Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Calo tiket - bagaimana cara terbaik membasmi mereka?
Tambah jumlah kereta lh jdi semua penumpang terangkut dan tidak ad calo.misalnya di terminal. bus-bus nya banyak dan sepi jdi gk calo yang brani Ngakak
Reply
(20-08-2013, 03:57 PM)aris07 Wrote: Tambah jumlah kereta lh jdi semua penumpang terangkut dan tidak ad calo.misalnya di terminal. bus-bus nya banyak dan sepi jdi gk calo yang brani Ngakak

Kalo jumlah kereta ditambah & rangkaian jd panjang udah terlalu mainstream, Kang... Kan sekarang jamannya rangkaian kereta nggak perlu panjang2. :p



(15-03-2013, 10:20 AM)Joe_cn Wrote: Ibarat kata pembayaran pembatalan tiket ni bak racun tikus yg disajikan bersamaan dengan makanan untuk penumpang dan untuk si tikus calo itu.
jadi si para tikus2 calo itu kena, si penumpang juga kena.....Bethe

Maksudnya sih bagus, buat basmi calo, tapi sekaligus basmi penumpang juga....Ngakak

Yang penting bagi operator KA, kereta gw boleh kosong melompong akibat pembatalan tiket menjelang jam keberangkatan, tapi jualan gw sold out... Ngakak
Reply
Memang utk jangka pendek praktek percaloan ini tdk berdampak apa2 bagi operator (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)), kereta boleh berjalan kosong...tetapi tetap dalam penjualannya itket terjual penuh (sold out).....Tetapi untuk jangka panjang percaloan ini sangat merugikan sekali bagi operator (PT. Kereta Api Indonesia (Persero))..
1. Nama jelek bagi Operator karena adanya percaloaan tiket ini.
2. Harga tiket di calo pasti lebih tinggi dari pada harga resminya, sehingga terkesan harga tiket kereta tersebut lebih mahal di bandingkan dengan kelas pelayanannya. Sehingga lama kelamaan masyarakat engan naik KA.
3. untuk kondisi yg sudah parah, besar kemungkinan para calo tsb bisa mengatur harga tiket KA....hal ini terjadi pada kasus daging sapi, bawang merah, bawang putih, dan cabe....disini yg bermain adalah para distributor.....

contoh:
suatu rangkaian KA kapasitas 200 tmpt duduk.
harga tiket Rp 100.000
total pendapatan Rp 20.000.000
kemudian calo menguasai 100 tmpt duduk, (modal Rp 10.000.000), dan menjual tiket dgn harga Rp 150.000
dengan hanya menjual 80 tiket calo sudah mendapatkan Rp 12.000.000, dan mendapatkan keuntungan Rp 2.000.000.....

makanya praktek percaloaan ini sangat mengiurkan sekali........
Reply
(22-08-2013, 11:48 AM)yusirwan Wrote: Memang utk jangka pendek praktek percaloan ini tdk berdampak apa2 bagi operator (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)), kereta boleh berjalan kosong...tetapi tetap dalam penjualannya itket terjual penuh (sold out).....Tetapi untuk jangka panjang percaloan ini sangat merugikan sekali bagi operator (PT. Kereta Api Indonesia (Persero))..
1. Nama jelek bagi Operator karena adanya percaloaan tiket ini.
2. Harga tiket di calo pasti lebih tinggi dari pada harga resminya, sehingga terkesan harga tiket kereta tersebut lebih mahal di bandingkan dengan kelas pelayanannya. Sehingga lama kelamaan masyarakat engan naik KA.
3. untuk kondisi yg sudah parah, besar kemungkinan para calo tsb bisa mengatur harga tiket KA....hal ini terjadi pada kasus daging sapi, bawang merah, bawang putih, dan cabe....disini yg bermain adalah para distributor.....

contoh:
suatu rangkaian KA kapasitas 200 tmpt duduk.
harga tiket Rp 100.000
total pendapatan Rp 20.000.000
kemudian calo menguasai 100 tmpt duduk, (modal Rp 10.000.000), dan menjual tiket dgn harga Rp 150.000
dengan hanya menjual 80 tiket calo sudah mendapatkan Rp 12.000.000, dan mendapatkan keuntungan Rp 2.000.000.....

makanya praktek percaloaan ini sangat mengiurkan sekali........

naah ini sudah ada upaya utk menghalangi percaloan, tinggal dukungan dari berbagai pihak ada apa ngga...
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
(22-08-2013, 03:18 PM)CC-201-23 Wrote:
(22-08-2013, 11:48 AM)yusirwan Wrote: Memang utk jangka pendek praktek percaloan ini tdk berdampak apa2 bagi operator (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)), kereta boleh berjalan kosong...tetapi tetap dalam penjualannya itket terjual penuh (sold out).....Tetapi untuk jangka panjang percaloan ini sangat merugikan sekali bagi operator (PT. Kereta Api Indonesia (Persero))..
1. Nama jelek bagi Operator karena adanya percaloaan tiket ini.
2. Harga tiket di calo pasti lebih tinggi dari pada harga resminya, sehingga terkesan harga tiket kereta tersebut lebih mahal di bandingkan dengan kelas pelayanannya. Sehingga lama kelamaan masyarakat engan naik KA.
3. untuk kondisi yg sudah parah, besar kemungkinan para calo tsb bisa mengatur harga tiket KA....hal ini terjadi pada kasus daging sapi, bawang merah, bawang putih, dan cabe....disini yg bermain adalah para distributor.....

