Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kecepatan Lokomotif
#91
(10-04-2012, 07:54 PM)harry cool Wrote: kl loko sendirian boleh digeber kecepatan max?

Tergantung, kalau statusnya KLB Lokkes biasanya sih dibatasi, tapi kalo untuk KLB Lokpen kayaknya sih boleh geber (CMIIW) Xie Xie

Kalau ada yang salah mohon dibenarkan Bye Bye

[Image: 165399_4826310862985_805213596_n.jpg]
Reply
#92
(12-04-2012, 06:07 PM)Muhammad Dhafin Khomsah Wrote:
(10-04-2012, 07:54 PM)harry cool Wrote: kl loko sendirian boleh digeber kecepatan max?

Tergantung, kalau statusnya KLB Lokkes biasanya sih dibatasi, tapi kalo untuk KLB Lokpen kayaknya sih boleh geber (CMIIW) Xie Xie

Kalau ada yang salah mohon dibenarkan Bye Bye

betul,tp klo Lokkes digeber kecepatan max guncangan dikabin loko terasa keras apalagi klo brjalannya posisi LH guncangannya tambah parah
BAyuJazzCC20428
Playboy[/align]



Reply
#93
Coba saya jelaskan sedikit. Faktor penting untuk kecepatan tinggi adalah profiel-roda. Profiel harus conical, artinya diameter ato garis tengah roda, disebelah luar harus lebih kecil dari garis tengah didekat flange. Sudut sekitar 5 derajat. Ini diperlukan supaya kereta berjalan ditengah rel secara otomatis tanpa dipaksa oleh flange. Coba lihat, umpama potitie kereta terlalu kiri, artinya roda kiri positie rel dekat flange dan roda kanan jauh dari flange. Roda kiri pada positie ini positie diameter besar, roda kanan positie diameter kecil. Jelas ini tidak bisa karena roda kiri dan kanan disatu gandar dan putaran harus sama. Hasilnya kereta akan memilih positie otomatis ditengah dimana putaran roda kiri dan kanan sama. Dengan demikian kereta bisa melaju tanpa flange menyentuh rel. Jika pada kecepatan tinggi flange menyentuh rel, bisa akan terjadi dirailment. Ini kunci kecepatan tinggi. Prooblemnya dengan profiel ini mau tidak mau sesudah beberapa waktu profiel tidak lagi seperti yang didesign dan akan jadi profiel datar, karena dipakai dan harus diganti. Jika tidak diganti akan derailment juga. Ini bisa dirasakan kalau kereta berjalan. Jikalau sambil kereta melaju dirasakan banyak bantingan2 kekiri dan kekanan, berarti profiel sudah rusak.
Kereta barang biasanya tidak memakai profiel seperti ini tetapi profiel datar karena terlalu mahal untuk ganti tiap kali. Karena itu freight train jalannya perlahan.
Reply
#94
(20-04-2012, 06:59 PM)antonius_123 Wrote: Coba saya jelaskan sedikit. Faktor penting untuk kecepatan tinggi adalah profiel-roda. Profiel harus conical, artinya diameter ato garis tengah roda, disebelah luar harus lebih kecil dari garis tengah didekat flange. Sudut sekitar 5 derajat. Ini diperlukan supaya kereta berjalan ditengah rel secara otomatis tanpa dipaksa oleh flange. Coba lihat, umpama potitie kereta terlalu kiri, artinya roda kiri positie rel dekat flange dan roda kanan jauh dari flange. Roda kiri pada positie ini positie diameter besar, roda kanan positie diameter kecil. Jelas ini tidak bisa karena roda kiri dan kanan disatu gandar dan putaran harus sama. Hasilnya kereta akan memilih positie otomatis ditengah dimana putaran roda kiri dan kanan sama. Dengan demikian kereta bisa melaju tanpa flange menyentuh rel. Jika pada kecepatan tinggi flange menyentuh rel, bisa akan terjadi dirailment. Ini kunci kecepatan tinggi. Prooblemnya dengan profiel ini mau tidak mau sesudah beberapa waktu profiel tidak lagi seperti yang didesign dan akan jadi profiel datar, karena dipakai dan harus diganti. Jika tidak diganti akan derailment juga. Ini bisa dirasakan kalau kereta berjalan. Jikalau sambil kereta melaju dirasakan banyak bantingan2 kekiri dan kekanan, berarti profiel sudah rusak.
Kereta barang biasanya tidak memakai profiel seperti ini tetapi profiel datar karena terlalu mahal untuk ganti tiap kali. Karena itu freight train jalannya perlahan.

Loh, bukannya roda kereta memang HARUS conical?
Bentuk roda yang konis ini memang mutlak diperlukan agar kereta stabil di rel (seperti yg dijelaskan di atas). Profil roda yg kurang konis dan geometri rel yg tdk sempurna akan mnyebabkan roda gerak kiri-kanan (istilahnya rail hunting). Gerakan hunting tsb jika sangat parah akan menyebabkan flange roda menyentuh rel. Selain memungkinkan terjadinya anjlok (derailment), sentuhan flange-rel juga sangat dihindari krn menyebabkan keausan hebat pd rel dan roda. Selain itu, kejutan yg terjadi mungkin akan merusak gerbong dan isinya. Jadi, kecuali kalo operatornya punya banyak duit buat ganti rel, roda sama gerbong, dia pasti pake' roda konis kapanpun dan dimanapun.

Selain itu, profil roda yg konis itulah kunci yg memungkinkan kereta untuk belok. Saat kereta belok, gaya sentrifugal menyebabkan kereta terdorong ke sisi luar tikungan, sehingga bagian roda luar yg menyentuh rel akan bergeser ke diameter yg lbih besar, sedangkan bagian roda dalam yg menyentuh rel bergeser ke diameter yg lebih kecil. Differensial diameter itulah yg memungkinkan kereta bisa belok tanpa slip. Jika profil roda datar, tidak akan terjadi differensial diameter, jadi kereta tidak akan otomatis belok. Agar belok, flange roda luar harus menyentuh sisi dalam rel luar. Karena tidak ada differensial diameter, gandar tdk bisa belok tanpa slip di roda dalam atau drag di roda luar. Seperti sebelumnya, sentuhan flange-rel, slip dan drag selain berpotensi menyebabkan anjlok, juga akan menyebabkan keausan hebat pada kedua permukaan.

Jadi kesimpulannya semua kereta yg rodanya disambung mati dgn gandar harus punya profil konis. Entah hi-speed atau drag freight.
Pada hi-speed, flange touch dan potensi anjlok yg mengkhawatirkan, pada drag freight, karena axle loadnya relatif lebih besar malah lebih parah, slip, drag sma flange touch nya bisa bikin rel cep
at aus.

CMIIW
Maaf klo OOT.
<div style="width:500px;margin:auto;border:9px double #fff;border-radius:20px;background:#00a;color:#fff;box-shadow:3px 3px 20px #888;text-align:center">MENEROBOS PERLINTASAN<br/>DAPAT DIJATUHI<br/>HUKUMAN MATI DI TEMPAT</div>
Reply
#95
seingat saya kalau naik kereta terasa sekali goncang kekiri kanan. Bahkan sering terasa benturan flange ke rel. Itu artinya roda tidak konis.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)