Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jika Teman2 Melihat Korban Musibah KA Tapi Masih Hidup (Baca = Seka**t)
#1
Bekacas dg kejadian di stasiun Pd. Ranji, Ciputat, Banten. Kala itu aku baru turun dr KRL Ekonomi dr Tn. Abang. Tau2 ada korban tersungkur sekarat tak berdaya menjerit krn kakinya patah akibat kecerobohannya saat turun dr K3 Langsam ke Rangkas Bitung. Antara kereta dg peron terselpi kakinya dia dan mengakibatkan kakinya seperti demikian. Pr penumpang cuma menaburkan garam di sekitar lantai aspal stasiun. Tapi yg ada malah rasa iba aku sendiri yg pengen bener dianter ke RS terdekat. Tapi apa daya, ortu tidak menyetujui krn memang aku kala itu msh tergantung sepenuhnya dg ortu. Si korban pun siap dibopong / dibawa ke dalem angkot yg bisa teman2 batangkan sendiri kyk apa itu... Karena di kawasan Bintaro, aku jadi terbayang RS terdekat itu Internasional Sektor 7. Kalo teman2 mengalami kejadian kayak aku ini, apa yang teman2 akan perbuat? Lewat sajakah atau gimana? Ma'af kalau aku cerita di mari, khan mumpung forum ini khusus utk uneg2 bukan? Ma'af kalau kalimat2nya ada yg kurang atau tidak berkenan...

Sampai skarang aku suka menyesal knapa yg dipikirin aku cuma keuangannya aja? Knapa gak inisiatif sendiri aja mau setuju gak disetujuin ortu, tapi yg pertama harus nyelamatin dirinya itu... Minimal panggil taksi dg dipandu ama pr warga sekitar.

Dengan ini aku berharap jangan sampai ada kejadian yg menimpa di sekitar kita masing2 tentunya. Apalagi yg terjadi... ehmmm... apa yah??? Pokoknya segala apapun yg terjadi khan memang sudah takdir yg memberi alias dari Tuhan Semesta Alam...

Reply
#2
Apanya ya yg mau dibahas??
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
#3
Yah... maksud aku apakah kita harus ambil tindakan sigap membantu korban ke rumah sakit terdekat? Atau ma'af nih... secara material harus mikirin uang dulu? Secara cost... takut gak mencukuypi utk biaya berobat si korban. Sebab khan pr warga sekitar notabene (mungkin lho yah...) dari ekonomi yang kurang berkecukupan... Jadi apakah kita berharap nanti tetap keluarganya yang datang menyantuni atau membiayai si korban atau memang keluarga kita yg harus urungan yg justru gak ada hubungan sama sekali? Sebetulnya pertanyaan2 aku ini sangat atau bisa juga cukup mendalam. Sebab, teman2 sendiri khan pasti punya perekonomian yang berbeda... Ini seumpamanya si korban itu tergolong orang yang tidak mampu. Mungkin (1x lagi mungkin lho...) kalau tergolong mapan pasti khan keluarganya akan membiayai atau pun urungan...

Jadi, intinya, bagaimana tindakan teman2? Apakah iba melihat si korban? Itu kalau kita melihat si korban. Jangan sampai (tapi Na'udzhubillah min dzaliq...) kita yang justru.... ehhmmm.... yah katakanlah.... si korban... Ma'af nih kalau agak atau cukup mendalam. Kalau tidak tega utk dibahas, silahkan diclose aja yah thread ini...

Reply
#4
kasih aja tindakan pertolongan pertama..... setidaknya membatu korban untuk mengurangi rasa sakit dan amankan korban dari TKP dulu. urusan di bawa ke rumah sakit atw puskesmas cepat atw lambat pasti ada yg mengurus.... n minimal korban tidak merasa kesakitan, dikasih minum biar tenang....

itu yang aku pelajari di PMR....Xie Xie semoga membantu

[Image: oldpatent_1937525c.jpg]
Hasil penemuan Mbah Richard Trevithick yang terus berkembang...
Reply
#5
Bukannya kalau dikasih minum malah akan meninggal? Pelajaran berharga dari korban Tragedi Bintaro yg selamat. "Yah abis saya gak tau kalau ternyata gak boleh dikasih minum..."katanya saat diwawancara salah satu TV swasta kita.

Reply
#6
maap nih agak oot, Ga boleh kenapa om? Ko bisa malah meninggal kalau diberi minum? Saya baru denger kali ini.
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...Ngiler
Reply
#7
di mana-mana orang kalo di kasih minum, pikirannya agak tenang dan rasa panik dan stresnya juga berkurang. ya kalo g bisa kasih minum, segera saja amankan korban dari TKP mungkin dg di bantu org lain untuk diangkat ke tempat yg lebih nyaman, setidaknya hal itu akan mengurangi rasa sakit sang korban.....

[Image: oldpatent_1937525c.jpg]
Hasil penemuan Mbah Richard Trevithick yang terus berkembang...
Reply
#8
@ sonyazis > Kala itu entahlah oleh korban yang selamat atau warga setempat memberi minum pada korban yg terjepit yang lagi pendarahan hebat. Darahnya terus2an ngu**r gitu... Gak lama kemudian, bablass... Inna Lillahi... Yang aku tahu sih... prosedurnya kalau terjadi pendarahan hebat janganlah dikasih minum. Begitu pun apa yang aku lihat di depan mata aku sendiri, berandai saja kalau aku ikut nolong dalam rombongan semisal taksi yg kebetulan melintas. Jadi ragu mau kasih minum andai si korban kehausan.
1x lagi, itu kalau seandainya aku ikut nolong lho waktu yg kejadian di st. Pd. Ranji itu...

Reply
#9
Oh, itu sebabnya, tapi berarti itu dilarang kalau si korban mengalami pendarahan ya om..
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...Ngiler
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)