Setelah semua penumpang dari Karangsono naik maka perjalananpun dilanjutkan menuju setasiun Telawa yang juga masih berada di wilayah kabupaten Grobogan , Purwodadi
Perjalanan dari Karangsono tidak memakan waktu yang lama karena tidak begitu jauh dengan setasiun Telawa
Penumpang dari setasiun ini pun juga lumayan banyak sehingga semakin semarak saja kondisi penumpang di dalam kereta.
Beginilah suasana dalam kereta penerus dan cucu dari KA Pandanaran setelah penumpang dari telawa memasuki gerbong ,lumayan padat.
Dengan naiknya penumpang dari Telawah ini otomatis okupansi KA Pandanwangi berubah menjadi diatas 100 persen , tentu sang "Kakek " KA pandanaran akan tersenyum.
Setelah meninggalkan Telawa dengan kecepatan sekitar 50 km/jam akhirnya perjalanan KA Pandanwangi sampai di setasiun Padas.
Hanya dalam hitungan menit KA Pandanwangi bergerak kembali , berlari dan tanpa terasa setasiun Kedungjati sudah di depan mata.
Walaupun bangunan setasiun Kedungjati ini lebih besar dan bagus dari pada setasiun Telawa dan Karangsono tetapi potensi penumpangnya lebih kecil dari kedua setasiun tadi dan kalau coba dihitung lebih banyak yang turun dari pada penumpang yang naik
Terlihat dinding setasiun sangat kokoh dan "jadul " menggambarkan masa kejayaan kereta api tempo dulu
Bagunan bersejarah yang harus kita pelihara agar tidak hilang memori sejarah yang begitu indah
![[Image: 2lb2upv.jpg]](http://i48.tinypic.com/2lb2upv.jpg)
Suasana dalam ruangan kereta api setelah berangkat dari setasiun Kedungjati agak longgar karena banyak penumpang yang turun.
Bangunan yang ini dulunya sangatlah berguna sekali , kini kondisinya sudah lusuh dan rapuh dimakan usia , sisa2 kejayaan kereta api uap tempo doeloe.
Tanpa terasa KA Pandanwangi yang terus berlari memasuki emplasemen setasiun Tanggung yang merupakan setasiun pertama di Indonesia yang berada pada lintas Semarang-Tanggung , cikal-bakal perkereta apian di Indonesia.
Rupa-rupanya kedatangan KA Pandan wangi ini telah dinantikan oleh banyak pihak yang terkait dan turut mengais rejeki dari keberadaan KA ini baik sebagai pedagang atau tukang ojek misalnya yang juga turut berharap.
Setelah berlari sekitar 80 km KA Pandanwangi menari napas dalam-dalam untuk kembali berlari dan teringat pesan " Kakek " Pandanaran yang harus mengantarkan semua penumpangnya ke tujuan dengan selamat.
![[Image: 2gwajvk.jpg]](http://i46.tinypic.com/2gwajvk.jpg)
Setelah beberapa saat mengambil napas KA Pandanwangi segera bersiap kembali untuk melanjutkan perjalanan.
Setasiun Tanggung yang terawat rapi dan bersih sering sekali menjadi ajang napak tilas bagi para pecinta kereta api dari berbagai unsur,
Selamat tinggal setasiun Tanggung selamat jalan KA Pandanwangi , dialog dua insan saling bersambut.
![[Image: 9ft8uu.jpg]](http://i46.tinypic.com/9ft8uu.jpg)
Tampak di depan tiang sinyal mekanik terangkat ke atas menandakan bahwa KA Pandanwangi sudah diberikan ijin untuk berangkat seakan Ibu Jari sang Kakek Almarhum KA Pandanaran yang mengacungi jempol kepada cucunya karena berlari dengan semangat tiada henti untuk melanjutkan amanat.
Para RF yang terhormat , sekian dulu liputan ane , Selayang pandang perjalanan dengan KA Pandanwangi sebagai perwujudan kecintaan penulis kepada Kereta api dan di setasiun Tanggung ini saya sudahi walaupun terkesan tanggung pula kenapa ga sampai Semarang , bila ada cela dalam merangkai kata , penulis mohon maaf dan mohon saran , kritik juga bimbingannya , Terimakasih dan penulis tunggu kesan-kesannya .