Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
GE Evolution Series vs EMD SD70 Series
#11
ternyata sistim nya sama ya
ini lok besar gini rem nya sama gak sama yg ada di indonesia
nanti gak bisa berhenti lagi
Reply
#12
(10-10-2010, 03:18 PM)WOODWARD Wrote: ternyata sistim nya sama ya
ini lok besar gini rem nya sama gak sama yg ada di indonesia
nanti gak bisa berhenti lagi

sama koq...
sama sama sistem rem angin (Westinghouse) Big Grin
Reply
#13
(10-10-2010, 03:44 PM)Narendro Anindito Wrote:
(10-10-2010, 03:18 PM)WOODWARD Wrote: ternyata sistim nya sama ya
ini lok besar gini rem nya sama gak sama yg ada di indonesia
nanti gak bisa berhenti lagi

sama koq...
sama sama sistem rem angin (Westinghouse) Big Grin

ya itu si udah tau
maksudnya sistim rem lok nya gimana,
terus untuk rem rangkaian masih pakai membran seperti lok di sini atau sudah solenoid, atau malah full elektrik
Reply
#14
(10-10-2010, 03:50 PM)WOODWARD Wrote:
(10-10-2010, 03:44 PM)Narendro Anindito Wrote:
(10-10-2010, 03:18 PM)WOODWARD Wrote: ternyata sistim nya sama ya
ini lok besar gini rem nya sama gak sama yg ada di indonesia
nanti gak bisa berhenti lagi

sama koq...
sama sama sistem rem angin (Westinghouse) Big Grin

ya itu si udah tau
maksudnya sistim rem lok nya gimana,
terus untuk rem rangkaian masih pakai membran seperti lok di sini atau sudah solenoid, atau malah full elektrik

menggunakan sistem Electronically controlled pneumatic brakes (ECP) yg mana rem pneumatik dikendalikan secara elektronik.

begitukah maksudnya?Xie Xie
Reply
#15
(10-10-2010, 04:47 PM)Narendro Anindito Wrote:
(10-10-2010, 03:50 PM)WOODWARD Wrote:
(10-10-2010, 03:44 PM)Narendro Anindito Wrote:
(10-10-2010, 03:18 PM)WOODWARD Wrote: ternyata sistim nya sama ya
ini lok besar gini rem nya sama gak sama yg ada di indonesia
nanti gak bisa berhenti lagi

sama koq...
sama sama sistem rem angin (Westinghouse) Big Grin

ya itu si udah tau
maksudnya sistim rem lok nya gimana,
terus untuk rem rangkaian masih pakai membran seperti lok di sini atau sudah solenoid, atau malah full elektrik

menggunakan sistem Electronically controlled pneumatic brakes (ECP) yg mana rem pneumatik dikendalikan secara elektronik.

begitukah maksudnya?Xie Xie

gini maksudnya
kalo di lok disini 201 203 204, itu kan untuk mengerem rangkaian, tekanan di pipa abar di turunkan jadi rangkaian mengerem. menurunkan pipa abar berarti membuang tekanan di tangki penyama, ini dilakukan dengan mambuka membran tustel di meja pelayan.

atau menggunakan rem elektrik, pipa abar tetap ada, tapi triple valve di ganti dengan solenoid untuk mengalirkan tekanan udara dari tangki utama di gerbong ke silinder rem.

lok ini GE dan EMD yang besar2 ini pakai sistim mana?
Reply
#16
Kalau CC205 itu kan dari EMD bentuknya kaku kurang dinamis (rencananya),
Kalau CC20x untuk operasional di jawa yang dari GE lebih cocok karena meski dengan turunan beberapa dash tetap keren gagah berapapun tenaganya..dus apapun system controlnya dalam pengoprasian. sampai sekarang juga belum ada gambarannya.
menurut rekan yang lain ...Bingung
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
#17
(10-10-2010, 05:48 PM)eko winarno Wrote: Kalau CC205 itu kan dari EMD bentuknya kaku kurang dinamis (rencananya),
Kalau CC20x untuk operasional di jawa yang dari GE lebih cocok karena meski dengan turunan beberapa dash tetap keren gagah berapapun tenaganya..dus apapun system controlnya dalam pengoprasian. sampai sekarang juga belum ada gambarannya.
menurut rekan yang lain ...Bingung

Kalo pendapat saya lbh bagus spt desain lok BB 301 yg double cab atau lok Ludmilla (lok DE buatan Uni Soviet) yg juga double cab. Tenaga kuat tapi suara mesinnya halus. Monggo nanti bisa bikin desain sendiri Xie Xie


Eh malah OOT ya, ngobrolin GE ngluyur ke Lugansk...
Reply
#18
(10-10-2010, 06:23 PM)sepur_lori Wrote:
(10-10-2010, 05:48 PM)eko winarno Wrote: Kalau CC205 itu kan dari EMD bentuknya kaku kurang dinamis (rencananya),
Kalau CC20x untuk operasional di jawa yang dari GE lebih cocok karena meski dengan turunan beberapa dash tetap keren gagah berapapun tenaganya..dus apapun system controlnya dalam pengoprasian. sampai sekarang juga belum ada gambarannya.
menurut rekan yang lain ...Bingung

Kalo pendapat saya lbh bagus spt desain lok BB 301 yg double cab atau lok Ludmilla (lok DE buatan Uni Soviet) yg juga double cab. Tenaga kuat tapi suara mesinnya halus. Monggo nanti bisa bikin desain sendiri Xie Xie


Eh malah OOT ya, ngobrolin GE ngluyur ke Lugansk...


Ya GE ini...he he he..
Kalau seperti CC203/4 yang terbaru menerutku tenaganya kurang gede dikit ..maksutnya untuk tarikan 12 rangkaian tidak usah DT serta bentuk loko ...wah la ini malah kaku.
Jangan matikan aku bila perlu tambah dan panjangkan jalurku, biarkan kereta melaju di punggungku....SPOR RAIDER

GREEN LIVING
Salam Kereta, Nuwun
Reply
#19
lok EMD ini udah pake radial bogie blom?
Reply
#20
(10-10-2010, 06:37 PM)WOODWARD Wrote: lok EMD ini udah pake radial bogie blom?

Semua model SD70 sampai dengan SD70ACe menggunakan bogie HTCR Radial.


[Image: radial_truck_lg_07.jpg]
Bogie EMD radial mengurangi sudut serang, dan benar-benar mengarahkan melalui lengkungan, menjaga roda sejajar dengan arah lintasan.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)