contoh:
suatu rangkaian KA kapasitas 200 tmpt duduk.
harga tiket Rp 100.000
total pendapatan Rp 20.000.000
kemudian calo menguasai 100 tmpt duduk, (modal Rp 10.000.000), dan menjual tiket dgn harga Rp 150.000
dengan hanya menjual 80 tiket calo sudah mendapatkan Rp 12.000.000, dan mendapatkan keuntungan Rp 2.000.000.....

makanya praktek percaloaan ini sangat mengiurkan sekali........

naah ini sudah ada upaya utk menghalangi percaloan, tinggal dukungan dari berbagai pihak ada apa ngga...

Tenang masbro, sejak penumpang biasa bisa melakukan reservasi via online dan ketersediaan tiket dibuka lebar-lebar ke publik, para calo sudah gak seganas dulu kok. Dulu sih calo bahkan bisa bekerjasama dengan petugas ticketing buat ngumpetin tiket, ngomongnya habis padahal belum dicetak ya gara-gara gak ada transparansi itu. Nah kalau sekarang kan kalau mau jadi calo ya harus modal, sama-sama rebutan tiket dengan penumpang biasa dan harus melek internet. Calo yang levelnya lebih tinggi ya yang punya akses ke ticketing dan mengetahui tiket-tiket yang dibatalkan atau sejenisnya. Namun yang level tinggi tentu saja sangat sedikit.

Calo akan selalu ada, tapi kita dan PT. Sepur bisa berusaha untuk terus meminimalisasi ruang gerak calo Ngiler
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
(23-08-2013, 04:33 AM)Hungry Soul Wrote:
(22-08-2013, 03:18 PM)CC-201-23 Wrote:
(22-08-2013, 11:48 AM)yusirwan Wrote: Memang utk jangka pendek praktek percaloan ini tdk berdampak apa2 bagi operator (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)), kereta boleh berjalan kosong...tetapi tetap dalam penjualannya itket terjual penuh (sold out).....Tetapi untuk jangka panjang percaloan ini sangat merugikan sekali bagi operator (PT. Kereta Api Indonesia (Persero))..
1. Nama jelek bagi Operator karena adanya percaloaan tiket ini.
2. Harga tiket di calo pasti lebih tinggi dari pada harga resminya, sehingga terkesan harga tiket kereta tersebut lebih mahal di bandingkan dengan kelas pelayanannya. Sehingga lama kelamaan masyarakat engan naik KA.
3. untuk kondisi yg sudah parah, besar kemungkinan para calo tsb bisa mengatur harga tiket KA....hal ini terjadi pada kasus daging sapi, bawang merah, bawang putih, dan cabe....disini yg bermain adalah para distributor.....

contoh:
suatu rangkaian KA kapasitas 200 tmpt duduk.
harga tiket Rp 100.000
total pendapatan Rp 20.000.000
kemudian calo menguasai 100 tmpt duduk, (modal Rp 10.000.000), dan menjual tiket dgn harga Rp 150.000
dengan hanya menjual 80 tiket calo sudah mendapatkan Rp 12.000.000, dan mendapatkan keuntungan Rp 2.000.000.....

makanya praktek percaloaan ini sangat mengiurkan sekali........

naah ini sudah ada upaya utk menghalangi percaloan, tinggal dukungan dari berbagai pihak ada apa ngga...

Tenang masbro, sejak penumpang biasa bisa melakukan reservasi via online dan ketersediaan tiket dibuka lebar-lebar ke publik, para calo sudah gak seganas dulu kok. Dulu sih calo bahkan bisa bekerjasama dengan petugas ticketing buat ngumpetin tiket, ngomongnya habis padahal belum dicetak ya gara-gara gak ada transparansi itu. Nah kalau sekarang kan kalau mau jadi calo ya harus modal, sama-sama rebutan tiket dengan penumpang biasa dan harus melek internet. Calo yang levelnya lebih tinggi ya yang punya akses ke ticketing dan mengetahui tiket-tiket yang dibatalkan atau sejenisnya. Namun yang level tinggi tentu saja sangat sedikit.

Calo akan selalu ada, tapi kita dan PT. Sepur bisa berusaha untuk terus meminimalisasi ruang gerak calo Ngiler
Sepertinya calo skrg udh jrang,kalo ada jg ya hrs modal smartphone dan hrus mengerti cra bookiog via online brarti ilmu calo skrg2 ini sangat menurun dlm hal mndptkn tiket ka.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)