protes ke kondektur dengan keadaan ini. Lalu bagaimana nasib KA yang cuma memakai 2 gerbong seperti KA Lokal Bandung-cianjur dan Feeder Wonogiri, serta bagaimana pula dengan KRL di Jabodetabek? Apakah peraturan ini juga diterapkan juga?

Saya sangat berharap peraturan gerbong aling-aling ini dapat segera dicabut dan PT. KAI beserta departemen perhubungan bisa memikirkan cara yang lebih baik ntuk mengatasi kecelakaan KA. Contohnya bisa menerapkan manajeman kerja masinis yang lebih baik sperti pengurangan shift ganti masinis setiap dinasan, melakukan pelatihan secara periodik kepada masinis dan PPKA, menerapkan peralatan komunikasi dan alat bantu lainnya yang tepat guna di lokomotif, perbaikan peraturan persinyalan KA, dan berbagai hal lainnya yang bisa memecahkan masalah tanpa menimbulkan masalah yang baru.

Akhir kata, surat ini adalah salah satu bentuk kepedulian dari kami sebagai pengguna setia KA. Semoga kedepannya jajaran PT. KAI Persero dan Departemen Perhubungan berhasil menerapkan zero accident perjalan KA dengan menerapkan kebijakan efektif dan effisien.

Salam Kereta Api Indonesia!!!

Waalaikumsalam Wr. Wb.

Salah seorang pengguna setia jasa Kereta Api

kontak_pelanggan@kereta-api.co.id

[/spoiler]

Udah saya coba kirim ke kontaknya dirjen perkeretaapian..
(01-03-2011, 12:58 AM)phadeen Wrote: Udah saya coba kirim ke kontaknya dirjen perkeretaapian..

Kalo bisa sekalian kita kabarkan ke media2 masa dan televisi, agar mereka tahu bahwa Dirjen KA sedang menerapkan kebijakan yg merugikan masyarakat...

Kalo bukan RF yang bergerak, lalu siapa lagi???

Thanks atas responnya, surat ane di forward ke dirjen KA
waktu belum menegaskan gimana sih kondisi gerbong aling ternyata harus di cabutin kursinya kursinya ya , buat meminimalkan penumpang gelap naik di sana.nggak kebayang kan betapa repotnya awak PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mencabuti semua kursi yang ada di gerbong.
kemarin sabtu pagi naik kereta serayu gerbong aling alingya lucunya masih ada kursinya namun di belakangnya yaitu gerbong ke dua dari depan nggak ada kursinya.
dan teryata banyak penumpang gelap dan terjadi deh transaksi dengan petugas yang berkuasa.
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
http://www.flickr.com/photos/36503981@N02/

Kalau sampai tempat duduk sengaja dicopot, dapat disimpulkan bahwa kebijakan ini akan menjadi kebijakan permanen. Tidak terbayang nanti kalau tiba waktunya angkutan lebaran betapa ruwetnya.
Parjono Wrote:Kalau sampai tempat duduk sengaja dicopot, dapat disimpulkan bahwa kebijakan ini akan menjadi kebijakan permanen. Tidak terbayang nanti kalau tiba waktunya angkutan lebaran betapa ruwetnya.

Tenang aja Bos . Kan Pemerintah sudah berencana membeli 150 Lokomotip dan ratusan Kereta Penumpang untuk perkereta-apian kita .
Ngakak Ngeledek Xie Xie Ngeledek

(27-02-2011, 08:19 PM)nikmuracell Wrote:
[Image: kartun-antown1.jpg]
Kursi tempat duduk dicopot...
Sekalian aja dindingnya dicopot..........NgakakNgakak
naikinya tinggal chassis nya doang (kayak gerbong PPCW) yang naik nanti pake helm SNI............ biar ga di semprit, SIMnya...??Bingung
Ucapin bareng bareng SIMsalabim abrakadabra .....NgakakNgakak
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)