Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Nasib KA Luar Negeri Buatan INKA
#1
Bagaimana nasib kereta api buatan INKA di luar negeri? Share di sini ya

1. From Indonesia to Bangladesh for Maitree Express
Indonesia
Ane foto pic dari Majalah KA Edisi April 2007, di garasi INKA Madiun
[Image: mwz6yq.jpg]

Bangladesh
Dari berbagai sumber
Quote:[Image: Moitree-Express2.jpg]
Sumber topnews.in

Quote:[Image: 0.jpg]
Sumber utopianvision.co.uk

Quote:[Image: 610x.jpg]
Sumber cache.daylife.com

Quote:[Image: 610x.jpg]
Sumber cache.daylife.com

Video ada di sini. Bangganya...

2. .... temen2 yang lain deh share di sini hehe..ane taunya cuma itu hehehe..yang di malaysia & australia tuh..
[Image: a2vric.jpg]
Reply
#2
Berita dari Bappenas:

Quote:http://els.bappenas.go.id/upload/other/T...20Inka.htm

Tiga Negara Beli Produk Inka, Dephub Impor Gerbong Bekas

13-01-06

Jakarta, Kompas - Banglades dan Sudan membeli ratusan gerbong KA barang, KA ekonomi, dan KA eksekutif buatan PT Industri Kereta Api di Madiun. Inka juga tengah bernegosiasi dengan Thailand yang memesan 112 gerbong peti kemas.

Sebaliknya, Departemen Perhubungan segera mengimpor 160 gerbong kereta rel listrik bekas dari Jepang.

Direktur Utama PT Inka Roos Diatmoko saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (12/1), mengatakan, KA yang dipesan Banglades sedang dikerjakan di Madiun. Juni 2006 akan dilakukan pengapalan perdana. Sisanya dikapalkan paling lambat November 2005 sesuai dengan kontrak kerja, sedangkan pemesanan oleh Sudan belum dikerjakan karena masih menunggu pencairan dana.

Kami berterima kasih atas pembelian kereta api buatan Inka oleh negara lain. Pembelian tersebut bukan baru kali ini, tetapi sejak beberapa tahun lalu. Bahkan, bukan hanya dari tiga negara itu. Fakta ini menunjukkan masih adanya kepercayaan negara asing terhadap Inka, ujar Roos.

Berdasarkan dokumen program kegiatan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Dephub tahun 2006 disebutkan, pada tahun tersebut akan diimpor 40 set atau 160 gerbong KRL bekas dari Jepang. Total nilai impor sebesar Rp Rp 76 miliar. Jumlah itu belum termasuk biaya pendampingan teknik Rp 800 juta. Biaya itu bersumber dari APBN. Impor tersebut segera direalisasikan dalam waktu dekat.

Direktur Eksekutif Indonesian Railway Watch Taufik Hidayat mengatakan sudah kehabisan kata-kata guna membendung kehendak pemerintah untuk mengimpor KRL bekas dan KRL baru. Sebab sudah berkali-kali disampaikan, tetapi impor KRL tetap jalan terus, bahkan semakin menggila.

Jika memang pemerintah tak percaya lagi dengan kemampuan anak bangsa sendiri yang dicapai dengan susah payah, ya sudah, bubarkan saja PT Inka sebagai industri strategis bidang perkeretaapian daripada dibiarkan hidup segan mati tak mau. Apalagi, utang pembelian KRL-I produksi PT Inka sebanyak Rp 23 miliar pada tahun 2003 oleh PT KA belum dilunasi. Padahal, KRL itu telah dioperasikan sejak tiga tahun lalu dan telah memberikan keuntungan besar bagi PT KA, ujar Taufik Hidayat.

Ia juga mempertanyakan komitmen Menteri Perhubungan Hatta Rajasa terhadap industri strategis nasional. Dulu saat masih menjadi Menristek paling getol menolak impor KRL. Kini, setelah jadi Menhub malah diam-diam mendukung impor KRL, ujarnya.

Jika Menhub serius ingin melarang impor KRL serta ingin menghidupkan Inka, harus menerbitkan surat keputusan tentang larangan itu. Ini penting guna mengikat semua pihak dalam perkeretaapian, ujarnya.(JAN)

Selain Bangladesh, ternyata Thailand dan Sudan juga membeli rangkaian KA rakitan PT. INKA, baik KA penumpang maupun KA barang.

