Kemarin Tgl 16 Oktober 2008, Pkl. 22.00, setelah mendapat SMS dari KaHumas Daops 9 JR, yang mengabarkan bahwa malam itu DIRJEN KA beserta rombongan bermalam di jember dengan KAIS
WijayaKusuma KD1-82201 yang parkir di DIPO Jember. Karena sudah malam dan kemungkinan KAIS sudah langsir parkir di dipo, maka setelah berunding dengan Mas. HAmO, diputuskan pagi tgl 17 Oktober, Pkl. 06.00 meluncur ke Dipo karena dijadwalkan Pkl. 07.00 KAIS akan meninggalkan Jember kembali ke JAkarta.
Pkl. 06.00 meluncur ke Dipo JR, dan menemukan KAIS
WijayaKusuma sedang parkir dan Terkunci semua pintunya. selang beberapa Menit, datang Beberapa Kru Service
WijayaKusuma yakni 2 Orang Pramugara dan 2 Pramugari yang dipimpin oleh Bapak Basuki. dan setelah itu datang Kru
Wijayakusuma yang membawa Kunci Pintu
WijayaKusuma.
Setelah ngobrol dengan Bapak Basuki dan Minta Izin untuk masuk, melihat dan memotret ruang dalam
WijayaKusuma, saya berdua dengan mas HaMo masuk ke dalam KAIS, Woooo...luar biasa, lebih bagus dari K1 bahkan K1 Argo. Terdiri dari 5 Ruang. yakni Ruang Kemudi (ada 2 ruang masing-masing di Ujung), Ruang Duduk (terdiri dari 3 Baris Kursi untuk 3 Orang), Ruang Pertemuan (dengan sofa bentuk L meja di depannya, dan TV Plasma 29" serta beberapa kursi kecil), Ruang Makan (layaknya Ruang Makan di Rumah, ada Lemari Es), Dan terakhir Dapur (yang juga terdapat Toilet dan Ruang Generator). Kami pun berpuas-puas memotret di dalam KAIS, jepret sana-sini.....
Setelah mendekati Pkl. 07.00, KAIS mulai bersiap-siap meluncur ke spoor 1 Sta.JR...setelah minta izin juga, kami ikut naik KAIS menuju sta.JR. kami berada di Kabin Masinis KAIS. cukup nyaman untuk ukuran kabin masinis (jauh lebih nyaman daripada kabin CC 201 atau CC 204). uniknya ada 2 SPION disisi kanan dan kiri KAIS. selain itu cuma ada 1 Module di setiap kabin masinis. Kenyamanan di KAIS ditambah lagi dengan fasilitas Air Conditioner yang lumayan dingin....
Inilah (jujur) pengalaman pertama saya, naik KA selain KA Ekonomi di Gerbong K3 dan di Kabin Masinis CC201 65 Dipo PWT. Nikmat sekali dan menjadi pengalaman langka bagi saya dan juga mungkin bagi seluruh jajaran DAOPS 9 JR beserta Railfans. Jarang-Jarang dang sangat langka ada KAIS di Daops 9 Jember, bahkan (bukannya sombong) mungkin banyak railfans di Daops lain tidak punya foto dan pernah melihat-merasakan KAIS
WijayaKusuma. Karena KAIS sendiri adalah Kereta Api Istimewa yang hanya dipakai oleh VVIP dan rombonganya. setingkat di bawah KA RI1-RI2.
Pengalaman ini juga menjadi kegiatan pertama saya bersama Railfans Daops 9 Jember. Pengalaman pertama saya juga masuk dan melihat-lihat dipo lok jember dengan segala isi lok seri BBnya, termasuk LOK BB (lupa No.Serinya) yang pernah PLH Tawang Alun di Bangsalsari, JR. Inilah satu-satunya DIPO Lok di Daops yang ada di Jawa yang sangat hijau, hampir semua jalur jalan rel dari sta.JR ke dipo (PP) tertutup dengan hijaunya rerumputan dan semak belukar...Rel Keretanya nyaris hilang ditelan Lebatnya Rumpu dan belukar Hijau...begitupun Tuas Weselnya, dijaga ketat oleh Rumput dan belukar....benar-benar GO Green..Terlebih jalur menuju Turn Table Dipo JR, seperti Hutan Belantara yang Hijau dan Rindang....
Pada Pkl. 08.00 setelah keberangkatan KA Tawang Alun dari BWI-MLG, KAIS
WijayaKusuma beserta Dirjen KA dan Rombongannya, berangkat meninggalkan sta.JR menuju barat, mungkin langsung menuju Jakarta. Mungkin karena KA VVIP, KS JR sendiri yang langsung memberangkatkan KAIS dengan memberikan semboyan 41. Setelah memberikan semboyan 41, lagi-lagi yang istimewa adalah sikap KS JR yang masih bersikap tegap dan memberikan hormat kepada KAIS
WijayaKusuma sampai KAIS melewatinya. Jauh berbeda dengan PPKA pemberi semboyan 41 yang memberangkatkan kereta lain terutama KA Ekonomi dengan gerbong K3nya. Keunikan lainya adalah Masinis KA, yakni yang kami temui Bapak Suratman, saat menjalankan KAIS, memakai seragam Biru Tua lengkap dengan TOPI/PET nya, berbeda dengan KA yang menjalankan CC 200-204 dan BB 300-3004.
Wah puas banget, setelah melihat KAIS
Wijayakusuma meninggalkan spoor 1 JR. Ada insiden kecil waktu akan meninggalkan stasiun JR untuk pulang, saya kehilangan kunci Sepeda Motor. Sempat Panik juga, kalau-kalau terbawa di dalam KAIS!! Dengan tenang mas. HAmo mengajak ke DIPO untuk kembali ke sana, mungkin tertinggal di sepeda motor. Setelah jalan kaki, melewati Garasi Lok BB dan Crane Bratasena Lok JR, samapai ke parkiran di Teras kantor Dipo/Daops JR. di Sepeda Motor tidak ada, di jalan sekitarnya juga tidak ada. waduh bagaimana ini!!?? Sesaat kemudian datang pegawai DAOPS JR, namanya lupa (kalu tidak salah Pak Sudaryanto), melihat kami kebingungan, menanyakan ada apa, Alhamdulillah, ternyata ketemu yakni tertinggal nancap di helmet holder.., oleh beliau ternyata Kunci Motor saya sudah diamankan di Kantornya. dan dengan baik hati diberikan kembali ke saya......
Sungguh pengalam sempurna, setelah senang-senang, sedikit susah-panik akhirnya senang lagi..!!!