Bahkan rencananya Malaysia juga akan memesan rangkaian KRL ke perusahaan ini.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
[Image: 2r56iya.jpg]
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#3
Quote:Direktur Eksekutif Indonesian Railway Watch Taufik Hidayat mengatakan sudah kehabisan kata-kata guna membendung kehendak pemerintah untuk mengimpor KRL bekas dan KRL baru. Sebab sudah berkali-kali disampaikan, tetapi impor KRL tetap jalan terus, bahkan semakin menggila.

kalo sudah kehabisan kata-kata, jangan lempar kata-kata lagi ke pemerintah.

tapi lemparlah bata-bata... Ngeledek
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#4
kalo gitu cepetan INKA bikin lokomotif. Siapa tahu negara2 tetangga juga tertarik dengan lokomotif buatan Indonesia [Image: I-Luv-Indonesia.gif]
Loco Project Designer for better Indonesian Railways Tengsin
Reply
#5
Bangganya produk INKA bisa dipakai di LN

BTW: Tuh peresmiaan nya meriah banget. Apa di sana banyak RF, ato belum pernah liat KA eksekutif ???
Ku mau terbang dan tenggelam, menjalani semua ini .....
"Terbang Tenggelam" ~ song by NETRAL
Reply
#6
(23-03-2010, 10:06 AM)Charles Wrote: Selain Bangladesh, ternyata Thailand dan Sudan juga membeli rangkaian KA rakitan PT. INKA, baik KA penumpang maupun KA barang.

Bahkan rencananya Malaysia juga akan memesan rangkaian KRL ke perusahaan ini.

Wah..Thailand dan Sudan ya? Gimana kondisi kereta INKA disana? apa mereka betah disana seperti turis Ngakak atau miris seperti pahlawan devisa Indonesia TKI Sedih? apa ada pic-nya?
[Image: a2vric.jpg]
Reply
#7
(23-03-2010, 10:28 AM)fun_plano Wrote:
(23-03-2010, 10:06 AM)Charles Wrote: Selain Bangladesh, ternyata Thailand dan Sudan juga membeli rangkaian KA rakitan PT. INKA, baik KA penumpang maupun KA barang.

Bahkan rencananya Malaysia juga akan memesan rangkaian KRL ke perusahaan ini.

Wah..Thailand dan Sudan ya? Gimana kondisi kereta INKA disana? apa mereka betah disana seperti turis Ngakak atau miris seperti pahlawan devisa Indonesia TKI Sedih? apa ada pic-nya?

Untuk Thailand dan Sudan masih dalam tahap pembuatan setelah tender disetujui. Namun sepertinya kondisi rangkaian KA buatan INKA di Sudan nantinya lebih minimalis daripada rangkaian KA yang akan diekspor ke Thailand.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
[Image: 2r56iya.jpg]
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#8
Dan jangan lupa, ada U201 (CC203) serta gerbong-gerbong flatcar di Australia, serta juga gerbong flatcar di Malaysia.
Reply
#9
mungkin INKA dumping kalau jual ke luar negeri?
Reply
#10
(23-03-2010, 12:42 PM)m_ilhami Wrote: mungkin INKA dumping kalau jual ke luar negeri?

Nggak bakalanlah. Everything are straight and square. Ada barang ada kualitas.
Pembeli dari luar negeri tak pernah mempermasalahkan harga, hanya kualitas yang dikejar, nggak peduli harga.

Alasan kenapa kok pembeli dari luar negeri sedikit adalah kapasitas produksi yang kurang, serta kecepatan pembuatan yang agak lambat.

Ini ada info, sebenarnya tadinya INKA itu ikut tender pengadaan rolling stock KA cepat Ipoh-Rawang di Malaysia, tapi kalah sama Korea.

Ada kabar burung dari Australia kalau katanya INKA dikontrak sama pabrik di Australia untuk membuat KA lorry untuk kegiatan angkutan dalam pabrik. Entah ini benar atau tidak.

[Image: 33jptzk.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)